Bab 2

Publish in

Documents

2 views

Please download to get full document.

View again

of 25
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
RMK Accounting Theory Introduction of Theory
Transcript
  11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Keagenan  Pengertian  Agency Theory menurut Scott (2003:305) adalah: “  Agency Theory is a branch of game theory that studies the design of contracts to motivate a rational agent to act on behalf of a principal when the agent’s interests would otherwise conflict with those of the principal”.   Pernyataan di atas menjelaskan bahwa teori agensi adalah pengembangan dari suatu teori yang mempelajari suatu desain kontrak dimana para agen bekerja/  bertugas atas nama principal ketika keinginan/ tujuan mereka bertolak belakang maka akan terjadi suatu konflik. Konflik keagenan yang ditimbulkan oleh tindakan perataan laba dipicu dari adanya pemisahan peran atau perbedaan kepentingan antara pemegang saham (  principal  ) dengan manajemen perusahaan ( agent  ). Misalnya, manajemen selaku  pengelola perusahaan memiliki informasi tentang perusahaan lebih banyak dan lebih dahulu daripada pemegang saham sehingga terjadi asimetri informasi yang memungkinkan manajemen melakukan praktek akuntansi dengan orientasi pada laba untuk mencapai suatu kinerja tertentu. Asimetri informasi adalah masalah-masalah yang ditimbulkan oleh informasi yang tidak lengkap, yaitu ketika tidak semua keadaan diketahui oleh kedua belah pihak dan sebagai akibatnya, ketika konsekuensi-konsekuensi tertentu tidak dipertimbangkan oleh masing-masing yang bersangkutan (Hendriksen, 2005:221). Agen termotivasi untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan psikologisnya, antara lain dalam hal memperoleh investasi, pinjaman, maupun  12 kontrak kompensasi. Konflik kepentingan semakin meningkat terutama karena  principal tidak dapat memonitor aktivitas CEO sehari-hari untuk memastikan  bahwa CEO bekerja sesuai dengan kepentingan pemegang saham. Prinsipal tidak memilki informasi yang cukup tentang kinerja agen. Agen mempunyai lebih  banyak informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan. Hal inilah yang mengakibatkan adanya ketidakseimbangan informasi yang dimiliki oleh prinsipal dan agen. (Nasution dan Doddy, 2007). Menurut Ujiyanto dan Bambang (2007) menggunakan tiga asumsi sifat manusia, yaitu : 1.   Manusia pada umumnya mementingkan diri sendiri (self interest) . 2.   Manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality) . 3.   Manusia selalu menghindari resiko (risk adverse) . Berdasarkan asumsi sifat dasar manusia di atas, manajer sebagai manusia akan bertindak opportunistic , yaitu mengutamakan kepentingan pribadinya. 2.2 Manajemen Laba 2.2.1 Definisi Manajemen Laba Berkembangnya penelitian akuntansi keuangan dan keperilakuan saat ini memunculkan beberapa definisi mengenai manajemen laba, antara lain : Menurut Fisher dan Rosenzweig (1995) dalam Sulistyanto (2008; 48) menjelaskan definisi manajemen laba sebagai berikut : “Earnings management is a actions of a manager which serve to increase (decrease) current reported earnings of the unit which the manager is  13 responsibe without generating a corresponding increase (decrease) in long- term economic profitability of the unit.”   Pernyataan di atas menjelaskan bahwa manajemen laba adalah tindakan-tindakan manajer untuk menaikkan (menurunkan) laba periode berjalan dari sebuah perusahaan yang dikelolanya tanpa menyebabkan kenaikkan (penurunan) keuntungan ekonomi perusahaan jangka panjang. Menurut Healy dan Wahlen (1999) dalam Sulistyanto (2008; 50) menjelaskan definisi manajemen laba sebagai berikut : “Earning management occu rs when managers users judgement in  financial repoting and in structuring transactions to alter financial reports to either mislead some stakeholders about underlying economics  performance of the company or to influence contavtual outcomes that depend on t  he reported accounting numbers.”   Pernyataan di atas menjelaskan bahwa manajemen laba muncul ketika manajer menggunakan keputusan tertentu dalam pelaporan keuangan untuk menyesatkan  stakeholder   yang ingin mengetahui kinerja ekonomi yang diperoleh  perusahaan atau untuk mempengaruhi hasil kotrak yang menggunakan angka-angka akuntansi yang dilaporkan. Menurut Sulistyanto (2008; 47) menjelaskan definisi manajemen laba sebagai berikut : “Manajemen laba adalah upaya manajer perusahaan untuk mengintervensi atau mempengaruhi informasi-informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk mengelabui  stakeholder   yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan”  Dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen laba merupakan suatu tindakan yang dilakukan manajer untuk menaikkan (menurunkan) laba dengan mempengaruhi informasi-informasi dalam laporan  14 keuangan untuk menyesatkan para  stakeholder   yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan. 2.2.2 Klasifikasi Manajemen Laba  Menurut Sastradipraja (2010; 33-34) manajemen laba diklasifikasikan sebagai  berikut : 1.   Cosmetic Earning Management Cosmetic Earning Management   terjadi jika manajer memanipulasi akrual yang tidak memiliki konsekuensi cash flow . Teknik ini merupakan hasil dari kebebasan dalam akuntansi akrual yang mungkin terjadi. Standar Akuntansi Keuangan dan mekanisme pengawasan mengurangi kebebasan ini tetapi tidak mungkin meniadakan pilihan karena kompleksitas dan keragaman aktivitas usaha. Akuntansi akrual membutuhkan estimasi dan pertibangan (judgement)  yang menyebabkan kebebasan manajer dalam menetapkan angka akuntansi. Meskipun kebebasan ini memberikan kesempatan bagi manajer untuk menyajikan gambaran aktivitas usaha perusahaan yang lebih informatif, kebebasan ini juga memungkinkan mereka mempercantik laporan keuangan (window-dress financial statement)  dan mengelola earnings. 2.    Real Earning Management  Real Earning Management   terjadi jika manajer melakukan aktivitas dengan konsekuensi cash flow.  Insentif untuk melakukan earnings management mempengaruhi keputusan investing   dan  financing   oleh manajer.  Real earning management   lebih bermasalah dibandingkan dengan cosmetic earning
Related Search

Previous Document

VII čas.doc

Next Document

Download

Related Documents
BAB 2
Sep 20, 2017

BAB 2

BAB 2
Sep 20, 2017

BAB 2

draft bab 2 tb paru
Sep 20, 2017

draft bab 2 tb paru

Bab 2 Efusi Pelura
Sep 20, 2017

Bab 2 Efusi Pelura

BAB 2.docx
Sep 20, 2017

BAB 2.docx

BAB_2_ventill[1].doc
Sep 20, 2017

BAB_2_ventill[1].doc

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks