BAB I PENDAHULUAN

Publish in

Documents

34 views

Please download to get full document.

View again

of 24
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
y
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN Infeksi virus Zika adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang disebabkan oleh virus Zika, flavivirus dari keluarga Flaviviridae, awalnya diidentifikasi pada tahun 1947 di hutan Zika, Uganda pada populasi kera rhesus. 1  Gejala klinis utama pada pasien adalah demam, selain itu disertai arthritis / arthralgia dengan pembengkakan sendi (terutama pada sendi kecil dari tangan dan kaki) dan ruam makula - papular yang sering dimulai pada wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh, hiperemi konjungtiva atau bilateral konjungtivitis non  –   purulen, dengan gejala umum non - spesifik seperti mialgia, malaise dan sakit kepala. 1  Infeksi asimptomatik virus zika diperkirakan tinggi, mirip dengan infeksi flaviviral lainnya. Sekitar satu dari empat orang yang terinfeksi virus zika diyakini menimbulkan gejala. Kebanyakan orang sepenuhnya sembuh tanpa komplikasi  parah, dan angka rawat inap di rumah sakit rendah. Sampai saat ini, belum ada kematian yang dilaporkan terkait dengan infeksi virus zika. Ada beberapa bukti  bahwa penularan perinatal dapat terjadi, kemungkinan besar oleh transmisi transplasental atau selama persalinan bila ibu tersebut terinfeksi. Transmisi virus zika melalui transfusi darah secara teoritis masih mungkin karena tiga persen dari darah pendonor yang asimptomatik, ditemukan positif virus zika dengan  pemeriksaan PCR saat wabah virus zika di Polinesia Perancis pada November 2013 sampai Februari 2014. 2  Wabah infeksi virus zika di Pulau Yap tahun 2007 dan di Polinesia tahun 2013-2014, dengan penyebaran lebih lanjut ke Kaledonia Baru, Kepulauan Cook dan Pulau Paskah, telah menunjukkan kecenderungan arbovirus ini menyebar di luar jangkauan geografis dan memiliki kapasitas untuk menyebabkan wabah dalam skala besar. Antara 7 Oktober 2013 dan 6 April 2014, 8750 kasus yang dicurigai sebagai infeksi virus zika dilaporkan oleh jaringan surveilans sentinel sindrom dari Polinesia Prancis, dengan 383 kasus dikonfirmasi dan diperkirakan 32.000 kasus yang dikonsultasi. Selama wabah, 74 individu menunjukan gejala neurologis atau sindrom autoimun disertai episode penyakit dengan gejala infeksi virus zika. Dari  2  jumlah tersebut, 42 dikonfirmasi sebagai Guillain  –   Barre, 37 kasus lain menunjukan ada gejala infeksi virus zika yang konsisten di hari-hari sebelumnya. Penyelidikan lebih lanjut sehubungan dengan mengidentifikasi mekanisme  patofisiologi yang mendasari dan atau faktor risiko genetik individual, dan investigasi terhadap peran potensial dari infeksi penyerta yang terkait atau  berpotensi terhadap Guillain - Barre sindrom, diperlukan untuk memberikan  pemahaman yang lebih baik dari potensi terhadap penyakit virus zika dan komplikasi neurologis. 1  3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Infeksi virus zika adalah penyakit yang disebabkan oleh flavivirus melalui  perantara gigitan nyamuk  Aedes , terutama spesies  Aedes aegypti . Penyakit ini dinamakan sebagai Zika, penyakit Zika (  Zika disease ) ataupun demam Zika (  Zika  fever) . 2 2.2 Epidemiologi Sebelum tahun 2015, wabah virus Zika terjadi di wilayah Afrika, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik. Pada bulan Mei 2015, Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) mengeluarkan peringatan mengenai infeksi virus Zika pertama dikonfirmasi di Brasil. Saat ini, wabah terjadi di banyak negara. Virus Zika akan terus menyebar dan akan sulit untuk menentukan bagaimana dan di mana virus akan menyebar dari waktu ke waktu. 3 Wabah infeksi virus zika di Pulau Yap tahun 2007 dan di Polinesia tahun 2013-2014, dengan penyebaran lebih lanjut ke Kaledonia Baru, Kepulauan Cook dan Pulau Paskah, telah menunjukkan kecenderungan arbovirus ini menyebar di luar jangkauan geografis dan memiliki kapasitas untuk menyebabkan wabah dalam skala besar. Antara 7 Oktober 2013 dan 6 April 2014, 8750 kasus yang dicurigai sebagai infeksi virus zika dilaporkan oleh jaringan surveilans sentinel sindrom dari Polinesia Prancis, dengan 383 kasus dikonfirmasi dan diperkirakan 32.000 kasus yang dikonsultasi. Selama wabah, 74 individu menunjukan gejala neurologis atau sindrom autoimun disertai episode penyakit dengan gejala infeksi virus zika. Dari  jumlah tersebut, 42 dikonfirmasi sebagai Guillain  –   Barre, 37 kasus lain menunjukan ada gejala infeksi virus zika yang konsisten di hari-hari sebelumnya. 1  Penyebaran virus Zika tidak hanya dalam wilayah di satu negara melainkan lintas negara. Negara yang diberi status Kejadian Luar Biasa (KLB) Zika adalah Brazil, Cape Verde, Colombia, El Savador, Honduras, Martinique, Panama, dan Suriname. Sedangkan negara berstatus transmisi aktif, antara lain Barbados, Bolivia, The Dominican Republic, Ecuador, Fiji, French Guiana, Guadalope,  4 Guatemala, Guyana, Haiti, Mexico, New Caledonia, Nicaragua, Paraguay, Puerto Riko, Saint Martin, Samoa, Tonga, Thailand, US Virgin Island, dan Venezuela. 4 Penyebaran virus Zika juga perlu diwaspadai di Indonesia mengingat Indonesia merupakan wilayah tropis dan endemis DBD tiap tahunnya. Hingga kini, Lembaga Eijkman mencatat ada lima kasus Virus Zika di Indonesia, yaitu: 1. Tahun 1981 dilaporkan ada satu pasien di Rumah Sakit Tegalyoso Klaten; 2. Tahun 1983 dilaporkan ada enam dari 71 sampel di Lombok NTB; 3. Tahun 2013 dilaporkan ada seorang turis perempuan dari Australia positif terinfeksi virus Zika setelah sembilan hari tinggal di Jakarta; 4. Tahun 2015 dilaporkan ada seorang turis dari Australia terinfeksi virus Zika setelah digigit monyet di Bali; dan 5. Tahun 2015-2016 Lembaga Eijkman melaporkan seorang pasien di Provinsi Jambi positif terinfeksi virus Zika. Pemeriksaan ini diawali dengan tingginya kasus penyakit DBD di Jambi sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap 103 sampel darah pasien DBD pada salah satu rumah sakit swasta di Jambi. 4 2.3 Etiologi Virus Zika pertama kali ditemukan pada tubuh monyet resus di Hutan Zika, Uganda pada tahun 1947 dan pada tahun 1952 ditemukan pada tubuh manusia. Virus Zika merupakan spesies virus dari familia flaviviridae genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk  Aedes aegypti  yang juga dikenal sebagai vektor DBD dan Chikungunya. Nyamuk tersebut hidup di genangan air bersih di wilayah tropis pada saat pergantian musim hujan dari musim kemarau. 4 Zika merupakan virus  Ribonucleic Acid   (RNA) dalam  family Flaviviridae , genus  Flavivirus . Virus ini memiliki hubungan kekerabatan dengan  Dengue Virus  (DENV), Yellow Fever Virus  (YFV), West Nile Virus  (WNV), dan  Japanese  Enchephalitis Virus  (JEV). Virus ini berbentuk icosahedral  , berdiameter sekitar 40 nm dengan tebal permukaan kira-kira 5-10 nm. Nukleokapsid berdiameter 25-30 nm dikelilingi oleh membran lipid bilayer mengandung protein  Envelope  E dan M. Genom virus Zika merupakan Genom RNA dengan panjang 10.794 kb, berupa untai tunggal, diapit oleh dua daerah noncoding (59 dan 39 NCR) dan tujuh protein non struktural (NS). ZIKV bisa mati oleh potassium permanganate, ether, dan pada suhu >60°C. 5  
Related Search
Related Documents
BAB I PENDAHULUAN
Sep 20, 2017

BAB I PENDAHULUAN

BAB I Pendahuluan
Sep 20, 2017

BAB I Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN
Sep 20, 2017

BAB I PENDAHULUAN

 BAB I PENDAHULUAN
Sep 20, 2017

 BAB I PENDAHULUAN

BAB I. Pendahuluan
Sep 20, 2017

BAB I. Pendahuluan

BAB I Pendahuluan
Sep 20, 2017

BAB I Pendahuluan

Bab i Pendahuluan
Sep 20, 2017

Bab i Pendahuluan

Bab i - Pendahuluan
Sep 20, 2017

Bab i - Pendahuluan

Bab i Pendahuluan
Sep 20, 2017

Bab i Pendahuluan

Bab i Pendahuluan 1
Sep 20, 2017

Bab i Pendahuluan 1

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks