BAB II

Publish in

Documents

34 views

Please download to get full document.

View again

of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
bab 2
Transcript
  5 BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1.Sabut kelapa Sabutkelapaadalahsalahsatubiomassayangmudah didapatkan danmerupakan hasil samping pertanian. Komposisi sabut dalam buah kelapa sekitar35% dari beratkeseluruhanbuahkelapa. Sabutkelapaterdiri dari serat (   fiber) dan gabus (pitch) yang menghubungkan satu serat dengan serat yang lainnya.Sabut kelapa terdiri dari 75% serat dan 25% gabus. Potensi penggunaan seratsabut kelapa sebagai biosorben untuk menghilangkan logam berat dariperairan cukup tinggi karena serat sabut kelapa mengandung lignin (35%  –  45%)danselulosa(23%  –  43%)(Carrijo,dkk.2002).Seratsabutkelapasangatberpotensisebagai biosorbenkarenamengandungselulosa yangdi dalamstruktur molekulnya mengandung guguskarboksil serta lignin yang mengandungasam phenolat yang ikut ambil bagian dalam pengikatan logam. Selulosa danlignin adalah biopolimer yang berhubungan dengan proses pemisahan logam-logam berat (Pino,dkk.2005). 2.2.Serbuk Kayu Gergajian Pohon jati merupakan jenis tanaman yang banyak tumbuh di daerahtropis.Memanfaatkankayu seoptimalmungkin(zerowaste)yang berartibahwasemuaindustripengolahankayubaik besar maupunkecilharusberusaha supayameminimalisirproduksilimbahkayu.Namun demikiankenyataandilapanganumumnyarendemen industripenggergajiankayumasihberkisar dari 50%-60%,sebanyak15%-20% terdiri dari serbuk kayugergajian.Diperkirakan jumlah limbah serbukkayugergajian diIndonesiasebanyak0,78 jutam 3  /th(Roliadi,2004). Untukindustribesardanterpadu,limbah serbukkayugergajiansudah dimanfaatkanmenjadibentukbriketarangdandijualsecarakomersial dan serbuk kayu gergajian dapat di gunakansebagai bahan pembuatan karbon aktif karena memiliki unsurkarbon sertadapat digunakan untuk adsorbsi logam berat.  6 Karena sifat dan karakteristiknya yang unik, kayu merupakan bahanyang paling banyak digunakan untuk keperluan konstruksi. Kebutuhan kayuyang terus meningkat dan potensi hutan yang terus berkurangmenuntutpenggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain denganmemanfaatkan limbah berupa serbuk kayu menjadi produk yang bermanfaat.Di lain pihak, seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Limbah plastik merupakan bahan yang tidak dapat terdekomposisioleh mikroorganisme pengurai(non biodegradable),sehinggapenumpukkannya di alam dikhawatirkan akanmenimbulkan masalahlingkungan.Perkembangan teknologi, khususnya di bidang papan komposit, telahmenghasilkan produk komposit yang merupakan gabungan antara serbuk kayudengan plastik daur ulang. Teknologi ini berkembang pada awal 1990-an diJepang dan Amerika Serikat. Dengan teknologi ini dimungkinkan pemanfaatanserbuk kayu dan plastik daur ulang secara maksimal, dengan demikian akanmenekan jumlah limbah yang dihasilkan. Di Indonesia penelitian tentangproduk ini sangat terbatas, padahal bahan baku limbah potensinya sangat besar. 2.2.1Potensi Dan Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Kebutuhan manusia akan kayu sebagai bahan bangunan baik untuk keperluan konstruksi, dekorasi, maupun furniture terus meningkat seiring denganmeningkatnya jumlah penduduk. Kebutuhan kayu untuk industri perkayuandiIndonesia diperkirakan sebesar 70 juta m3 per tahun dengankenaikan rata-ratasebesar 14,2% per tahun sedangkan produksi kayu bulat diperkirakan hanyasebesar 25 juta m 3 per tahun, dengan demikian terjadi defisit sebesar 45 juta m 3 (Priyono,2001). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya daya dukung hutansudah tidak dapat memenuhi kebutuhan kayu. Keadaan ini diperparah olehadanya komversi hutan alam menjadi lahan pertanian, perladangan berpindah,kebakaran hutan, praktek pemanenan yang tidak efisen dan pengembanganinfrastruktur yang diikuti oleh perambahan hutan. Kondisi ini menuntut  7 penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain melalui konsep thewhole tree utilization, disamping meningkatkan penggunaan bahanberlignoselulosa non kayu, dan pengembangan produk-produk inovatif sebagaibahan bangunan pengganti kayu.Patut disayangkan, sampai saat ini kegiatan pemanenan dan pengolahankayu di Indonesia masih menghasilkan limbah dalam jumlah besar(Purwanto,1994) menyatakan komposisi limbah pada kegiatan pemanenan danindustri pengolahan kayu adalah sebagai berikut :1.Pada pemanenan kayu, limbah umumnya berbentuk kayu bulat,mencapai 66,16%2.Pada industri penggergajian limbah kayumeliputi serbuk gergaji10,6% dan sebetan 25,9% dan potongan 14,3%, dengan total limbahsebesar 50,8% dari jumlah bahan baku yang digunakan.3.Limbah pada industri kayu lapis meliputi limbah potongan 5,6%,serbuk gergaji 0,7%, sampah vinir basah 24,8%, sampah vinir kering12,6% sisa kupasan 11,0% dan potongan tepi kayu lapis 6,3%. Totallimbah kayu lapis ini sebesar 61,0% dari jumlah bahan baku yangdigunakan.Data Departemen Kehutanan dan Perkebunan tahun 1999/2000menunjukkan bahwa produksi kayu lapisIndonesia mencapai 4,61 juta m 3 sedangkan kayu gergajian mencapai 2,06 jutam3. Dengan asumsi limbah yangdihasilkan mencapai 61% maka diperkirakan limbah kayu yang dihasilkanmencapai lebih dari 5 juta m 3 (BPS, 2000).Limbah kayu berupa potongan log maupun sebetan telah dimanfaatkansebagai inti papan blok dan bahan baku papan partikel. Adapun limbah berupaserbuk kergaji pemanfaatannya masih belum optimal. Untuk industri besar danterpadu, limbah serbuk kayu gergajiansudah dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif yang dijual secara komersial. Namun untuk industripenggergajian kayu skala industri kecil yang jumlahnya mencapai ribuan unitdan tersebar di pedesaan, limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagaicontoh adalah pada industri penggergajian di Jambi yang berjumlah 150 buah  8 yang kesemuanya terletak ditepi sungai Batanghari, limbah kayu gergajian yangdihasilkan dibuang ke tepi sungai tersebut sehingga terjadi proses pendangkalandan pengecilan ruas sungai (Pari, 2002). Pada industri pengolahan kayu sebagianlimbah serbuk kayu biasanya digunakan sebagai bahan bakar tungku, ataudibakar begitu saja tanpa penggunaan yang berarti, sehingga dapat menimbulkanpencemaran lingkungan (Febrianto,1999). Dalam rangka efisiensi penggunaankayu perlu diupayakan pemanfaatan serbuk kayu menjadi produk yang lebihbermanfaat. 2.3.Karbon aktif  Arang merupakan istilah sehari-hari .sedangkan dalam istilah kimiadikenal dengan karbon aktif dan dalam dunia perdagangan karbon aktif dikenaldengan charcoal. Arang merupakan bahan padat yang berpori-pori danumumnya diperoleh dari pembakaran kayu,serbuk gergaji,ampastebu,tempurung kelapa,sabut kelapa atau bahan lain yang mengandungkarbon.Bahan tersebut mengalami proses karbonisasi dengan udara danmenghasilkan arang tetapi masih terdapat hidrokarbon pada permukaanya.Adapun perbedaan antara arang biasa dengan karbon aktif yaitu arang biasahasil pembakarannya berupa arang yang masih mengandung hidrokarbon,sedangkanpada arang aktif (karbon aktif) dilakukan proses penghilanganhidrokarbon yang dihasilkan pada saat pembakaran dengan carav dehidrasimenggunakan garam-garam dan asam antara lain: ZnCl 2 , CaCl 2 , NaCl, HCl,H 2 SO 4. Zat aktivator akan menresap dan memisahkanpermukaan yang mula-mula tertutup agar permukaan yang aktif bertambah besar akibat membukanyapori-pori agar arang tersebut menjadi aktif maka daya serap arang aktif akanlebih besar dibandingkan dengan arang biasa (Setiawan.D,2005)Arang dari sabut kelapa dan serbuk kayu ternyata sangat berpotensialuntuk diolah menjadi karbon aktif. Untuk mengelolah arang sabut kelapa danserbuk kayu menjadi karbon aktif dilihat dari kualitas arang tersebutberdasarkan tujuan penggunaannya. Menurut standar internasional telah ditetapkan mutunyadapat dilihat pada Tabel 1berikut ini :
Related Search

Next Document

RK3K

Related Documents
BAB II - Copy
Sep 20, 2017

BAB II - Copy

BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

BAB II Narkolepsi
Sep 20, 2017

BAB II Narkolepsi

BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

Bab II. Karbohidrat
Sep 20, 2017

Bab II. Karbohidrat

BAB II (fix)
Sep 20, 2017

BAB II (fix)

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks