BAB II

Publish in

Documents

3 views

Please download to get full document.

View again

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
KELAINAN BAWAAN
Transcript
  BAB IIPEMBAHASANA.Definisi Kelainan Kongenital Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbulsemenjak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematian setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama sering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat.Disamping pemeriksaan fisik, radiologi, laboratorik untuk menegakkan diagnosa kelainancongenital (prawirohardjo, 200!. Kelainan kongenital dapat mencapai kehidupan yang lebih besar, karena itu pada setiapkehamilan perlu melakukan pemeriksaan antenatal untuk dapat mengetahui kemungkinankelainan kongenital diantaranya dengan pemeriksaan ultrasonografi, pemeriksaan air ketuban,dan pemeriksaan darah janin. a.Faktor Penyebaba)Kelainan genetik dan kromosom !.Kelainan yang bersifat keturunan2!.#erdapat pada keluarga yang berdekatan b)faktor mekanis !.Kelainan deformitas terjadi disebabkan tekanan mekanis$ oligohidramnion,kehamilan ganda atau tripel. )karena infeksi !. %nfeksi &irus dapat menimbulkan kelainan kongenital diantaranya &irus rubela,yang terjadi saat pembentukan organ $ katarak, tuli, dan kelainan pada jantung2!. 'engaruh pada saat pembentukan organ Diantaranya obat penenang yang terkenal thalidomide yang menyebabkak folikomelia ( tangan dan kaki pendek! dan mikromelia ( tangan dan kaki kecil!. d)faktor !m!r !. makin tua usia untuk hamil, maka makin besar kemungkinan menderita kelainankongenital, diantaranya mongoloid ( sindrom down!. leh karna itu bidandiharapkan dapat memberikan pertimbangan kepada wanita untuk tidak hamil padaumur di atas ) tahun. 1  e)faktor gi i dan kelainan #ormon !. ibu dengan kekurangan gi*i dapat meningkatkan kemungkinan kelainan organterutama pada saat pembentukan organ tubuh 2!. 'enyakit hormonal ibu diantaranya diabetes melitus dapat meningkatkan kelainankongenital. B.NE$NA%&S DEN'AN KE(AINAN BAAAN *.BIBI+ S&MBIN' ,(ABI$ PA(A%$ S-HIIS)a.Definisi +dalah kelainan bawaan berupa bibir belah  palatum belah akibat dari kegagalan proses penutupan mailla selama masa embrio. b.Etiologi  mungkin mutasi genetik atau teratogen (*at yang dapat menyebabkankelainan pada janin, contohnya &irus atau bahan kimia!. .Manifestasi klinik   abioskisis yaitu distorsi pada hidung, tampak sebagian atau keduanyadan adanya celah pada bibir. 'alatoskisis yaitu tampak ada celah pada palatum,ada rongga pada hidung, distorsi hidung, teraba ada celah atau terbukanya langit-langit saat diperiksa dengan jari, kesukaran dalam menghisap atau makan. d. Kom/likasi  Kesulitan makan,gangguaan bicara dan pendengaran, terjadinya infeksitelinga, masalah gigi. e.Penatalaksanaan  'emenuhan kebutuhan nutrisi dengan posisi kepala bayi sedikitditegakkan, berikan minum dengan menggunakan sendok atau pipet,cegah bayi tersedak, tepuk punggung bayi setiap  m-)0 m minumanyang diminum, tetapi jangan diangkat dot selama bayi masih mengisap.  /elaskan pada orang tua tentang prosedur operasi, puasa enam jam, pemberian infus, perhatikan keadaan umum bayi.  /elaskan pembedahan pada labio sebelum kecacatan palato, perbaikandengan pembedahan usia 2-) hari atau sampai beberapa minggu.'embedahan pada palato dilakukan pada waktu  bulan dan  tahun, ada juga antara  bulan dan 2 tahun, tergantung pada derajat kecacatan. 1ntuk menutup celah bibir berdasarkan kriteria rule of ten yaitu umur  0minggu () bulan!,  kg, leukosit  000 u. 3ara operasi yang umumdipakai adalah cara mungkin ( -24 bulan! sebelum anak mampu bicara.+wal fasilitas penutupan adalah untuk perkembangan bicara. 2  0.HIS-HSP+&N'a.Definisi 'enyakit ini merupakan suatu kelainan bawaan berupa aganglionik usus yangdimulai dari sfingter ani internal ke arah proksimal dengan panjang yang ber&ariasidan termasuk anus sampai rektum atau juga dikatakan sebagai suatu kelainankongenital dimana tidak terdapat sel gaglion parasimpatik dari pleksus parasimpatik dan e&aluasi usus secara spontan, sfingter rektum tidak dapat berelaksasi, tidak mampu mencegah keluarnya feses secara spontan kemudian dapat menyebabkan isiusus terdorong ke bagian segmen yang tidak ada ganglion dan akhirnya feses dapatterkumpul pada bagian tersebut sehingga dapat menyebabkan dilatasi usus proksimal. b.Penatalaksanaan a!5emantau fungsi usus dan karakteristik feses. b!5emberikan spooling dengan air garam, fisiologis apabila tidak ada kontraindikasilain.c!'enatalaksanaan medis dengan cara pembedahan. +da dua tahap pembedahan pertama dengan kolostomi loop atau double berrel dimanadiharapkan tonus dan ukuran usus yang dilatasi dan hipertrofi dapat kembali normaldalam waktu )-4 bulan. #erdapat ) prosedur dalam pembedahan, diantaranya sebagai berikut$ !. 'rosedur duhamel dengan cara penarikan kolon normal ke arah bawah danganda, yaitu selubung aganglionik dan bagian posterior kolon normal yang telahditarik.2!. 'resedur sweson yaitu membuang bagian aganglionik kemudianmenganastomosiskan end to end pada kolon yang berganglion dengan salurananal yang mengalami dilatasi dan pemotongan sfingter dilakukan pada bagian posterior.)!. 'rosedur soa&e yaitu dengan cara membiarkan dinding otot dari segmenektum otot tetap utuh kemudian kolon bersaraf normal ditarik sampai ke anustempat dilakukannya anastomosis antara kolon normal dan jaringan ototrektosigmoid yang tersisa.d. pantau status hidrasi dengan cara mengukur intake dan output cairan tubuh. 3  e. mengobser&asi membran mukosa, turgor kulit, produksi urine dan status cairan.f. memantau perubahan status nutrisi antara lain turgor ulit dan asupan nutrisi.g. melakukan pemberian nutrisi parenteral apabila secara oral tidak memungkinanh. melakukan pemberian nutrisi dengan tinggi kalori, tinggi protein. .Pemeriksaan a.'emeriksaan fisik  'ada neonatus biasa ditemukan perut kembung karena mengalami obstipasi.6ila dilakukan colok dubur maka sewaktu jari ditarik keluar maka feses akanmenyemprot keluar dalam jumlah yang banyak dan tampak perut anak sudahkembali normal. 'emeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui bau dari feses,kotoran yang menumpuk dan menyumbat pada usus bagian bawah dan akanterjadi pembusukan. b.'emeriksaan radiologi 'emeriksaan radiologi merupakan pemeriksaan penting pada penyakit7irschsprung. 'emeriksaan foto polos abdomen dan khususnya pemeriksaanenema barium merupakan pemeriksaan diagnostik terpenting untuk mendeteksi penyakit 7irschsprung secara dini pada neonatus. 'ada foto polos abdomen dapatdijumpai gambaran obstruksi usus letak rendah, meski pada bayi masih sulituntuk membedakan usus halus dan usus besar. 'emeriksaan yang merupakan standar dalam menegakkan diagnosa penyakit 7irschsprung adalah enema barium, dimana akan dijumpai tiga tandakhas yaitu adanya daerah penyempitan di bagian rektum ke proksimal yang panjangnya ber&ariasi, terdapat daerah transisi, terlihat di proksimal daerah penyempitan ke arah daerah dilatasi, serta terdapat daerah pelebaran lumen di proksimal daerah transisi. +pabila dari foto barium enema tidak terlihat tanda-tanda khas penyakit 7irschsprung, maka dapat dilanjutkan dengan foto retensi barium, yaknifoto setelah 24-48 jam barium dibiarkan membaur dengan feses. 9ambarankhasnya adalah terlihatnya barium yang membaur dengan feses ke arah proksimalkolon. :edangkan pada penderita yang tidak mengalami 7irschsprung namun 4
Related Search

Previous Document

BAB 5

Next Document

157*.doc

Related Documents
BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

BAB II - Copy
Sep 20, 2017

BAB II - Copy

BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

BAB II Narkolepsi
Sep 20, 2017

BAB II Narkolepsi

BAB II
Sep 20, 2017

BAB II

Bab II. Karbohidrat
Sep 20, 2017

Bab II. Karbohidrat

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks