DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Publish in

Documents

24 views

Please download to get full document.

View again

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Putusan PK
Transcript
    ak  a  m  a   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   k  a  m  a   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   b   l   i   k    I  n  d  o  n  e  s   i   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   b   l   i   k    I  n  d  o  n  e  s   i   k    I  n  d  o  n  e Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id P U T U S A N NO . 51 PK/AG/2008 BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata agama dalam peninjauan kembali telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara : PEMOHON KASASI , bertempat tinggal di KOTA BOGOR, dalam hal ini memberi kuasa kepada: 1. Al Fathiah Surachman, SH, 2. Nandang Kusnadi, S.H. 3. Denny Sumanjaya, S.H., para Advokat, berkantor di Jalan Raya Tajur No. 162 G Bogor, Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Kasasi/Pemohon/ Terbanding ; melawan: TERMOHON KASASI , bertempat tinggal di KOTA JAKARTA SELATAN, Termohon Peninjauan Kembali dahulu Termohon Kasasi/Termohon/Pembanding ; Mahkamah Agung tersebut ; Membaca surat-surat yang bersangkutan ; Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Kasasi/Pemohon/Terbanding telah mengajukan permohonan peninjauan kembali terhadap putusan Mahkamah  Agung No. 83 K/AG/2006 tanggal 21 Juni 2007 yang telah berkekuatan hukum tetap, dalam perkaranya melawan Termohon Peninjauan Kembali dahulu Termohon Kasasi/Termohon/Pembanding dengan posita gugatan sebagai berikut: Bahwa Pemohon telah melangsungkan pernikahan dengan Termohon pada tanggal 8 September 1990, di hadapan Pejabat Kantor Urusan Agama, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan, sebagaimana tercantum dalam kutipan  Akta Nikah No. 569/17/IX/l990, yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan; Bahwa proses pernikahan dimaksud di atas dilakukan tidak dilandasi atau dilatarbelakangi oleh rasa cinta Pemohon, dikarenakan pada waktu itu Pemohon sedang berada di Banda Aceh, kemudian Termohon menyurati Pemohon agar datang ke Jakarta untuk menyelesaikan masalah ; Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :    Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1    ak  a  m  a   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   k  a  m  a   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   b   l   i   k    I  n  d  o  n  e  s   i   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   b   l   i   k    I  n  d  o  n  e  s   i   k    I  n  d  o  n  e Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bahwa akhirnya pemohon berangkat ke Jakarta pada awal September 1990 ternyata setelah sampai di Jakarta, Termohon telah mempersiapkan pernikahan dengan Pemohon dengan kata lain Pemohon merasa telah di jebak ; Bahwa pada waktu pernikahan terjadi, Pemohon masih sebagai Mahasiswa dan kuliah di Banda Aceh dan setelah pernikahan selesai, Pemohon kembali lagi ke Banda Aceh; Bahwa pada bulan Oktober 1990 Pemohon dengan seizin orang-tua Pemohon telah mengirimkan surat talak 3 yang bermeterai kepada Termohon dan ditandatangani oleh 2 (dua) orang saksi yang bernama SAKSI I dan SAKSI II; Bahwa dengan telah dikirimkannya surat talak 3 dari Pemohon kepada Termohon, ternyata tidak ada bantahan dari Termohon, sehingga Pemohon beranggapan bahwa persoalan tersebut telah selesai; Bahwa pada tahun 1995 Pemohon diangkat menjadi PNS SPP Negeri Ladong Aceh dan pada tahun 1999 Pemohon telah dipindahkan tugasnya ke SEKOLAH TINGGI; Bahwa sejak tahun 1990 sampai dengan sekarang (+13 tahun) Pemohon dan Termohon tidak pernah hidup dalam satu keluarga dan komunikasi tidak pernah ada, sehingga suatu rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah tidak pernah terwujud antara Pemohon dan Termohon; Bahwa atas dasar hal-hal tersebut di atas, maka sesuai dengan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 Tahun 1975 Pemohon mempunyai alasan untuk mengajukan permohonan menjatuhkan talak; Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Pemohon mohon kepada Pengadilan Agama Jakarta Selatan agar memberikan putusan sebagai berikut: PRIMAIR: 1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya; 2. Memberikan izin kepada Pemohon, PEMOHON KASASI, untuk Ikrar talak kepada Termohon, TERMOHON KASASI; 3. Menyatakan perkawinan antara Pemohon, PEMOHON KASASI dengan Termohon, TERMOHON KASASI yang dilangsungkan di hadapan Pejabat Kantor Urusan Agama Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, sebagaimana tercantum dalam Kutipan Akta Nikah, Nomor : 569/17/1X/1990, dikeluarkan oleh KUA Kecamatan Setia Budi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta putus karena perceraian; 4. Biaya-biaya menurut hukum; Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :    Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2     ak  a  m  a   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   k  a  m  a   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   b   l   i   k    I  n  d  o  n  e  s   i   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   b   l   i   k    I  n  d  o  n  e  s   i   k    I  n  d  o  n  e Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id SUBSIDAIR: - Apabila Pengadilan Agama Jakarta Selatan berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono); Menimbang, bahwa terhadap permohonan tersebut, Termohon telah menyangkal dalil-dalil permohonan tersebut dan sebaliknya mengajukan gugatan balik (rekonvensi) yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut: Bahwa ternyata Tergugat Rekonvensi sudah menikah lagi dengan perempuan lain pada bulan Desember 1995 dan telah memiliki dua orang anak tanpa sepengetahuan Penggugat Rekonvensi; Bahwa Penggugat Rekonvensi telah diterlantarkan oleh Tergugat Rekonvensi selama 13 tahun dan Tergugat Rekonvensi sama sekali tidak pernah memberi nafkah apapun kepada Penggugat Rekonvensi dan anaknya; Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat dalam rekonvensi menuntut kepada Pengadilan Agama Jakarta Selatan supaya memberikan putusan sebagai berikut: PRIMAIR: 1. Menolak seluruh pernyataan Pemohon; 2. Menyatakan perkawinan antara Pemohon PEMOHON KASASI dan Termohon TERMOHON KASASIpada tanggal 8 September 1990 sampai saat ini adalah sah menurut hukum; 3. Menolak untuk memberi izin kepada Pemohon untuk ikrar talak kepada Termohon; 4. Menyatakan perkawinan Pemohon dengan isteri kedua Pemohon yang dinikahi tanpa seizin Termohon sebagai isteri pertama dinyatakan batal demi hukum; 5. Menghukum Pemohon untuk membayar uang nafkah terhutang selama 13 tahun perkawinan dengan Termohon; 6. Menghukum Pemohon membayar biaya perkara; SUBSIDAIR: -  Apabila Majelis Hakim pemeriksa perkara perdata No. 1294/Pdt.G/2003/ PA.JS Pengadilan Agama Jakarta Selatan berpendapat lain, mohon kiranya menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono); Menimbang, bahwa amar putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No. 1294/Pdt.G/2003/PA.JS.tanggal 13 Mei 2004 M. bertepatan dengan tanggal 23 Rabiul Awal 1425 H. yang amarnya sebagai berikut: DALAM KONVENSI: Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :    Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3     ak  a  m  a   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   k  a  m  a   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   b   l   i   k    I  n  d  o  n  e  s   i   h   A  g   u  n  g     R  e  p  u   b   l   i   k    I  n  d  o  n  e  s   i   k    I  n  d  o  n  e Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian; 2. Memberi izin kepada Pemohon (PEMOHON KASASI) untuk mengikrarkan talak terhadap Termohon (TERMOHON KASASI); 3. Tidak menerima permohonan Pemohon untuk selebihnya; DALAM REKONVENSI: 1. Menolak gugat rekonvensi Termohon untuk seluruhnya; DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI: 1. Menghukum Pemohon untuk membayar kepada Termohon uang mut'ah sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah); 2. Membebankan biaya perkara sebesar Rp 237.000,- (dua ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) kepada Pemohon; Menimbang, bahwa amar putusan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta No. 88/Pdt/2004/PTA.JK. tanggal 27 Januari 2005 M. bertepatan dengan tanggal 17 Dzulhijjah 1425 H. adalah sebagai berikut: - Menyatakan bahwa permohonan banding Termohon Konvensi/Pemohon Rekonvensi dapat diterima; DALAM KONVENSI : - Menguatkan putusan Pengadiian Agama Jakarta Selatan Nomor: 1294/Pdl.G/2003/PA.JS tanggal 13 Mei 2004 M. bertepatan dengan tanggal 23 Rabiul Awal 1425 H. yang dimohonkan banding; DALAM REKONVENSI: - Membatalkan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor : 1294/ Pdt.G/2003/PA.JS tanggal 13 Mei 2004 M. bertepatan dengan tanggal 23 Rabiul Awal 1425 H. yang dimohonkan banding; Dan dengan mengadili sendiri: 1. Mengabulkan gugat rekonvensi dari Pemohon Rekonvensi untuk sebagian; 2. Menghukum Termohon Rekonvensi untuk membayar nafkah lampau kepada Pemohon Rekonvensi selama 13 tahun sebesar Rp 78.000.000,- (tujuh puluh delapan juta rupiah); 3. Menolak selain dan selebihnya; DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI: -  Menghukum Pemohon untuk membayar uang mut’ah Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) kepada Termohon; Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :    Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4 
Related Search

Previous Document

INJEKSI AMINOFILIN

Next Document

Cirque du Soleil

Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks