lapsus adhd.docx

Publish in

Documents

23 views

Please download to get full document.

View again

of 55
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
1 BAB I PENDAHULUAN Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) merupakan kondisi kronis yang mempengaruhi jutaan anak dan seringkali menetap hingga dewasa. Pada awalnya ADHD disebut ADD (Attention Deficit Disorder) atau gangguan defisit atensi yang pertama kali
Transcript
  1   BAB I PENDAHULUAN  Attention Deficit Hyperactivity Disorder   (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) merupakan kondisi kronis yang mempengaruhi jutaan anak dan seringkali menetap hingga dewasa. Pada awalnya ADHD disebut ADD (  Attention Deficit Disorder)  atau gangguan defisit atensi yang  pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980 dalam  Diagnostic and Statistical  Manual of Mental Disorders  (DSM) III edisi ketiga. Saat ini ADD dikenal dengan ADHD karena menggambarkan aspek inatensi dan perilaku hiperaktif serta impulsif. 1,2 ADHD merupakan gangguan neurobehavioral   pada anak yang terbanyak, meliputi kira-kira 50% yang dirujuk ke neurologis anak, neuropsikologis  , behavioral pediatrician , dan psikiatri anak. 3 Prevalensi gangguan ini sebesar 2,2% untuk tipe hiperaktif-impulsif, 5,3% untuk tipe campuran hiperaktif-impulsif dan inatensi, serta 15,3% untuk ADHD tipe inatensi. 4  Terjadi pada 3-5% populasi anak dan didiagnosa 2-16% pada anak usia sekolah. Terdapat kecenderungan ADHD lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan dengan  perbandingan 3 : 1. 5 Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40-50% kasus ADHD menetap pada masa remaja, bahkan sampai dewasa. Bila menetap sampai remaja, dapat memunculkan masalah lain seperti kenakalan remaja, gangguan kepribadian antisosial, dan cenderung terlibat penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Diagnosis ADHD tidak dapat ditegakkan dengan  pemeriksaan laboratorium atau alat kedokteran. Wawancara terhadap orang tua merupakan hal yang sangat penting. Selain itu, diperlukan laporan dari sekolah mengenai gangguan tingkah laku, kesulitan belajar, dan kurangnya prestasi akademis oleh guru. 1,2  Penanganan ADHD perlu melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam suatu tim kerja yang terdiri dari dokter spesialis anak, psikiater, dokter spesialis saraf, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, psikolog, pendidik, pekerja sosial, dan  2   keluarga. Penanganan ADHD membutuhkan evaluasi jangka panjang dan berulang untuk dapat menilai keberhasilan terapi. Penanganan ADHD biasanya berupa terapi obat, terapi perilaku, dan perbaikan lingkungan. 1,2    3   BAB II LAPORAN KASUS I. IDENTITAS 1.   Identitas Penderita  Nama penderita : An. D.A. Jenis Kelamin : Laki-laki Usia : 5 tahun 6 bulan 2.   Identitas Orangtua  Nama Ibu : Ny. M Nama Ayah : Tn. M.J. Usia : 35 tahun Usia : 40 tahun Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA Pekerjaan : IRT Pekerjaan : PNS Alamat : Jl. P. Samudra Alamat : Jl. P. Samudra II. ANAMNESIS Alloanamnesis dengan ibu kandung penderita, pada tanggal 8 Maret 2017,  pukul 09.00 WIB. 1.   Keluhan Utama : Anak hiperaktif 2.   Riwayat Penyakit Sekarang Pasien dibawa oleh ibunya ke Poli Anak Rumah Sakit dr. Doris Sylvanus dengan keluhan: anak hiperaktif. Menurut ibu, anaknya jarang bersikap tenang. Pasien sering berlari kesana-kemari, melompat, berguling-guling, serta memanjat meja dan kursi. Pasien sering berganti-ganti  permainan.Saat bermain pasien seperti berada dalam dunianya sendiri. Pasien sulit disuruh duduk diam walaupun sebentar. Pasien juga sering tidak fokus saat menjalankan tugas. Perhatian pasien sering teralihkan saat melakukan kegiatannya sehingga pasien tidak tuntas dalam melaksanakan  pekerjaannya. Keadaan seperti ini mulai terlihat saat pasien berusia ± 2 tahun. Pasien terkadang kesulitan dalam menerima perintah, misalnya  4   mengambilkan barang. Terkadang pasien masih patuh terhadap instruksi sederhana, seperti menggambar lingkaran namun bentuknya tidak simetris, dapat disuruh duduk beberapa menit namun setelah itu pasien  berjalan kesana-kemari. Pasien mampu berkomunikasi seperti menyahut saat namanya dipanggil, memberitahu keinginannya, tertawa, menyahut saat diajak bicara, namun kalimatnya tidak jelas. Pasien masih sulit menerima maksud pertanyaan, saat ditanya pasien hanya diam atau bertingkah semaunya. Pasien masih  bisa diarahkan untuk aktifitas sehari hari seperti makan dan mandi. Selain itu ibu mengatakan anaknya sering mengamuk jika keinginannya tidak dituruti, terkadang pasien mengamuk tanpa alasan yang jelas. Saat mengamuk pasien terkadang bisa membentur-benturkan kepalanya sendiri ke dinding, berguling-guling di lantai, berteriak, melempar barang, bahkan memukul. Pasien belum lancar bicara. Saat ini hanya berbicara beberapa kata, sisanya kalimat tidak jelas. Pasien bisa bernyanyi dan meniru apa yang dikatakan oleh orang lain, namun kata-katanya tidak jelas, terkadang terdengar hanya seperti bergumam. Pasien juga kesulitan dalam menerima pelajaran. Saat  belajar pasien sulit memusatkan perhatiannya dan lambat dalam menerima  pelajaran. Saat ini pasien bisa berjalan, berlari, menendang barang, memainkan hp sendiri, bisa mencoret-coret kertas. Saat umur 3 tahun 9 bulan pasien pernah disekolahkan di TK. Saat  bersekolah pasien bisa menyebutkan angka 1-10 tapi tidak bisa menuliskannya, bisa menyebutkan susunan huruf tapi tidak sampai habis, mengetahui warna hijau, biru, dan kuning, bisa membaca doa dan hapal ayat Al-Quran tapi kalimat yang disebutkan tidak jelas. Namun di sekolah  pasien sering mengamuk, berkelahi dengan temannya, memukul tanpa alasan yang jelas, dan tidak patuh pada gurunya, karena itu pasien dikeluarkan dari sekolah. Saat ini pasien tidak bisa lagi menyebutkan angka, huruf, warna, dan membaca doa.
Related Documents
ADHD.docx
Sep 20, 2017

ADHD.docx

LAPSUS DEPRESI.docx
Sep 21, 2017

LAPSUS DEPRESI.docx

Lapsus Demensia.docx
Sep 21, 2017

Lapsus Demensia.docx

Lapsus Demensia.docx
Sep 21, 2017

Lapsus Demensia.docx

Lapsus Jiwa.docx
Sep 22, 2017

Lapsus Jiwa.docx

Lapsus Asma.docx
Sep 22, 2017

Lapsus Asma.docx

LAPSUS INTERNA.docx
Sep 24, 2017

LAPSUS INTERNA.docx

lapsus HNP.docx
Sep 25, 2017

lapsus HNP.docx

lapsus-OMSK.docx
Sep 26, 2017

lapsus-OMSK.docx

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks