MANAJEMEN LABORATORIUM BIOLOGI BEBERAPA SMA SWASTA DI KOTA JAMBI Jurnal Sainmatika

Publish in

Documents

21 views

Please download to get full document.

View again

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
test 2
Transcript
  Jurnal Sainmatika Vol 7 No 1 2013 ISSN 1979-0910   MANAJEMEN LABORATORIUM BIOLOGI BEBERAPA SMA SWASTA DI KOTA JAMBI Oleh: Afreni Hamidah 1)  Novita Sari 1)  Retni S.Budianingsih 1) 1 )Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Jambi Email: reniamd@yahoo.co.id ABSTRAK Keberadaan laboratorium di sekolah sangat penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar biologi. Adanya laboratorium diharapkan proses  pengajaran IPA dapat dilaksanakan seoptimal mungkin. Setiap laboratorium di sekolah sudah seharusnya memiliki manajemen laboratorium yang baik, agar kegiatan praktikum dapat terlaksana dengan lancar. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis manajemen laboratorium biologi yang telah dilakukan oleh pengelola laboratorium beberapa SMA Swasta di Kota Jambi.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif.Subjek penelitian ini adalah kepala laboratorium dan guru biologi  beberapa SMA swasta di Kota Jambi. Sekolah-sekolah tersebut adalah sekolah yang  berakreditasi A (SMA Xaverius 1, SMA Xaverius 2, SMA Ferdy Ferry Putra, SMA Unggul Sakti, dan SMA Nusantara) dan berakreditasi B (SMA Islam Al-Falah, SMA Yadika, SMA Dharma Bhakti 4, SMA Adhyaksa 1, SMA Dharma Bhakti 3, dan SMA PGRI 2) yang ditetapkan tahun 2011. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lembar observasi alat dan  bahan praktikum biologi menggunakan skala bertingkat ( rating scale ).Setelah itu observasi, wawancara serta dokumentasi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat indikator manajemen laboratorium (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) dengan 29 rincian dapat dilihat bahwa manajemen laboratorium biologi di tujuh SMA swasta di Kota Jambi yang telah diteliti belum terlaksana dengan baik. Dari tujuh sekolah tersebut, manajemen laboratorium biologi yang terbaik yaitu SMA Yadika dengan memenuhi 18 dari 29 rincian yang ada. Berdasarkan hasil penelitian disarankan setiap sekolah, laboratorium  biologinya harus memiliki manajemen laboratorium yang baik agar kegiatan  praktikum dapat terlaksana dengan efektif dan efisien, karena alat dan bahan laboratorium yang lengkap belum tentu dapat berfungsi dengan baik jika tidak didukung oleh manajemen yang baik. Selain itu, laboratorium juga harus memiliki teknisi dan laboran, karena peran teknisi dan laboran sangat dibutuhkan untuk membantu tugas kepala laboratorium dalam memanajemen laboratorium. Kata kunci: Manajemen, Laboratorium Biologi   Jurnal Sainmatika Vol 7 No 1 2013 ISSN 1979-0910   Page 2 PENDAHULUAN Keberadaan laboratorium di sekolah sangat penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar biologi, karena ada beberapa materi yang dalam memahaminya perlu melakukan pengamatan atau percobaan di laboratorium. Selain itu, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang dapat menunjang proses  pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan salah satunya yaitu ruang laboratorium. Adanya laboratorium diharapkan proses pengajaran IPA dapat dilaksanakan seoptimal mungkin, meskipun bukan berarti IPA tidak dapat diajarkan tanpa laboratorium. Oleh karena itu, laboratorium merupakan bagian integral dari kegiatan  belajar mengajar IPA. Ada empat alasan menurut Rustaman dalam  Anonim (2013:1-2) yang menguatkan peran laboratorium dalam pembelajaran di sekolah, yaitu: a) Praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA, b) Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen, c) Praktikum menjadi wahana belajar  pendekatan ilmiah, d) Praktikum menunjang materi pelajaran. Bangkitnya motivasi siswa dalam belajar biologi dengan adanya laboratorium dapat meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Hal ini dapat dilihat dari hasil  penelitian Sobiroh (2005) mengenai pemanfaatan laboratorium untuk meningkatkan hasil belajar biologi yang dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan laboratorium dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas 2 SMA se-Kabupaten Banjarnegara semester 1 tahun 2004/2005. Sardiman (2011:85) juga menjelaskan bahwa motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Manajemen dapat didefinisikan sebagai kegiatan mengelola berbagai sumber daya dengan cara bekerja sama dengan orang lain melalui proses tertentu untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien (Barnawi & Arifin, 2012:13). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen laboratorium biologi adalah suatu rangkaian kegiatan meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian,   Jurnal Sainmatika Vol 7 No 1 2013 ISSN 1979-0910   Page 3  pelaksanaan, dan pengawasan yang berupa proses pengelolaan laboratorium biologi agar kegiatan laboratorium dapat terlaksana dengan efektif dan efisien. Setiap laboratorium di sekolah sudah seharusnya memiliki manajemen laboratorium yang baik, agar kegiatan praktikum dapat terlaksana dengan lancar. Menurut Suyanta (2010:1), manajemen laboratorium ( laboratory management  ) adalah usaha untuk mengelola laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat laboratorium yang canggih dan staf profesional yang terampil belum tentu dapat berfungsi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium yang baik. Berdasarkan hasil observasi awal di beberapa SMA swasta di Kota Jambi terlihat bahwa ada sekolah yang telah memiliki laboratorium tetapi tidak pernah digunakan dalam proses pembelajarannya. Antara laboratorium fisika, kimia, dan  biologi ruangannya masih digabung. Ada juga sekolah yang laboratoriumnya masih  berupa ruang yang di dalamnya tidak terdapat wastafel, kursi dan meja, sehingga hanya dijadikan sebagai tempat menyimpan alat-alat praktikum IPA serta alat-alat olahraga.Saat ada kegiatan praktikum, guru bersama siswa melakukannya di dalam kelas dengan membawa alat dan bahan yang dibutuhkan.Hal-hal tersebut dapat terjadi karena manajemen laboratorium yang belum berjalan dengan baik. Berdasarkan permasalahan tersebut dan belum adanya penelitian mengenai gambaran manajemen laboratorium biologi SMA swasta di Kota Jambi, maka peneliti melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Mana  jemen Laboratorium Biologi Beberapa SMA Swasta di Kota Jambi”.   METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif.Subjek penelitian ini adalah kepala laboratorium dan guru biologi beberapa SMA swasta di Kota Jambi. Sekolah-sekolah tersebut adalah sekolah yang berakreditasi A dan berakreditasi B yang ditetapkan tahun 2011. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Nusantara, SMA Islam Al-Falah,   Jurnal Sainmatika Vol 7 No 1 2013 ISSN 1979-0910   Page 4 SMA Yadika, SMA Dharma Bhakti 4, SMA Adhyaksa 1, SMA Dharma Bhakti 3, dan SMA PGRI 2 pada bulan November 2013. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. Observasi Observasi yang dilakukan adalah observasi sistematis dengan menggunakan lembar observasi yang mengacu pada PERMENDIKNAS Nomor 24 Tahun 2007.Lembar observasi alat dan bahan praktikum dibuat dalam bentuk  sign system (sistem tanda) dengan menggunakan skala bertingkat ( rating scale)  yaitu: a.   Skor 4 = bila sangat lengkap (alat dan bahan praktikum jumlahnya sesuai atau lebih dari rasio yang ditetapkan pada PERMENDIKNAS Nomor 24 Tahun 2007).  b.   Skor 3 = bila lengkap (alat dan bahan praktikum jumlahnya kurang dari rasio yang ditetapkan dan lebih dari setengah dari rasio yang ditetapkan). c.   Skor 2 = bila tidak lengkap (alat dan bahan praktikum jumlahnya setengah dari rasio yang ditetapkan). d.   Skor 1 = bila sangat tidak lengkap (alat dan bahan praktikum jumlahnya kurang dari setengah dari rasio yang ditetapkan) 2. Wawancara Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis wawancara terstruktur, yang diwawancarai adalah kepala laboratorium dan guru biologi.Sebelum digunakan di lapangan, pedoman wawancara terstruktur divalidasi terlebih dahulu oleh dosen yang telah ditunjuk sebagai validator. 3. Dokumentasi Dokumentasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan buku-buku catatan dalam administrasi laboratorium, jadwal, struktur organisasi, dan tata tertib laboratorium  biologi. Data yang diperoleh dari hasil observasi alat dan bahan praktikum dihitung dengan cara mengkalikan hasil bagi skor riil dengan skor ideal dengan seratus persen (Sugiyono, 2008:137), dengan rumus sebagai berikut:
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks