Activity Based Costing

Publish in

Documents

75 views

Please download to get full document.

View again

of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Activity Based Costing
Transcript
  TUGAS SEMINAR AKUNTANSI MANAJEMEN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) OLEH: KELOMPOK II    BAIQ SEGA VANESSA AGNES A1C 014 019    DIAN ASTUTI A1C 014 027    EGA NURFATHIAH HANDAYANI A1C 014 029    ESTI AISYAH SARAH A1C 014 033    DIAN DINIATI A1C 211 033 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MATARAM 2017  PEMBAHASAN 1.   Pengertian Biaya Devinisi biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang dihitung dalam suatu uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Istilah cost atau biaya dapat dinyatakan sebagai kas atau nilai setara membawa manfaat sekarang atau masa yang akan datang. Sedangkan kerugian adalah biaya sumber daya yang telah atau akan dikorbankan untuk mewujudkan tujuan tertentu namun pengorbanan tersebut tidak menghasilkan pendapatkan sebagaimana yang diharapkan (Mulyadi, 2003). Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen yang dikorbankan untuk mendapatkan  barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau dimasa dating bagi organisasi (Hansen dan Mowen 2006). Hasen dan Mowen (2009) dalam jurnal Andri, mengklasifikasikan biaya menurut perilakunya. Dalam menilai perilaku biaya, pertama yang harus dipertimbangkan adalah batasan waktu, dalam jangka panjang, semua biaya adalah variabel, sedangkan dalam jangka pendek, paling tidak satu biaya adalah biaya tetap. Kemudian harus diidentifikasi sumber-sumber yang dibutuhkan dan output aktivitas. Terakhir, harus diukur input dan output dan menentukan pengaruh perubahan output pada biaya aktivitas. Perubahan lingkungan bisnis, dipicu oleh persaingan global dan inovasi teknologi, yang telah menyebabkan inovasi dalam penggunaan informasi dalam organisasi, baik informasi keuangan dan non-keuangan. lingkungan baru dalam organisasi menuntut informasi dan data yang relevan pada biaya dan kinerja kegiatan, proses, produk, layanan dan pelanggan. Biasanya, perusahaan terkemuka menggunakan sistem biaya mereka untuk : 1)   Desain produk dan jasa yang memenuhi harapan pelanggan yang lebih baik dan dapat diproduksi serta dikirim sehingga menghasilkan laba; 2)   Sinyal didalam perusahaan perlu diperbaiki terus secara berkelanjutan dan tidak  berkelanjutan dalam kualitas, efisiensi dan kecepatan nya; 3)   Membantu karyawan dalam belajar dan kegiatan pengembangan yang berkelanjutan 4)   Panduan bauran produk dan keputusan investasi;  5)    Negosiasi dengan pelanggan tentang harga, fitur produk, kualitas, pengiriman dan  pelayanan; 6)   Distribusi dan proses pelayanan yang efisien dan efektif untuk pasar dan segmen target pelanggan.  Namun, banyak perusahaan tidak mendapatkan keuntungan kompetitif dari sistem  biaya yang meningkat tersebut karena mereka bergantung pada informasi dari biaya sistem yang dirancang untuk teknologi sederhana ketika terjadi persaingan lokal dan global, perusahaan juga memproduksi produk dan jasa standar serta kecepatan, kualitas dan kinerja yang kurang begitu penting bagi keberhasilan. Penggunaan system manajer ini tidak memiliki informasi yang tepat waktu dan relevan dalam memandu kegiatan  perbaikan yang mereka lakukan, dan mereka tidak memiliki informasi yang valid dan akurat untuk membuat keputusan strategis mereka tentang proses, produk, layanan dan  pelanggan. Saat ini perusahaan dan manajer memerlukan sistem biaya untuk melakukan tiga fungsi utama seperti berikut: 1)   Penilaian persediaan dan harga pokok penjualan untuk pengukuran pelaporan keuangan - karena keadaan eksternal dengan investor, kreditur, regulator dan otoritas; 2)   Perkiraan biaya kegiatan, produk, layanan dan pelanggan - untuk manajer internal yang perlu memahami serta meningkatkan penghematan operasi mereka; 3)   Memberikan informasi mengenai biaya ekonomi yang akurat dan tepat waktu dan feedback kepada manajer serta operator dari efisiensi proses untuk membuat keputusan, baik strategis maupun operasional. Dalam kondisi ini manajer perlu memikirkan kembali praktik manajerial mereka dan hal ini terkait erat dengan keharusan mereka dalam membentuk kembali sistem akuntansi saat ini, terutama sistem akuntansi manajerial. Dalam menanggapi perubahan ini peneliti mengembangkan penelitian mereka untuk mempelajari perubahan dan inovasi dalam akuntansi manajerial, serta menjadi saksi dari re-evaluasi akuntansi manajerial dalam hal teknik pengembangan dan sistem yang baru.  2.   Pengertian Activity Based Costing Wayne J. Morse, James R. Davis dan A. L. Hartgraves memberikan definisi Activity Based Costing (ABC), sebagai sistem alokasi dan realokasi biaya ke objek biaya atas dasar kegiatan yang menyebabkan biaya. Sistem ABC didasarkan pada premis  bahwa aktivitas menyebabkan biaya dan biaya kegiatan tersebut dialokasikan ke objek  biaya berdasarkan biaya kegiatan yang dikonsumsi. Sistem ABC menelusuri biaya yang dikeluarkan untuk produk sebagai aktivitas dasar yang digunakan untuk menghasilkan  produk. Menurut Garrison definisi dari Activity Based Costing (ABC), yakni sebagai metode untuk menghitung biaya yang menciptakan biaya kelompok untuk setiap  peristiwa atau transaksi (aktivitas) dalam suatu organisasi yang berfungsi sebagai biaya  penguat. biaya overhead kemudian dialokasikan ke produk dan jasa atas dasar banyaknya kejadian atau transaksi produk atau jasa yang dihasilkan. Horngren, Sundem dan Stratton memberikan definisi Activity Based Costing (ABC), sebagai sistem biaya pendekatan yang berfokus pada aktivitas sebagai objek  biaya yang mendasar. Sistem ABC menggunakan biaya sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya ke objek biaya lainnya seperti produk, jasa, atau pelanggan. Tujuan ABC pertama adalah untuk menetapkan biaya aktivitas yang terjadi di berbagai departemen pabrik, yang menciptakan biaya overhead pabrik dan kemudian mengaitkan kegiatan ini dengan produk. Berdasarkan ABC pengendali biaya yang digunakan, merupakan pendorong dari pekerjaan yang sedang dibuat atau dihasilkan dalam kegiatan yang mendorong munculnya biaya. CIMA menentukan pengendalian sebagai kegiatan yang menghasilkan oleh biaya. Blocher (2007) dalam jurnal Octavian mendefinisikan Activity Based Costing System (ABC System) adalah pendekatan perhitungan biaya yang membebankan biaya sumber daya ke objek biaya seperti produk, jasa, atau pelanggan berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk obyek biaya tersebut. Daljono (2011) mendefinisikan Activity Based Costing System (ABC System) adalah BOP yang disebabkan oleh aktivitas dapat diusut ke unit produk individual  berdasarkan frekuensi pemakaian (pengkonsumsian) sumber daya overhead oleh setiap  produk.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks