Bob Sadino

Publish in

Documents

72 views

Please download to get full document.

View again

of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
bob sadino
Transcript
  Nama : Ayu anggraini NIM : 16/394291/PN/14530 Prodi : MSP “Bob Sadino”  Bercelana pendek  jeans , kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, dan kerap menyelipkan cangklong di mulutnya. Ya, itulah sosok pengusaha ternama Bob Sadino, seorang entrepreneur   sukses yang merintis usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Siapa sangka, pendiri dan pemilik tunggal “Kem Chicks” (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan kuli bangunan dengan upah harian Rp100. Bambang Mustari Sadino atau lebih akrab disapa dengan Bob Sadino merupakan seorang pengusaha sukses yang memiliki perjalanan panjang dalam meraih kemapanan. Om Bob sapaan yang sering diucapkan rekannya memulai usahanya dari titik nol. Pria kelahiran Lampung 9 Maret 1939 ini merupakan pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Lahir dari keluarga berkecukupan tidak membuat Bob Sadino tumbuh menjadi anak manja. Pada usia menginjak 19 tahun Bob ditinggalkan kedua orang tuanya menghadap Sang Pencipta. Kekayaan seluruhnya diwariskan kepadanya. Bob Sadino yang merupakan anak terakhir dan memiliki lima saudara kandung tidak membagikan warisan dari kedua orang tuanya. Dengan warisan dari orang tuanya, Bob Sadino memanfaatkan setengahnya untuk pergi dan tinggal di Belanda selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod yang bertempat di kota Amsterdam. Tidak hanya bekerja di sana, ia juga bertemu dengan seorang wanita Indonesia yang bernama Soelami Soejoed dan sekarang sudah menjadi istrinya. Pada tahun 1967, Bob Sadino beserta istrinya kembali ke Indonesia. Dari Belanda ke Indonesia, ia membawa dua Mobil Mercedes buatan tahun 1960-an yang ia miliki. Satu mobil miliknya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Tinggal di Indonesia, Bob Sadino bekerja di PT. UNILEVER Indonesia. Suatu hari ia memiliki keingan untuk bekerja secara mandiri sehingga ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Memanfaatkan satu mobil yang dimiliki, ia memulainya dengan menyewakan Mobil Mercedesnya dan ia sendiri yang menjadi sopirnya.Tidak berjalan dengan lancar, usaha pertamanya ini boleh dibilang gagal karena Mobil Mercedesnya yang ia sewakan mengalami kecelakan sehingga membuat mobil tersebut rusak parah, lebih parahnya lagi Bob Sadino tidak bisa memperbaiki mobil tersebut karena biaya perbaikan yang mahal. Tidak berhenti di situ saja, akhirnya Bob Sadino memutuskan untuk bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah harian yang boleh dibilang sedikit untuk lebih spesifiknya kami tidak tahu, ada beberapa sumber yang bilang dibayar sebesar Rp.100,- yang ia gunakan untuk menafkahi keluarganya.  Dengan kondisi seperti ini membuat Bob Sadino sedih, warisan peninggalan dari orang tuanya habis. Kehidupan yang tadinya berkecukupan sekarang berbanding terbalik. Namun dengan keadaan seperti ini tidak membuatnya untuk menyerah dan menerima keadaan begitu saja. Suatu hari ada seorang sahabat Bob Sadino yang memberikan saran untuk beternak dan berbisnis telur ayam negeri karena pada waktu itu telur ayam negeri masih jarang ada di pasaran. Melihat peluang tersebut kemudian ia menangkapnya itulah yang dilakukan, akhirnya ia menggeluti bisnis ini. Bersama istrinya, ia memulai bisnis dengan berjualan telur ayam negeri yang ia tawarkan dari pintu ke pintu kepada orang asing yang tinggal di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Suatu ketika Bob Sadino berpikir bahwa seekor ayam bisa mencari makanannya sendiri untuk menyambung hidup, apalagi seorang manusia yang telah dibekali dengan akal budi yang seharusnya tidak boleh kalah dengan ayam yang tidak dibekali dengan akal budi. Dimulai dari pemikiran inilah yang membuatnya menjadi seorang pengusaha hebat dalam berjuang yang tidak pantang menyerah sehingga menuntunnya menjadi seorang pengusaha yang berhasil di Indonesia. Pada tahun 1970, Bob Sadino mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama Kem Chicks, supermarket yang menyediakan beragam produk pangan impor untuk masyarakat Jakarta. Seiring dengan berjalannya waktu permintaan akan daging dan sosis semakin meningkat, maka tahun 1975 ia mendirikan sebuah perusahaan yang bernama Kem Food, pelopor industry daging olahan di Indonesia. Kem Food memproduksi berbagai jenis daging olahan seperti Sosis, Burger, dan Baso. Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu itulah salah satu kelemahan banyak orang terlalu banyak berpikir untuk membuat rencana sehingga membuatnya tidak segera melangkah, menurutnya yang paling penting dalam berbisnis adalah Tindakan . Itu sudah ditunjukan olehnya setelah jatuh bangun akhirnya ia dapat menguasai bidangnya. Selain itu, ia selalu ramah terhadap pelanggan, senang mendengarkan jika ada yang memberinya saran atau keluhan dari pelanggannya. Sikap seperti inilah yang membuatnya meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurutnya kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.  Alasan saya mengidolakan Bob Sadino adalah Ia merupakan orang yang sangat bersahaja, mampu bangkit di suasana terpuruk dan memulai semua usaha dari nol kembali. Kegigihan dan semangatnya dalam merintis usaha menjadikan ia sebagai insprirator untuk saya dalam memikirkan dan merintis sebuah usaha kelak
Related Search

Next Document

Laporan Kasus ansal

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks