empiema paru koreksi

Publish in

Documents

6 views

Please download to get full document.

View again

of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
PENDAHULUAN Empiema adalah suatu keadaan dimana nanah dan cairan dari jaringan yang terinfeksi terkumpul di suatu rongga tubuh, dimana rongga tersebut secara anatomis sudah ada. Kata ini berasal dari bahasa Yunani “empyein” yang artinya menghasilkan nanah (supurasi). Empiema dapat terjadi di rongga pleura yang dikenal dengan nama empiema toraks, dan dapat juga terjadi di kandung empedu dan pelvik.1,2 Di negara maju empiema sudah jarang terjadi. Dengan adanya antibiotika menyebabkan menurunnya ju
Transcript
  PENDAHULUAN Empiema adalah suatu keadaan dimana nanah dan cairan dari jaringan yangterinfeksi terkumpul di suatu rongga tubuh, dimana rongga tersebut secara anatomissudah ada. Kata ini berasal dari bahasa Yunani “empyein” yang artinyamenghasilkan nanah (supurasi). Empiema dapat terjadi di rongga pleura yangdikenal dengan nama empiema toraks, dan dapat juga terjadi di kandung empedudan pelvik. 1,2 Di negara maju empiema sudah jarang terjadi. Dengan adanya antibiotikamenyebabkan menurunnya jumlah penyakit empiema. Namun, di negara berkembang jumlah kasus empiema masih tetap banyak. Setiap tahunnyadiperkirakan terdapat 6.500 penderita di Amerika Serikat dan Inggris yangmenderita empiema dan efusi parapneumonia tiap tahunnya, dengan mortalitassebanyak 20% dan menghabiskan dana rumah sakit sebesar 500 juta dolar. Di Indiaterdapat 5–10% kasus anak dengan empiema. 2,3 Empiema dapat disebabkan oleh trauma thoraks, ruptur abses paru ke dalahcelah pleura, penyebaran infeksi non pleura (mediastinitis, infeksiabdomen),robekan esofageal, iatrogenik akibat pembedahan thoraks, dan pemasangan kateter yang merupakan nidus bagi suatu infeksi. 1,3,4 Manifestasi klinis berupa panas akut, nyeri dada, batuk, sesak, dan dapat juga terjadi sianosis pada kasus yang berat. Inflamasi pada rongga pleura dapatmenyebabkan nyeri perut dan muntah. Pasien juga memiliki kecenderungan untuk  berbaring pada sisi yang terkena. 1,4,5 Pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosisempiema adalah foto dada posisi tegak antero-posterior, lateral, dan 1  dekubitus; Computed Tomography (CT)  scan atau ultrasonografi, analisa cairan pleura, darah lengkap dengan hitung jenis, dan torakosintesis. 1,2,3 Penanganan empiema ditujukan untuk mengontrol infeksi dan drainasecairan pleura. Indikasi dilakukan penyalir yaitu pada pus yang sangat kental, pneumothoraks, atau pembentukan pus yang cepat. Setelah resolusi terjadikemudian dilakukan fisioterapi. 1,3,6 Komplikasi yang dapat terjadi berupa fistula bronkopleura, piopneumothoraks, perikarditis purulenta, osteomielitis pada tulang iga, dansepsis. 1,4 Empiema mempunyai tingkat kematian yang tinggi, biasanya akibat darikegagalan bernafas dan sepsis. Dengan ditemukannya antibiotika, maka angka prevalensi dan mortalitas empiema menurun. Prognosis tergantung pada umur,stadium mana terdiagnosis, penyakit penyerta, dan pengobatan adekuat yangdilakukan. 1,6 Berikut ini akan dilaporkan sebuah kasus penyakit empiema paru dansuspek tuberkulosis (TB) relaps. 2  LAPORAN KASUS Seorang perempuan, usia 47 tahun, menikah, pekerjaan sebagai ibu rumahtangga, pendidikan terakhir tamat SLTA, suku Sangir, pasien masuk pada tanggal14 November 2011, dengan rujukan untuk dirawat di RS Prof Kandou.Pada anamnesa didapatkan keluhan sesak nafas yang dirasakan sejak tiga bulan sebelum masuk rumah sakit namun masih memungkinkan penderita untuk  beraktivitas seperti biasanya. Satu bulan sebelum masuk rumah sakit penderitamerasa sesak nafas semakin bertambah berat. Penderita merasa sesak bila berjalan jauh dan beraktivitas seperti mencuci baju dan memasak. Dua minggu sebelummasuk rumah sakit, sesak nafas dirasakan semakin menghebat dan sering timbulwalaupun penderita tidak sedang beraktivitas, sehingga penderita memeriksakandiri ke Puskesmas. Di Puskesmas, penderita dirujuk ke Rumah Sakit Daerah diSawang untuk mendapat pengobatan. Di Rumah Sakit Sawang, oleh dokter ahli penyakit dalam, penderita dirujuk ke RSUP Prof. Kandou. Satu hari sebelum masuk rumah sakit, sesak nafas menghebat, yang membuat penderita datang ke gawatdarurat medik.Batuk dialami penderita sejak kira-kira 4 bulan sebelum masuk rumah sakit.Batuk berdahak dengan konsistensi jernih dan banyak. Satu bulan sebelum masuk rumah sakit, dahak menjadi kental dan warnanya kehijauan. Dahak kehijauan berlangsung hampir satu minggu. Batuk berlendir dengan strip darah dialami penderita dua hari sebelum masuk rumah sakit. Saat masuk rumah sakit lendir sudah kembali berwarna putih kental dan frekuensi batuk berkurang. Satu bulansebelum masuk rumah sakit, penderita juga mengalami panas sumer-sumer disertaikeringat malam yang banyak. Nafsu makan menjadi berkurang sejak penderita 3  mulai sakit ini sehingga terjadi penurunan berat badan sebanyak ± 3kg dalam kurunwaktu dua bulan terakhir. Penderita tidak merasa mual ataupun muntah.Buang air besar (BAB) biasanya dilakukan penderita setiap 2 hari sekali,konsistensi lunak, warna kecoklatan, tidak ada darah dan tidak pernah BAB warnahitam. Buang air kecil (BAK) sekitar 3-4 kali per hari, warna kuning terang, volume biasa, tidak dirasakan nyeri saat BAK.Penderita pernah mendapat pengobatan enam bulan pada tahun 1997 dantahun 2009 serta lengkap menjalani pengobatan, hanya saja setelah itu penderitatidak kontrol kembali. Sebelum minum obat pada saat itu, hasil pemeriksaan lendir tidak ada kuman namun penderita diberikan obat karena dari foto dada adakelainan.Riwayat penyakit keluarga, hanya penderita yang sakit seperti ini. Riwayat pribadi-sosial, penderita tidak merokok maupun mengkonsumsi alkohol. Riwayatkontak dengan pasien TB tidak diketahui.Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum penderita tampak sakitsedang, kesadaran kompos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 100kali/menit, regular, isi cukup, respirasi 36 kali/menit, suhu badan 36,3 ⁰ C, tinggi badan 147 cm, berat badan sekarang 39 kg, IMT pasien 18,04 yaitu kurang pada perempuan, umur menurut dugaan pemeriksa 50-an tahun, habitus astenikus,mobilisasi aktif. Pada pemeriksaan kulit didapatkan kulit warna sawo matang,lapisan lemak kurang, tidak ada edema. Pada pemeriksaan kepala didapatkanekspresi tampak lemah, rambut hitam tidak mudah dicabut, konjungtiva tidak anemis, sklera ikterik, pupil bulat isokor dengan diameter 3 mm, refleks cahaya positif, gerakan bola mata aktif. Pada pemeriksaan telinga tidak tampak tophi, 4
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks