Isi

Publish in

Documents

5 views

Please download to get full document.

View again

of 32
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
neuropati
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Penyakit neuropati perifer sangat umum untuk ditemukan pada masyarakat. Secara definisi penyakit ini memiliki pengertian yang sangat luas. Hal ini sangat  bergantung terhadap bagian mana dari sistem saraf tepi yang terkena dan kerusakan macam apa yang terjadi. Klasifikasi dari neuropati perifer sangat bermacam, klasifikasi dasar dibagi atas kelainan saraf somatik perifer, saraf otonom perifer, maupun kedua  bagian saraf tersebut. Dasar pembagian lain adalah berdasarkan anatomis kerusakan yang terjadi pada saraf, yaitu mononeuropati, mononeuropati multipleks dan  polineuropati. Gejala dan tanda neuropati perifer cukup sering ditemukan pada pasien usia lanjut, dan seringkali dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Namun, sering ditemukan berbagai kondisi yang menjadi penyebab neuropati perifer pada usia tua, antara lain diabetes mellitus, keganasan, gangguan metabolik, defisiensi nutrisi dan  pemakaian obat-obatan dalam jangka waktu lama seperti obat anti kejang atau kemoterapi. Selain itu, juga terdapat penyebab idiopatik neuropati perifer pada usia tua, yaitu polineuropati aksonal kronik, dimana keadaan ini sering dijumpai. 3 Prevalensi neuropati perifer pada usia lanjut tidak banyak diketahui. Hal ini disebabkan sedikitnya penelitian dan keterbatasan waktu yang dibutuhkan dalam mempelajari kasus neuropati perifer pada usia lanjut. 2 Selain itu beberapa studi yang dilakukan hanya mencakup gejala neuropati tertentu, seperti prevalensi neuropati sensorik, otonom atau neuropati pada keganasan. Dari sedikit penelitian neuropati  perifer yang bersifat umum, prevalensinya berkisar antara 2,4% sampai 8%. 3,4 Sedangkan pada penelitian terbaru dari subjek usia lanjut yang tidak bekerja dilaporkan angka kejadian neuropati perifer mencapai 31%. 3  Menurut NHANES (National Health and Nutrition Examination Survey)  penderita neuropati perifer yang ditandai dengan rasa kesemutan, tebal maupun nyeri  2 mencapai 16,8% dari masyarakat US. Pada penelitian prevalensi di daerah Bombay dan Sicilia, ditemukan bahwa keadaan neuropati perifer banyak ditemukan di masyarakat. Pada daerah India, menurut survey terdapat 2-4% pasien mengalami neuropati perifer. Prevalensi neuropati perifer di Sicilia mencapai 7% dengan 3% diantaranya merupakan akibat dari komplikasi diabetes mellitus.    Nyeri neuropati adalah nyeri yang didahului atau disebabkan oleh lesi atau disfungsi primer pada sistem saraf . Prevalensi nyeri neuropati diperkirakan 1% dari total populasi dan 1/3 diantaranya adalah penderita diabetes mellitus . Nyeri neuropati  pada penderita diabetes mellitus pada umumnya dirasakan di daerah kaki (ujung ekstremitas bawah) dan jarang diatas lutut, ataupun ekstremitas atas. Deskripsi Nyeri neuropatik ditandai dengan rasa terbakar, rasa ditikam, kesetrum, disobek, tegang, diikat, atau allodinia . Bila tanpa pengobatan yang baik keluhan nyeri sering kali disertai dengan gangguan tidur dan mood. Farmakoterapi untuk nyeri neuropati seringkali menemui kesulitan, sebab obat-obat analgesik maupun opioid umumnya kurang efektif . Disamping hal tersebut diatas, diketahui pula bahwa tidak semua penderita nyeri neuropatik menunjukkan simptom nyeri yang sama. 1.2   Tujuan Mahasiswa kepaniteraan klinik senior dapat mampu mengetahui, memahami, dan menjelaskan tentang : a.   Anatomi dan fisiologi sistem saraf perifer  b.   Definisi neuropati c.   Epidemiologi neuropati d.   Etiologi neuropati e.   Klasifikasi neuropati f.   Patofisiologi neuropati g.   Gambaran klinis neuropati h.   Penegakkan diagnosis neuropati i.   Penatalaksanaan neuropati    3  j.   Komplikasi neuropati  k.   Prognosis neuropati  1.3 Manfaat  a. Bagi penulis Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mempelajari, mengidentifikasi dan mengembangkan teori yang telah disampaikan mengenai  Neuropati.  b. Bagi Institusi Pendidikan Dapat dijadikan sumber referensi atau bahan perbandingan bagi kegiatan yang ada kaitannya dengan pelayanan kesehatan khususnya yang berkaitan dengan  Neuropati.  4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi dan Fisiologi Sistem saraf perifer terdiri dari 12 pasang saraf serabut otak (saraf cranial) yang terdiri dari 3 pasang saraf sensorik, 5 pasang saraf motorik dan 4 pasang saraf gabungan. Selanjutnya 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal) yang terdiri dari 8 pasang saraf cervical, 12 pasang saraf thoracal, 5 pasang saraf lumbal, 5  pasang saraf lumbal dan 1 pasang saraf coccygeus 6 . Otak dan sumsum tulang belakang berkomunikasi dengan seluruh bagian tubuh melalui saraf cranial dan saraf spinal. Saraf-saraf tersebut adalah bagian dari sistem saraf perifer yang membawa informasi sensoris ke sistem saraf pusat dan membawa  pesan-pesan dari sistem saraf pusat ke otot-otot dan kelenjar-kelenjar diseluruh tubuh atau disebut juga dengan sistem saraf somatik. Selain dari kedua macam saraf perifer yang termasuk sistem saraf somatik di atas, juga terdiri dari sistem saraf otonom. 12  pasang saraf cranial muncul dari berbagai bagian batang otak. Beberapa saraf cranial hanya tersusun dari serabut sensorik tetapi sebagian besar tersusun dari serabut sensorik dan serabut motorik, kedua belas tersebut adalah 6  : 1.    Nervus Olfaktorius (CN I) Merupakan saraf sensorik. Saraf ini berasal dari epithelium olfaktori mukosa nasal. Berkas serabut sensorik mengarah ke bulbus olfaktori dan menjalar melalui traktus olfaktori sampai ke ujung bebas lobus temporal ( girus olfaktori), tempat persepsi indra penciman berada. 2.    Nervus Opticus (CN II) Merupakan saraf sensorik. Impuls dari batang dan kerucut retina dibawa ke  badan sel akson yang membentuk saraf optik. Setiap saraf optic keluar dari bola mata pada bintik buta dan masuk ke rongga cranial melalui foramen optic. Seluruh serabut memanjang saat traktus optic bersinapsis pada sisi lateral nuclei genikulasi thalamus dan menonjol ke atas sampai ke area visual lobus oksipital untuk persepsi indra penglihatan.

Previous Document

ra fishbowl presentation

Next Document

resume

Related Documents
Dftr Isi Biokim
Sep 20, 2017

Dftr Isi Biokim

Rangkuman Isi
Sep 20, 2017

Rangkuman Isi

Daftar Isi
Sep 20, 2017

Daftar Isi

ISI.docx
Sep 20, 2017

ISI.docx

Isi
Sep 20, 2017

Isi

Isi
Sep 20, 2017

Isi

Isi
Sep 20, 2017

Isi

MH isi.docx
Sep 20, 2017

MH isi.docx

Isi
Sep 20, 2017

Isi

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks