Jurnal 1.pdf

Publish in

Documents

59 views

Please download to get full document.

View again

of 14
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Jurnal Iqra’ Volume 08 No.02 Oktober 2014 MEDIA ECOLOGY THEORY Abdul Karim Batubara Abstract Ecological studies of media in the era of globalization and information aims to analyze the media in making use of new media (online media) as a medium of communication and propaganda to be able to compete in his bid for an audience in the digital media era. This study shows
Transcript
  Jurnal Iqra’   Volume 08 No.02 Oktober 2014   133 MEDIA ECOLOGY THEORY Abdul Karim Batubara Abstract   Ecological studies of media in the era of globalization and information aims to analyze the media in making use of new media (online media) as a medium of communication and propaganda to be able to compete in his bid for an audience in the digital media era. This study shows that the mass media ecology can cope with declining number of audiences to the mainstream media. Because the distribution of information is no longer just rely on conventional media but also the mass media, including online media. This technology media presence as well as part of the conventional media aims to strengthen the function of the media in order to expand the audience through a distribution network of more diverse information. Competitions mass media were examined using the Media Ecology theory where media technology to compete in the same ecological space to fight the life-sustaining source of capital, content, and audience. Kata Kunci  : Ekologi Media, Media dan Budaya, Medium Pendahuluan Kehadiran teknologi   tidak dipungkiri memberikan pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Sadar atau tidak, manusia menjadi tergantung kepada teknologi .  Pengaruh teknologi   dalam kehidupan manusia menarik perhatian Marshall McLuhan, khususnya teknologi komunikasi. Menurutnya manusia memiliki hubungan simbolik dengan teknologi   dan teknologi pada gilirannya menciptakan kembali siapa diri kita. Salah satu teori hasil pemikirannya adalah teori ekologi media.  Teori ini banyak membahas tentang perkembangan teknologi komunikasi khususnya pada dampak sosial yang ditimbulkan oleh teknologi tersebut. McLuhan menyatakan bahwa teknologi memengaruhi kehidupan manusia sehari-hari. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa teknologi. Manusia dan teknologi itu sendiri memiliki hubungan yang bersifat simbiosis, artinya teknologi merupakan sesuatu yang diciptakan oleh manusia itu sendiri, dan sebagai akibatnya, teknologi yang telah diciptakan manusia tersebut menciptakan kembali diri manusia yang menggunakan teknologi tersebut.  Teknologi sebagai media dinilai mampu memengaruhi persepsi dan pemikiran manusia. McLuhan juga mengatakan dalam teorinya bahwa masyarakat dunia tidak mampu menjauhkan dirinya dari pengaruh teknologi, ia juga menyatakan bahwa teknologi tetap akan menjadi pusat bagi semua bidang profesi dan kehidupan. Pengenalan Teori McLuhan mendasarkan banyak dari pemikirannya pada mentornya, seorang ekonom politik berkebangsaan Kanada, Harold Adams Innis. Innis berpendapat bahwa kerajaan-kerajaan besar dalam sejarah (misalnya Roma,  Jurnal Iqra’   Volume 08 No.02 Oktober 2014   134 Yunani, Mesir) dibangun oleh mereka yang memiliki kendali terhadap kata-kata yang tertulis. Innis berpendapat bahwa kaum elite Kanada menggunakan beberapa teknologi komunikasi untuk membangun “kerajaan” mereka. Mereka  yang berkuasa diberi banyak kekuasaan dengan adanya perkembangan teknologi. Innis menyebut kekuatan membentuk yang dimiliki oleh teknologi terhadap masyarakat sebagai bias komunikasi (bias of communication)  . Bagi Innis, orang menggunakan media untuk memperoleh kekuasaan politik dan ekonomi, dan karenanya, mengubah susunan sosial dari sebuah masyarakat. Innis mengklaim bahwa media komunikasi memiliki bias yang terdapat di dalam diri mereka untuk mengendalikan aliran ide di dalam sebuah masyarakat. 1  McLu han melanjutkan karya Innis. Philip Marchand mengamati bahwa “ tak lama setelah meninggalnya Innis, McLuhan nememukan kesempatan untuk mengeksporasi lansekap intelektual baru yang dibukan oleh karyanya [Innis]” McLuhan, seperti Innis merasa bahwa hampir t idak mungkin untuk menemukan masyarakat yang tidak dipengaruhi oleh media elektronik. Bahkan, Michael Bugeja cenderung setuju; ia melihat bahwa “media menggunakan mereka yang belajar dalam hubungan pemasaran yang bersifat simbiosis. Isi menjadi bias di dal am proses tersebut”. Persepsi kita mengenai media dan bagaimana kita menginterprestasikan persepsi-persepsi tersebut meruapakan isu-isu utama yang dihubungkan dengan Teori Ekologi Media.  Tema ini akan dibahas dalam tiga asumsi utama dari teori ini. Asumsi Teori ekologi Kita telah melihat bahwa pengaruh dari teknologi media terhadap masyarakat merupakan ide utama yang di balik Teori Ekologi Media. Lihat lebih lanjut pemikiran ini dalam ketiga asumsi yang membingkai teori ini: 1.Media melingkupi setiap tindakan di dalam masyarakat. Dalam perspektif McLuhan, media tidak dilihat dalam konsep yang sempit, seperti surat kabar / majalah, radio, televisi, film, atau internet. Dalam konsep yang luas, McLuhan melihat medium sebagai apa saja yang digunakan oleh manusia. 2. Media memperbaiki persepsi kita dan mengorganisasikan pengalaman kita. Dalam asumsi kedua teori Ekologi Media melihat media sebagai sesuatu  yang langsung mempengaruhi manusia. Cara manusia memberi penilaian, merasa, dan bereaksi cenderung dipengaruhi oleh media. Dalam asumsi ini McLuhan menilai media cukup kuat dalam membentuk pandangan kita atas dunia. Itulah mengapa kita menyebutnya ekologi. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara organisme dengan lingkungannya.” Media akan terus berubah seiring dengan pertumbuhan dan dinamisme masyarakat, akan 1 Richard West, Lynn H. Turner. Introducing Communication Theory Analysis and Application (Boston: Mc Graw Hill, 2007) hlm, 140  Jurnal Iqra’   Volume 08 No.02 Oktober 2014   135 terus berubah seiring dengan kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat pun berubah mengikuti perubahan media. 3. Media menyatukan seluruh dunia. . Dalam asumsi ketiga teori ekologi media menyatakan bahwa setiap pertistiwa atau hal yang dilakukan di belahan dunia lain, dapat diketahui atau menjalar ke belahan dunia lain. Akibat dari hal tersebut, McLuhan menyebut, manusia kemudian hidup di sebuah desa   global ( global village  ). Media seolah mengikat dunia menjadi sebuah kesatuan sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Konsep Global Village   berarti tidak akan ada lagi batasan antar belahan dunia manapun untuk saling mengetahui kegiatan satu sama lain. Apa yang terjadi di belahan Kutub Utara misalnya dalam hitungan sepersekian detik akan dengan mudah diketahui pula oleh masyarakat di belahan Kutub Selatan. McLuhan juga melihat permainan di dalam masyarakat sebagai mediasi. Ia mengamati bahwa “permainan adalah kesenian popu lar, reaksi sosial, kolektif terhadap dorongan utama atau tindakan dari budaya mana pun” Permainan adalah cara untuk mengatasi tekanan sehari-hari dan, McLuhan melihat, permainan merupakan model dari kehidupan psikologis kita. Ia berpendapat lebih jauh ba hwa “semua permainan merupakan media komunikasi interpersonal”, yang merupakan perpanjangan dari pribadi sosial kita. Permainan menjadi media massa karena memungkinkan orang untuk secara berkesinambungan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan dan mereflesikan siapa diri mereka sebenarnya. 2  Bentuk mediasi lainnya adalah uang. McLuhan menyimpulkan bahwa “seperti media lainnya, uang merupakan kebutuhan pokok, sebuah sumber daya alam” . Para teoretikus juga menyebutkan uang sebagai “citra korporat”  yang bergantung pada masyarakat bagi status dan keberlangsungnya. Uang telah menjadi semacam kekuatan magis yang memungkinkan orang untuk mendapatkan akses. Uang memungkinkan orang untuk berpetualang berkeliling dunia, berfungsi sebagai penyalur pengetahuan, informasi, dan budaya. McLuhan melihat bahwa uang benar-benar merupakan bahasa yang berkomunikasi kepada kelompok yang beragam, termasuk para petani, insinyur, tukang leding, dan dokter. Asumsi yang kedua dari teori ekologi media berkaitan dengan diskusi sebelumnya: Kita secara langsung dipengaruhi oleh media. Walaupun pengaruh ini telah dibahas sebelumnya, akan dibahas dengan lebih spesifik bagaimana McLuhan memandang dampak media dalam kehidupan kita. 3  Para teoretikus ekologi media meyakini bahwa media memperbaiki persepsi dan mengorganisasi kehidupan kita. McLuhan menyatakan bahwa media cukup kuat di dalam pandangan kita mengenai dunia. Coba pikirkan, misalnya, apa yang terjadi ketika kita menonton televisi. Jika berita televisi melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang mengalami “penurunan moral,” 2 Ibid, hlm. 141 3 Ibid  Jurnal Iqra’   Volume 08 No.02 Oktober 2014   136 mungkin kita akan menonton berita mengenai penculikan anak-anak, penggunaan obat-obatan terlarang, atau kehamilan remaja. Dalam percakapan pribadi kita, kita mungkin akan mulai membicarakan mengenai kurangnya moral di dalam masyarakat. Bahkan, kita mungkin mulai untuk menjalani kehidupan kita sesuai dengan jenis berita yang kita tonton. Kita mungkin akan menjadi lebih curiga atau lebih ramah kepada orang asing, karena kita merasa takut mereka akan menculik anak kita. Kita mungkin tidak bersedia untuk mendukung hukum yang melegalkan penggunaan marijuana sebagai obat, walaupun mungkin saja hal ini dapat menguntungkan, karena kita khawatir mengenai peningkatan yang mungkin terjadi dalam kegiatan penggunaan obat-obatan terlarang.Kita mungkin juga dengan agresif menyerukan program pendidikan seks yang mendukung dijaganya kesucian hingga menikah, karena kita takut bahwa model pendidikan yang lain akan mengakibatkan lebih banyak kehamilan yang tidak diinginkan. Asumsi ketiga dari teori ekologi media telah memunculkan sebuah percakapan yang cukup popular: Media menghubungkan dunia. McLuhan menggunakan istilah desa global (global village)   untuk mendeskripsikan bagaimana media mengikat dunia menjadi sebuah system politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Walaupun frase ini hampir menjadi sesuatu  yang klise akhir-akhir ini, McLuhanlah hampir empat puluh tahun yang lalu  yang merasa bahwa media dapat mengorganisasikan masyarakat secara sosial. Media elektronik secara khusus memiliki kemampuan untuk menjebatani budaya-budaya yang tidak akan pernah berkomunikasi sebelum adanya koneksi ini. 4  Dampak dari desa global ini, menurut McLuhan, adalah kemampuan untuk menerima informasi secara langsung. Akibatnya, kita harus mulai tertarik dengan peristiwa global, dibandingkan berfokus hanya pada komunitas kita sendiri. Ia mengamati bahwa “bola dunia tidak lebih dari sebuah desa dan bahwa kita harus merasa bertanggung jawab bagi orang lain. Orang lain “sekarang terlibat di dalam kehidupan kita, sebagaimana kita terlibat dalam kehidupan mereka, berkat media elektronik” Ingat kembali contoh pembuka mengenai Tiera Abrams untuk memberikan gambaran lebih jauh mengenai asumsi ini. Sebagai konsumen internet, Tiera sering kali mengunjungi chat room yang memungkinkan dirinya untuk berkomunikasi dengan beberapa orang yang berbeda sekaligus. Selama itu pula, ia bertemu dengan Marcus, yang kemudian ingin ia temui. Sebagai seorang warga Kanada, Marcus tidak akan mengunjungi tempat sosial yang sama seperti yang dikunjungi oleh Tiera. Media elektroniklah yang memungkinkan hubungan ini untuk berlanjut. Jika keduanya terus bertemu, mereka tentu saja akan mengetahui lebih jauh mengenai keluarga, komunitas, dan budaya satu sama lain. 5   4 . Ibid. hlm. 142 5 . Ibid. hlm. 144
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks