Jurnal Extreme Programming Pada Aplikasi E-commerce (Studi Kasus Sistem Informasi Penjualan Alat-Alat Telekomunikasi)

Publish in

Documents

16 views

Please download to get full document.

View again

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Jurnal Extreme Programming Pada Aplikasi E-commerce (Studi Kasus Sistem Informasi Penjualan Alat-Alat Telekomunikasi)
Transcript
  Jurnal Komputer Terapan Vol.2, No. 2, November 2016, 83-92 83 Dokumen diterima pada 31 Juli, 2016 Dipublikasikan pada 25 Novermber, 2016 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id   Pendekatan Metodologi Extreme Programming pada Aplikasi E-Commerce (Studi kasus Sistem Informasi Penjualan Alat-alat Telekomunikasi) Raisya Rahmi 1 , Rika Perdana Sari 2 , Rahmat Suhatman 3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika Jurusan Komputer Politeknik Caltex Riau 1,2,3 Jl. Umbansari No. 1 Rumbai Pekanbaru 28265 1 raisyahuda@gmail.com, 2 rika@pcr.ac.id, 3 rahmat@pcr.ac.id Abstrak Salah satu bentuk metode pengembangan perangkat lunak yang berkembang saat ini adalah metode Agile. Agile merupakan metode pemodelan perangkat lunak yang mengutamakan  fleksibilitas terhadap perubahan-perubahan yang terjadi selama proses pembangunan  perangkat lunak. Bahkan perubahan dapat dilakukan pada saat fase terakhir pembangunan  perangkat lunak. Extreme Programming atau XP merupakan salah satu metode Agile yang berbeda dari metode Agile yang lain. XP tidak memiliki dokumentasi formal selama proses  pembangunannya. Tahapan-tahapan yang harus dilalui dengan XP yaitu, tahapan eksplorasi,  perencanaan, iterasi pengembangan sistem, dan tahap produksi akhir. Pendekatan XP digunakan untuk membangun sebuah Sistem Informasi Penjualan Alat-alat Telekomunikasi berbasis online atau yang lebih dikenal dengan istilah E-Commerce, dan dengan prinsip  Business to Customer (B2C). Sistem ini diperuntukan bagi penjual yang ingin mengembangkan kegiatan jual beli barang dagangan kepada customer secara online. Berdasarkan hasil  penelitian diperoleh hasil bahwa dokumentasi perancangan sistem hanya dilakukan pada tahap awal pembangunan yaitu tahap eksplorasi dan tahap perencanaan. Kemudian apabila terjadi  perubahan pada saat pembuatan aplikasi, perancangan sistem tidak akan diubah, hanya sistem  yang sedang dibangun saja yang berubah. Dapat dikatakan bahwa bahwa XP tidak memiliki dokumentasi formal yang dapat digunakan sebagai alat ukur bahwa aplikasi sudah selesai dibangun, namun aplikasi dikatakan selesai apabila klien tidak membutuhkan penambahan requirements pada aplikasi. Penambahan atau perubahan requirement ini tidak dibatasi,  sehingga apapun keinginan klien akan dipenuhi. Hal ini membuat developer harus bisa mengatasi permintaan klien, yang tidak jarang developer menemukan kesulitan untuk mengatasi permintaan tersebut. Kesulitan ini berupa perubahan dan penambahan kode  program yang harus diperbaiki, dan perubahan data di database yang mengharuskan developer membangun ulang tabel pada database. Kata kunci :  Agile, Extreme Programming, e-Commerce, B2C Abstract  Agile method is one of software development methods. Agile method emphasizes flexibility of change that is occurred during the development process. In addition, the changes can be accommodated in the last phase of software development. Extreme Programming (XP) is one of  Agile method that different from other Agile method. XP does not have formal documentation during the development. XP steps are exploration, design, system development iteration, and  final production step. XP approach is used to develop online based information system for telecommunication tool sales or familiarly known as E-Commerce with Business to Customer  84 Raisya Rahmi  (B2C). The system is designed for sellers that wants to expand their sales for online customer.  Based on the research, design documentation is only conducted in initial development process  such as exploration and design. Then, if there are modification during the development process,  system design will not be affected. It can be concluded that XP does not have formal documentation that measures finalization of the application. However, the application is  finished when the client does not need any modifications. Addition or modification is not limited thus any client request will be granted. This condition makes the developed must manage the client request. The challenge is to modify and add new coding and modification in database that encourage developer to rebuild the database. Keywords :  Agile, Extreme Programming, e-Commerce, B2C 1.   Pendahuluan Dalam membangun perangkat lunak,  software developer   seringkali menemui kesulitan untuk menemukan metode pemodelan yang baik. Metode pemodelan yang baik adalah metode yang dapat menjamin kebutuhan klien terpenuhi. Sebelum era 2000-an sudah dikenal metodologi waterfall  ,  spiral model  ,  Rapid Application Development  , dll. Namun metode tersebut bersifat kaku, sehingga menghambat perkembangan perangkat lunak.  Agile Methods  menghadirkan metodologi baru yang sangat fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang terjadi selama pengembangan perangkat lunak, sehingga membuat pengembangan perangkat lunak dapat berhasil dengan baik serta sesuai dengan keinginan klien [1]. Salah satu  Agile  Methods  adalah  Extreme Programming atau disebut juga dengan XP. [2] mengatakan “XP digunakan untuk mengatasi masalah requirements yang tidak jelas dan sering diubah-ubah (vague and volatile requirements)” . XP adalah metode pengembangan perangkat lunak yang memberikan kesempatan kepada klien untuk menambahkan atau merubah proses bisnis aplikasi selama pembangunan aplikasi berjalan. Salah satu aplikasi yang dapat dibangun dengan metode XP adalah sistem informasi penjualan alat-alat telekomunikasi, yang dilakukan secara online  atau disebut juga dengan e-Commerce . Keinginan untuk meluaskan jangkauan penjualan terhadap alat-alat telekomunikasi mengharuskan dibuatnya sebuah sistem. Implementasi penjualan online  terus mengalami kemajuan sepanjang waktu, baik dari sisi desain ataupun fitur, sehingga selaras dengan konsep dasar metode XP yang dapat menangani perubahan-perubahan tersebut secara fleksibel. Untuk itu maka dibangunlah sebuah aplikasi e-Commerce berbasis B2C dengan  pendekatan metodologi pemodelan XP pada sistem informasi penjualan alat-alat telekomunikasi. 2.   Tinjauan Pustaka 2.1.   Metode XP ( Extreme Programming ) [3] mengungkapkan bahwa metode XP pertama kali ditemukan oleh Kent Beck, seorang  pakar  software engineering   yang bekerja dengan Chrysler yang membuat proyek C3 ( Chrysler Comperhensive Compensation ). Pada saat itu proyek Chrysler terancam gagal sebelum Kent Beck dikontrak, kemudian saat Kent Beck memegang proyek ini, Kent Beck bersama Ron Jeffries menyelesaikan proyek sesuai dengan target dengan menggunakan berbagai metode, kemudian kumpulan metode ini disebut dengan metode XP. Kent Beck membuat perubahan  pada pembangunan proyek dengan membuatnya lebih efisien, adaptif, dan fleksibel. XP memiliki 4 nilai dasar yang menjadi inti pokok metode XP [4] yaitu : Communication  (Komunikasi), Simplicity  (Kesederhanaan),  Feedback   (Umpan Balik), dan Courage  (Keberanian). Keempat nilai dasar ini menunjukan bahwa XP bersifat fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang diminta oleh klien.  Pendekatan Metodologi Extreme Programming Pada Aplikasi E-Commerce 85 Adapun tahapan dalam pembangunan aplikasi e-Commerce  dengan XP adalah sebagai  berikut : 1)   Tahap Eksplorasi Tahapan eksplorasi adalah tahapan dimana klien menuliskan kebutuhan-kebutuhan dari sistem yang paling mendasar. Setiap kebutuhan yang dituliskan oleh klien akan dibuat dalam bentuk modul yang sederhana atau disebut juga dengan User Stories . hasil dari tahapan eksplorasi adalah mengetahui dokumentasi atas visi dan ruang lingkup pekerjaan. 2)   Tahap Perencanaan Tahapan perencanaan berorientasi kepada tahapan eksplorasi. Tahapan ini akan memperkirakan kebutuhan bisnis, kebutuhan user, dan kebutuhan sistem. Tahapan ini juga akan menghasilkan penjadwalan yang menggambarkan perencanaan waktu pelaksanaan  pembangunan sistem. 3)   Iterasi Pengembangan Sistem Pada tahapan ini, akan terjadi beberapa kali iterasi, setiap iterasi terdiri dari 3 tahapan yaitu analisis sistem, desain sistem, dan pembuatan dan pengujian sistem. 4)   Tahap Produksi Akhir Tahapan produksi akhir adalah tahapan dimana sistem sudah siap untuk di release . Tahapan ini akan melakukan testing   terhadap keseluruhan sistem yang telah dibuat kepada klien. 3.   Perancangan Pendekatan metodologi XP pada tahapan perancangan dengan mengunakan pendekatan metodologi XP, mengambil dua tahapan awal. Yakni (1) Tahap Eksplorasi dan (2) Tahap Perencanaan. Yang dijabarkan sebagaimana penjelasan berikut ini. 3.1.   Tahap Eksplorasi Pada tahap eksplorasi, kebutuhan user dijabarkan dengan menggunakan User Stories  (US). US dideskripsikan berdasarkan hasil dari interview  kepada klien, sebagaimana yang ditunjukan pada Tabel 1. Tabel 1. User Stories   User Kebutuhan Sistem  Admin    Admin  adalah orang yang mengisikan dan menganalisa data barang, menganalisa data  penjualan, menganalisa  guest   yang mendaftar sebagai member  , membalas pesan dari member  , dan member  ikan peringatan kepada member   yang belum membayar barang yang sudah dipesan.  Member Member   adalah user yang berbelanja pada aplikasi e-Commerce  ini.  Member   dapat melihat barang, melakukan pemesanan barang, mengubah profil yang terdiri dari nama member  , alamat rumah member  , dan kontak member  . Kemudian member   juga dapat melakukan pengiriman pesan kepada admin  untuk member  ikan pertanyaan, kritik ataupun saran. Guest Guest   adalah user yang tidak terdaftar pada aplikasi e-Commerce  ini. Sehingga  guest tidak dapat melakukan pemesanan barang. Guest   dapat melakukan registrasi jika ingin  berbelanja dan menjadi member   dari TMS Komputer. Kemudian untuk mengetahui  bagaimana berbelanja pada sistem ini,  guest   dapat melihat pada suatu halaman yang disediakan untuk mengetahui bagaimana cara memesan barang. 3.2.   Tahap Perencanaan Pada tahap perencanaan ini, akan dihasilkan kebutuhan bisnis, dan kebutuhan sistem, dengan mengacu kepada tahapan sebelumnya, yakni tahap eksplorasi. 3.2.1.   Kebutuhan Bisnis  86 Raisya Rahmi Kebutuhan bisnis dibagi menjadi dua bagian, yaitu kebutuhan perangkat keras dan kebutuhan perangkat lunak. Rincian kebutuhan bisnis minimal ditunjukan pada Tabel 2. Tabel 2. Rincian Kebutuhan Bisnis Perangkat Keras Perangkat Lunak PC / Laptop (disediakan oleh developer)    Microsoft Visual Studio 2010    XAMPP Control Panel    MySQL Connector 3.2.2.   Kebutuhan Sistem Kebutuhan sistem adalah analisis yang dilakukan terhadap fungsionalitas sistem serta  perancangan data. 1)   Usecase  diagram Usecase diagram untuk sistem penjualan alat-alat telekomunikasi ini ada terdiri dari tiga  jenis user. Home Page AdminLoginKelola BarangMemberGuestKelola ProfilRegisterLogout   <<include>><<include>><<include>><<include>> Petunjuk PemesananLihat BarangBeli BarangKirim PesanKelola PenjualanKelola MemberKelola Inbox   Balas Pesan Member  Gambar 1. Use Case Sistem Penjualan Alat-alat Elektronik    4.   Pengujian dan Analisa Pendekatan metodologi XP pada tahapan pengujian dan analisa dengan mengunakan  pendekatan metodologi XP, mengambil dua tahapan akhir. Yakni (3) Tahap Iterasi Pengembangan Sistem dan (4) Tahap Produksi Akhir. Yang dijabarkan sebagaimana penjelasan  berikut ini. 4.1.   Iterasi Pengembangan Sistem Pada tahap iterasi pengembangan sistem, akan dilakukan tiga kali iterasi, dimana pada setiap iterasi dilakukan lebih dari satu kali pertemuan untuk membahas pengembangan sistem. Setiap iterasi akan melalui tiga tahapan yaitu (1) Analisis sistem, (2) Desain sistem, dan (3) Pembuatan dan pengujian sistem 4.1.1.   Iterasi Pertama
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks