JURNAL.pdf

Publish in

Documents

110 views

Please download to get full document.

View again

of 15
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
JURNAL TEKNIK SIPIL PENGARUH AWAL PEMANFAATAN OLI DAN BRIKET BATUBARA SEBAGAI BAHAN PENGAWET KAYU TERHADAP SERANGAN RAYAP Yova Surya Futariana Drs. Darmono, M. T. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Email: yovasuryafutariana@yahoo.co.id ABSTRAK Tujuan pengujian ini adalah (1) menge
Transcript
  JURNAL TEKNIK SIPIL PENGARUH AWAL PEMANFAATAN OLI DAN BRIKET BATUBARA SEBAGAI BAHAN PENGAWET KAYU TERHADAP SERANGAN RAYAP   Yova Surya Futariana Drs. Darmono, M. T. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Email: yovasuryafutariana@yahoo.co.id ABSTRAK Tujuan pengujian ini adalah (1) mengetahui pengaruh awal campuran oli  bekas dan briket sebagai pengawet kayu terhadap serangan rayap dilihat pada sisi visual benda uji,(2) mengetahui lama perendaman dan konsentrasi campuran oli  bekas dengan briket yang paling efektif untuk mengawetkan kayu. Pengujianini dilakukan dalam bentuk eksperimen dengan proses  perendaman dingin terhadapbenda uji kayu sengon ukuran 5x7x15 cm kedalam campuran bahan pengawet. Bahan pengawet yang digunakan adalah oli bekas dan  briket batubara dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Bahan pengawet A oli  bekas 10 liter briket batubara 500 gram, bahan pengawet B oli bekas 10 liter  briket batubara 1000 gram, bahan pengawet C oli bekas 10 liter briket batubara 1500 gram. Benda uji A direndam dalam bahan pengawet A sebanyak 15 buah. Benda uji B direndam dalam bahan pengawet B sebanyak 15 buah. Benda uji C direndam dalam bahan pengawet C sebanyak 15 buah, dan benda uji D sebanyak 5 buah sebagai kontrol pengujian sehingga tidak dilakukan perendaman. Pengujian dilakukan selama 65 hari pada sarang rayap. Analisis data pengujian dengan metode analisis deskriptif kuantitif    Berdasarkan analisis dari masing-masing benda uji yang telah dilakukan ternyata benda uji A dengan lama perendaman 1 jam; 2 jam; 3 jam berturut-turut mengalami kehilangan berat sebesar 1,068 gr; 0,976 gr; 1,012 gr. Benda uji B dengan lama perendaman 1 jam; 2 jam; 3 jam berturut-turut mengalami kehilangan berat sebesar 1,244 gr; 0,764 gr; 0,956 gr. Benda uji C dengan lama  perendaman 1 jam; 2 jam; 3 jam berturut-turut mengalami kehilangan berat sebesar 0,522 gr; 0,422 gr; 0,216 gr. Benda uji D sebagai kontrol mengalami kehilangan berat sebesar 6,404 gr. Hasil visualisasi terhadap seluruh benda uji ternyata kondisi yang paling ekstrim terlihat pada benda uji D. Sedangkan yang  paling efektif untuk pengawetan kayu adalah konsentrasi larutan sebesar 15% dengan lama perendaman 3 jam dan persentase rata-rata absorbsi 7,95%. Benda uji C paling tahan terhadap serangan rayap dan mengalami kehilangan berat  paling sedikit dibandingkan benda uji lainnya. Kata kunci : Kayu, oli bekas, briket batubara, rayap   ABSTRACT The purpose of this test are (1) determine the effect of initial mixture of used oil and briquettes as a wood preservative to termite attack seen on the visual side of the specimen, (2) to long immersion and concentration of used oil mixed with briquettes the most effective way to preserve wood. The test is performed in the form of experiments with cold immersion of the specimen size 5x7x15 cm sengon into the mix preservatives. Preservatives used oil and coal briquettes with different concentrations. A preservative used oil 10 liters and 500 grams of coal briquettes, preservatives B used oil 10 liters and 1000 grams of coal briquettes, preservatives C used 10 liters and 1500 grams of coal briquettes. A specimen is immersed in a preservative as many as 15 pieces. B specimens soaked in preservatives as much as 15 pieces. C specimen is immersed in a preservative as many as 15 pieces and D specimens as many as 5 pieces as a control test that is not done soaking. Tests carried out for 65 days at the termite nest. Analysis of the test data with quantitative descriptive analysis method. Based on the analysis of each specimen was done apparently specimen A long soaking with 1 hour, 2 hours, 3 hours in a row to lose weight by 1.068 g; 0.976 g; 1.012 gr. Specimens B with long soaking 1 hour, 2 hours, 3 hours in a row to lose weight by 1.244 g; 0.764 g; 0.956 gr. Specimens C with soaking time 1 hour, 2 hours, 3 hours in a row to lose weight by 0.522 g; 0.422 g; 0.216 gr. Specimens D as a control to lose weight by 6.404 gr. The results of the visualization of the entire specimen turns out the most extreme conditions seen in specimen D. While the most effective for the preservation of wood is the solution concentration of 15% by long immersion 3 hours and the average percentage of absorption of 7.95%. Specimens C most resistant to termite attack and suffered heavy loses at least compared to the other specimens. Keywords: wood, used oil, coal briquettes, termites 1.   PENDAHULUAN Dewasa ini persediaan kayu dari hutan semakin sedikit ditambah menurunnya mutu kayu, baik dari kekuatan maupun keawetannya. Dengan demikian kayu dengan kelas awet dan kelas kuat rendah dapat dipakai lebih lama dengan cara menahan serangan rayap dan jamur maupun organisme perusak kayu lainnya. Salah satu organisme yang menyerang kayu adalah rayap. Rayap sering kita jumpai di sekitar kita dan merupakan organisme pengurai dalam komponen rantai makanan. Rayap akan merusak komponen konstruksi rumah atau bangunan yang material utamanya terbuat dari kayu. Pengawetan kayu bertujuan untuk menambah umur pakai kayu lebih lama, terutama kayu yang dipakai untuk material bangunan atau  perabot luar ruangan. Bahan  pengawet potensial dikembangkan apabila memiliki daya racun yang efektif, mudah didapat dan murah. Secara umum terdapat tiga kelompok  besar bahan pengawet kayu, yaitu:  bahan pengawet berupa minyak,   bahan pengawet larut dalam pelarut organik, bahan pengawet larut air (Hunt dan Garrat, 1967). Bahan pengawet oli dan  briket batubara termasuk bahan  pengawet berupa minyak, bahan  pengawet ini baik digunakan pada kayu yang diawetkan tanpa memperdulikan kebersihan kayu dan keindahan kayu. 2.   TINJAUAN PUSTAKA a.   Kayu Sengon Kayu sengon yang dalam  bahasa latin disebut  Paraserianthes  Falacataria .  Nama lokal atau daerah antara lain Sengon (umum),  jeungjing (Sunda), sengon laut (Jawa), sika (Maluku), tedehu pute (Sulawesi), wahogon (Irian Jaya). Kayu sengon banyak digunakan sebagai konstruksi ringan, kerajinan tangan, papan peti kemas,  perabot rumah tangga, kotak cerutu, veneer, kayu lapis, korek api, alat musik, pulp. Kayu sengon termasuk kelas awet IV/V dan kelas IV-V . Sifat umum kayu terasnya berwarna hampir putih atau coklat muda pucat seperti daging, warna kayu gubal umumnya tidak berbeda dengan kayu teras. Teksturnya agak kasar dan merata dengan arah serat lurus,  bergelombang lebar atau berpadu. Permukaan kayu agak licin atau licin dan agak mengkilap b.   Bahan Pengawet Kayu Bahan pengawet kayu adalah  pestisida yang bersifat racun sistemik, yaitu masuk ke dalam  jaringan kayu kemudian bersentuhan atau dimakan oleh hama (sistemik) atau sebagai racun kontak, yaitu langsung dapat menyerap melalui kulit pada saat pemberian sehingga  beracun bagi hama (Tarumingkeng, 2007). Salah satu bahan pengawet yang digunakan adalah oli bekas dicampur dengan briket batubara kedalamnya 1)   Oli bekas Oli adalah salah satu hasil minyak bumi yang sudah melalui  proses destilisasi  (penyulingan) dan temasuk bahan pengawet kayu dalam kelompok bahan pengawet berupa minyak ( Hunt, Garrat, Nicholas) 2)   Briket Batubara Briket batubara adalah salah satu bentuk olahan dari bubuk  batubara. Batubara diperoleh dadi hasil bumi yaitu berupa Kreosot  batubara kemudian diolah dan ditekan dengan tekanan tertentu sehingga dihasilkan briket batubara. Bahan pengawet ini juga tergolong didalam bahan pengawet jenis minyak. c.   Teknik Pengawetan Proses pengawetan adalah usaha untuk mempertahankan atau memperpanjang umur nilai pakai kayu, baik secara kimia maupun fisika, dengan cara meningkatkan ketahanannya terhadap serangan organisme perusak. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai macam cara mulai dari cara sederhana, seperti pelaburan,  penyemprotan, pencelupan,  perendaman, dan atau diikuti proses difusi sampai dengan cara vakum-tekan (Anonim; Findlay, 1962; Martawijaya, 1964; dan Hunt dan Garrat, 1986). Cara pengawetan kayu dapat dilakukan dengan berbagai cara. 1)   Pengawetan kayu basah: Peleburan, penyemprotan, difusi (pemanasan dan rendaman dingin, rendaman panas, pencelupan)  2)   Pengawetan kayu kering: Pelaburan, pemulasan,  penyemprotan, pencelupan, rendaman panas dingin,dan vakum tekan. d.   Rayap Tanah Rayap adalah serangga sosial anggota bangsa Isoptera yang dikenal luas sebagai hama  penting kehidupan manusia. Rayap bersarang dan memakan kayu  perabotan atau kerangka rumah sehingga menimbulkan banyak kerugian secara ekonomi. Dalam  bahasa Inggris, rayap disebut juga semut  putih (white ant) karena kemiripan  perilakunya. Menurut Horwood dan Eldridge dalam (Yudi Rismayadi dan Arinana, 2007, hal. 1-7). Berikut  jenis-jenis rayap: a.   Rayap kayu kering  b.   Rayap kayu basah c.   Rayap tanah 3.   METODOLOGI PENGUJIAN Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh awal campuran oli bekas dan briket batubara sebagai  pengawet kayu terhadap serangan rayap dilihat pada visual benda uji sebagai deteksi awal dan untuk mengetahui lama perendaman dan konsentrasi campuran olibekas dan  briket batubara yang paling efektif untuk mengawetkan kayu pada tahap deteksi awal. a.   Waktu dan Tempat Pengujian Pengujian ini dimulai bulan Juli 2012 sampai bulan Oktober 2012. Tempat pelaksanaan persiapan  pengujian di Laboratorium Bahan Bangunan FT UNY dan penempatan  benda uji pada sarang rayap di Dusun Petet 172 RT05 Potorono Banguntapan Bantul. b.   Bahan dan Peralatan Pengujian Bahan pengujian adalah kayu sengon, oli bekas dan briket  batubara. Sedangkan peralatan  pengujian menggunakan gergaji mesin, timbangan, kaliper, oven listrik, gelas ukur, dan ember plastik, , batako, palang bambu, kamera. c.   Benda Uji Benda uji yang dimaksud adalah kayu sengon yang sudah dipotong dengan ukuran ⁄  - 15 cm. Benda uji direndam dalam ember yang sudah diberi oli bekas dan  briket batubara dengan perbandingan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. d.   Pelaksanaan Pengujian Tahap awal adalah menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk pengujian. memotong kayu sengon dengan ukuran ⁄  - 15 cm sebanyak 50  benda uji dengan rincian sebagai  berikut. Tabel 1. Kebutuhan Benda Uji

Next Document

SMP01

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks