JURNAL.pdf

Publish in

Documents

248 views

Please download to get full document.

View again

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DENGAN PENDEKATAN PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) TERHADAP PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MOTOR DIESEL DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA Oleh : Fuat Muhclisin Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta Email : Fuatmuhclisin@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meng
Transcript
  1   PENGARUH METODE PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING  DENGAN PENDEKATAN PETA PIKIRAN (MIND MAPPING)  TERHADAP PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MOTOR DIESEL DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA Oleh : Fuat Muhclisin Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta Email : Fuatmuhclisin@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode pembelajaran Quantum Learning   dengan pendekatan Peta Pikiran (Mind Mapping)  terhadap prestasi siswa  pada mata pelajaran Teknologi Motor Diesel di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII TKR 3 sebagai kelas kontrol dan XII TKR 4 sebagai kelas eksperimen angkatan 2012/2013 yang berjumlah masing-masing siswa 32 siswa dan 30 siswa. Pengambilan sampel digunakan acak kelas dengan pengambilan sampel 2 kelas dari jumlah populasi sebanyak 4 kelas. Proses pengumpulan data menggunakan metode test, yaitu pengumpulan data menggunakan tes awal (pretest)  dan tes akhir (posttest)  setelah dilaksanakan treatment  . Analisis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan prestasi siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen digunakan analisis uji t-test. Sebelum dilaksanakan analisis data terlebih dahulu dilakukan uji instrumen dan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran quantum learning   dengan pendekatan peta pikiran (mind mapping)  terhadap prestasi siswa lebih tinggi bila dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Teknologi Motor Diesel di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, hal ini ditunjukkan dengan hasil uji-t sebesar 0,1746 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,00. Uji homogenitas pretest siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar (F h =1,3366<F t =1,89) sehingga kemampuan awal siswa homogen. Sedangkan  posttest   kelas kontrol 72,78 dan  posttest   kelas eksperimen sebesar 73,08. Besarnya selisih prestasi siswa antara  posttest   kelas kontrol dan  posttest   kelas eksperimen sebesar 0,412%. Besarnya  persentase siswa yang lulus UKP pada posttest kelas kontrol sebesar 71,43% sedangkan kelas eksperimen 57,69% namun rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Kata kunci : Metode pembelajaran Quantum Learning   dengan pendekatan Peta Pikiran (Mind  Mapping),  Prestasi siswa. A.   Pendahuluan Kehidupan manusia di dunia ini ditandai oleh kenyataan bahwa ia memulai hidupnya sebagai makhluk yang lemah, tidak berpengetahuan, tetapi mempunyai potensi tumbuh dan  berkembang, perkembangan potensi serta tumbuh kembangnya pengetahuan manusia merupakan suatu proses pendidikan. Pendidikan merupakan suatu kunci penting dalam semua  2   aspek kehidupan yang melibatkan sejumlah komponen yang saling berkaitan,  berkesinambungan dan bekerjasama dalam mencapai sebuah tujuan. Tujuan pendidikan yang diharapkan untuk dapat mencapai manusia yang seutuhnya harus dicapai melalui proses yang harus ditempuh guna mencapai peningkatan mutu pendidikan. Pencapaian hasil belajar yang baik dan memuaskan merupakan sebuah harapan dan tujuan yang dapat dicapai dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap suatu konsep dalam setiap pembelajaran. Banyak upaya yang telah ditempuh untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan. Berbagai upaya yang dilakukan terjadi pada berbagai aspek pendidikan, diantaranya yaitu  pengembangan kurikulum yang ditingkatkan sesuai dengan kondisi perkembangan zaman. Proses pembelajaran yang meliputi kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Metode  pembelajaran atau model pembelajaran yang digunakan disesuaikan dan ditingkatkan sesuai dengan tujuan. Pengembangan media pembelajaran yang digunakan atau alat-alat pendukung media pembelajaran untuk dapat membantu meningkatkan prestasi belajar siswa. Fasilitas ruang belajar yang memadai serta kompetensi guru yang semakin ditingkatkan. Pembelajaran yang digunakan juga harus memiliki kesesuaian dengan modelnya serta dapat memajukan siswa dalam memahami pembelajaran. Keberhasilan pencapaian prestasi belajar dalam kelas salah satunya tergantung dari proses  penyelenggaraan proses pembelajaran yang dilakukan. Penyelenggaraan pembelajaran yang dilakukan salah satu faktor penentunya yaitu guru. Guru memiliki pengaruh yang sangat  besar terhadap keberhasilan peserta didik. Oleh sebab itu kualitas dan keberhasilan  pembelajaran yang dilakukan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru dalam memilih, menyampaikan, menggunakan berbagai sarana, serta fasilitas ataupun metode  pembelajaran yang digunakan. Metode pembelajaran yang dikuasai guru juga harus selalu dikembangkan dan dikuasai oleh siswa. Pembelajaran yang ada semakin waktu semakin  berkembang luas sehingga mempengaruhi penyampaian dan mutu kualitas lulusannya. Pada dasarnya lulusan SMK akan menjadi berkualitas dan dapat diserap atau dapat menyukupi kebutuhan industri jika para peserta didiknya mempunyai suatu kompetensi yang sesuai dengan bidangnya. Lulusan SMK yang baik dan berkualitas menjadi tuntutan penting, salah satu indikatornya yaitu penguasaan kompetensi atau keahlian yang meliputi penguasaan ilmu  pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Kebijakan pemerintah dalam peningkatan jaminan kualitas pendidikan membawa konsekuensi di bidang pendidikan, dan proses pengajaran yang tadinya mengandalkan guru sebagai sumber menjadi peserta didik yang diikut sertakan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik dapat aktif dan senantiasa terbiasa dengan iklim belajar yang aktif inovatif dan menyenangkan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama mengikuti kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) proses pembelajaran yang dilakukan dibagi menjadi kelas teori dan kelas praktik, sedangkan untuk mata pelajaran keteknikan semua pelajaran tergabung ke dalam kelas praktik. Pengembangan model pembelajaran yang dilakukan masih berorientasi  pada guru (Teacher Centered) , ditambah dengan penggunaan media visual LCD  Projector. Permasalahan yang muncul yaitu siswa cenderung pasif hanya dapat menerima informasi yang diberikan dan tidak memberikan tanggapan yang serius, bahkan disaat proses  pembelajaran berlangsung banyak siswa yang cenderung duduk di belakang dan banyak yang mengobrol dengan temannya, hal ini hampir terjadi di semua kelas teori. Permasalahan lain yang muncul yaitu kurangnya perhatian terhadap siswa yang bertindak  pasif pada saat proses pembelajaran. Pemberian hukuman yang berupa teguran bagi siswa SMK dirasa kurang memberikan efek jera bagi siswa, karena kultur siswa SMK yang cenderung aktif dalam hal diluar proses belajar-mengajar, permasalahan yang selanjutnya  juga terjadi pada banyaknya materi yang harus disampaikan dalam setiap pertemuan hal ini merupakan akibat dari luasnya materi serta kompetensi yang harus disampaikan kepada  3   siswa. Pada saat proses pelaksanaan pembelajaran praktik juga hanya disediakan  job sheet   dan pelaksanaan praktik dilaksanakan dengan pengarahan untuk pengisian  job sheet   dan siswa melakukan kegiatan praktik sesuai dengan langkah-langkah yang ada pada  job sheet  , sehingga mengakibatkan siswa hanya berorientasi pada penyelesaian  job sheet   tanpa memahami atau menghayati apa yang menjadi kunci pokok kompetensi dan cenderung untuk menghafal ataupun hanya mengikuti langkah-langkah yang ada pada  job sheet  . Berdasarkan hasil interview dengan pihak sekolah terutama guru beberapa masalah masih muncul terutama dalam penyampaian materi. Prestasi yang didapat oleh siswa pada semester gasal tahun pelajaran 2012/2013 masih memiliki hambatan terutama pada banyaknya siswa yang belum mencapai nilai 7,00. Seperti pada kelas XII TKR 1 pada nilai akhir masih terdapat 14,28% siswa yang belum menapai nilai 7,00, pada kelas XII TKR 2 masih terdapat 20% siswa, pada kelas XII TKR 3 masih terdapat 28,13% siswa, dan kelas XII TKR 4 terdapat 27,59% siswa yang belum mencapai nilai 7,00 (lihat lampiran 9). Pentingnya penggunaan metode pembelajaran quantum learning   yaitu berusaha pada  pendekatan pembelajaran yang dapat menyingkirkan hambatan-hambatan dan menghalangi saat proses pembelajaran dilakukan, salah satunya dengan menggunakan peta pemikiran atau mind mapping  . Peta pemikiran sangat berhubungan dengan gaya belajar siswa yang saat ini dikenal banyak mengenai gaya belajar, menurut Bobbi De Porter (1999:112) menyebutkan  bahwa gaya belajar merupakan kunci untuk mengembangkan kinerja dalam diri sendiri untuk dapat menyerap informasi dengan mudah (modalitas) dan bagaimana cara kita untuk mengatur dan mengolah informasi tersebut (dominasi otak). Adanya berbagai macam model pembelajaran memiliki latar belakang sendiri-sendiri namun semuanya mengharapkan dapat memberikan hasil yang baik dan prestasi yang meningkat bagi peserta didik, demikian pula dengan digunakannya model pembelajaran quantum learning   dengan pendekatan mind mapping   yaitu pembelajaran konvensional dinilai menjemukan, kurang menarik bagi peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya  penguasaan materi bagi peserta didik. Sedangkan pada metode pembelajaran quantum learning   dengan pendekatan mind mapping   adalah metode yang sangat tepat untuk pencapian hasil belajar yang diinginkan dan untuk pengembangan potensi siswa. proses belajar siswa sangat dipengaruhi oleh emosi di dalam dirinya, emosi dapat mempngaruhi pencapaian hasil  belajar apakah hasilnya baik atau buruk. Emosi ini tepat apabila diarahkan pada mata  pelajaran teknologi motor diesel yang membutuhkan perhatian khusus, karena dalam mata  pelajaran ini harus menggabungkan teori dan praktik dan dalam metode quantum learning metode ini menggabungkan dua pemikiran yaitu otak kiri yang bersifat logis seperti belajar dan otak kanan yang bersifat kreatif, apabila digabungkan maka akan sangat membantu siswa dalam memahami mata pelajaran tersebut. Dengan model pembelajaran dan alat bantu pembelajaran yang digunakan masih menggunakan model lama, maka kreatifitas guru untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan mampu membuat siswa untuk giat belajar sangat dibutuhkan. Salah satu metode yang digunakan yaitu dengan mengaplikasikan dan mengembangkan metode pembelajaran yang baru. Fungsinya yaitu untuk mendapatkan metode pembelajaran yang tepat, efektif dan efisien dalam menyampaikan berbagai konsep yang mampu memberikan interaksi, kerja sama, dan respon siswa ataupun timbal balik siswa dalam menerima, menggunakan ataupun menyerap konsep tersebut. B.   Metode Pembelajaran Quantum Learning dengan Pendekatan Peta Pikiran (Mind Mapping) Quantum learning   merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Bobby DePorter dan Mike Hernacki yang mengedepankan pembelajaran yang imajinatif dan teknik-  4   teknik yang efektif dalam belajar. Asas utama pembelajaran quantum learning   adalah membawa dunia siswa ke dalam dunia guru, dan mengantarkan dunia guru ke dunia siswa dengan prinsip utama subjek belajar adalah siswa. Guru hanya sebagai fasilitator, sehingga guru harus memahami potensi siswa terlebih dahulu. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam hal ini adalah mengaitkan apa yang akan diajarkan dengan peristiwa- peristiwa, pikiran atau perasaan, tindakan yang diperoleh siswa dalam kehidupan baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Bobby De Porter dan Mike Hernacki (1999:16) menjelaskan bahwa : Quantum learning   merupakan gabungan dari sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP (  Neurolinguistik   merupakan suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi) yang disesuaikan dengan teori, keyakinan dan metode tersendiri yang telah disesuaikan. Berdasarkan pendapat tersebut, metode pembelajaran quantum learning   merupakan metode  pembelajaran yang mencakup aspek global atau menyeluruh. Dalam hal ini disebut juga sebagai  global learning  . Pendekatan  global learning   dimaksudkan untuk menutup kekurangan dalam gaya masing-masing siswa dalam belajar dengan pendekatan berbagai macam segi atau aspek yang ada untuk mempercepat dalam memahami dan menyerap informasi yang diberikan sesuai dengan kecenderungan siswa dalam belajar. Sebagai contoh untuk meningkatkan dan mengembangkan fungsi motor sensorik yang merupakan bagian dari struktur otak dapat ditingkatkan dengan kontak langsung dengan lingkungan atau berinteraksi langsung dengan lingkungannya. Pada metode pembelajaran quantum learning banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal, salah satunya adalah  peta pikiran. Peta pikiran menurut Sandy MacGregor (2001 : 48) menyebutkan bahwa peta pikiran atau  Mind Mapping   atau  Mind Chatting  ,  Mindscapes ,  Mind Clustering   adalah suatu ketrampilan dalam mencatat untuk menemukan pikiran-pikiran utama yang digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat dan melakukan sesuatu pada saat pikiran memasuki otak. Menurut Gordon &Jeannette (2000 : 165) menyebutkan bahwa mind mapping   atau peta pikiran hanyalah suatu metode, yang terpenting adalah bagaimana menggunakan seluruh pusat intelengensi yang melibatkan ritma, irama, musik, repetisi dan konsentrasi. Pendapat tersebut menyebutkan bahwa ingatan akan semakin baik apabila dalam belajar dibutuhkan suatu repetisi untuk memasukkan ke dalam otak dan dibutuhkan ketenangan atau kenyamanan sehingga dalam belajar tidak dibutuhkan waktu berlama-lama untuk menghafal namun menandai frase-frase kunci kemudian biarkan otak memproses untuk mengingatnya dengan melakukan repetisi. Pada dasarnya siswa selalu menginginkan materi pelajaran yang diterima dalam proses  belajar menjadi sebuah ingatan jangka panjang. Siswa melakukan berbagai hal untuk menyimpan ingatan tersebut menjadi ingatan jangka panjang, salah satunya dengan mencatat materi pelajaran yang telah dipelajari, mencatat merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan daya ingat. Otak manusia dapat menyimpan segala sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasakan. Tujuan pencatatan adalah membantu mengingat informasi yang tersimpan dalam memori tanpa mencatat dan mengulangi informasi, siswa hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang diajarkan. Umumnya siswa membuat catatan tradisional dalam bentuk tulisan linier panjang yang mencakup seluruh isi materi pelajaran, sehingga catatan terlihat sangat monoton dan membosankan. Umumnya catatan monoton akan menghilangkan topik-topik utama yang penting dari materi pelajaran. Otak tidak dapat langsung mengolah informasi menjadi bentuk rapi dan teratur melainkan harus mencari, memilih, merumuskan dan merangkainya dalam gambar-gambar, simbol-simbol, suara, citra,  bunyi dan perasaan sehingga informasi yang keluar satu persatu dihubungkan oleh logika, diatur oleh bahasa dan menghasilkan arti yang dipahami.

Next Document

Shock 63738

Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks