jurnal.pdf

Publish in

Documents

248 views

Please download to get full document.

View again

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Jurnal Olahraga Prestasi, Volume 11, Nomor 2, Juli 2015 | 102 PENGARUH SPORT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN PERASAAN LELAH SETELAH LATIHAN DI UKM PENCAK SILAT UNY” Nopriansyah PRODI PKO FIK UNY Email: nopriansah@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sport mass
Transcript
  Jurnal Olahraga Prestasi, Volume 11, Nomor 2, Juli 2015 | 102 PENGARUH  SPORT MASSAGE   TERHADAP PENURUNAN PERASAAN LELAH SETELAH LATIHAN DI UKM PENCAK SILAT UNY”   Nopriansyah PRODI PKO FIK UNY Email: nopriansah@gmail.com  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sport massage  terhadap penurunan perasaan lelah setelah latihan di UKM pencak silat UNY. Penelitian ini merupakan metode penelitian kombinasi ( mixed methods ). Model penelitian menggunakan desain sequential explanatory disign . Instrument   yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner untuk mengetahui seberapa tingkat perasaan lelah atlet setelah latihan. Data di analisis dengan statistik non parametrik yaitu dengan uji beda wilcoxon signed ranks test  . Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh sport    massage terhadap perasaan lelah setelah latihan di UKM pencak silat UNY dengan nilai p = 0,004, maka p < 0,05. Rata-rata  pretest   sebesar 6,4 dengan tingkat lelah yaitu lelah sedang (46,7%) dan rata-rata  posttest   sebesar 3,4 dengan tingkat lelah yaitu tidak lelah (66,7%). Persentase pengaruh pemberian sport massage  terhadap perasaan lelah adalah 88,2%. Kata kunci: sport massage ,  perasaan lelah, UKM pencak silat  Abstrac  t This study aims to determine how much influence a sports massage toward reduction tired feelings after exercise in UKM pencak sila UNY. This study is a combination of research methods ( mixed methods). The research model using sequential explanatory design. The Instrument used in this study is a questionnaire to determine how the level of athletes tired feeling after exercise. The Data were analyzed by non- parametric statistical different test is the Wilcoxon signed ranks test. The results showed the influence of sports massage toward tired feeling after training in UKM pencak silat UNY with p = 0.004, then p < 0.05. Pretest average of 6.4 with a tired rate that is being tired (46.7%) and a posttest mean of 3.4 with a tired level that is not tired ( 66.7 % ). The percentage of the influence of sports massage toward tired feeling was 88.2%. Key words:   sports massage, tired feeling, UKM pencak silat PENDAHULUAN Pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga sekaligus seni beladiri yang berasal dari Indonesia. Sejak dibentuknya Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), pencak silat mulai dikenal sebagai cabang olahraga beladiri yang di pertandingkan. Perkembangan olahraga pencak silat juga mencakup seluruh daerah nusantara bahkan luar negeri. Keberadaan olahraga pencak silat di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi merupakan bukti nyata dari perkembangan pencak silat di Indonesia. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merupakan salah satu tempat berkembangnya cabang olahraga pencak silat. Perkembangan cabang olahraga pencak silat di UNY di bina oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).  Jurnal Olahraga Prestasi, Volume 11, Nomor 2, Juli 2015 | 103 UKM m erupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat Universitas yang fungsinya untuk mengembangkan berbagai minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para anggota-anggotanya. Banyak pesilat yang berlatih di UKM pencak silat UNY yang mampu meraih prestasi diberbagai kejuaraan. Sebuah prestasi tidaklah mudah didapatkan, banyak komponen pendukung yang mempengaruhi, diantaranya: kemampuan fisik, teknik, taktik, serta mental yang baik. Beberapa komponen tersebut merupakan beberapa hal penting untuk mewujudkan prestasi yang maksimal. Tentunya dengan melakukan proses latihan yang  progresive, overload   dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip latihan. Latihan merupakan suatu proses untuk meningkatkan kemampuan seseorang. Latihan biasanya didefinisikan sebagai suatu proses sistematis yang dilakukan dalam jangka waktu panjang, berulang-ulang, progresif, dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan penampilan fisik (Bompa, 1994: 3). Ketika atlet berlatih dengan maksimal pada saat latihan dalam waktu tertentu, maka otot-otot pun akan mengalami kelelahan, kelelahan pada  jaringan otot dan darah akan menyebabkan terjadinya timbunan asam laktat. Kelelahan otot ini akan mengakibatkan menurunnya kualitas gerak atlet. Menurut Sukadiyanto (2011: 38) salah satu tanda dari kelelahan otot adalah terjadinya kejang otot ( kramp ), yang disebabkan oleh tidak lancarnya proses resintesis asam laktat menjadi ATP kembali di dalam otot. Otot yang mengalami ketegangan akan mempengaruhi gerak tubuh atlet, untuk itu otot perlu direlaksasi. Relaksasi otot bisa dilakukan dengan massage . Menurut Giam dan Teh (1993: 175) asam laktat yang dapat menumpuk dalam  jaringan tubuh dan menyebabkan kekakuan otot, dapat diedarkan melalui massage . Hal ini dikarenakan massage  adalah suatu pemberian manipuliasi yang memiliki tujuan untuk melancarkan peredaran darah. Giam dan Teh (1993: 174) juga mengatakan, peran massage  setelah suatu aktivitas yang berat sering dilupakan, padahal massage  dapat sangat bermanfaat untuk membantu pemulihan dan mencegah kekakuan yang mungkin menyusul. Massage dapat dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya adalah sport massage . Menurut Bambang Priyonoadi (2008: 5) sport massage  merupakan massage  yang khusus digunakan atau diberikan kepada orang yang sehat badannya, terutama olahragawan. Dalam  sport massage  jenis manipulasi yang digunakan adalah effleurage (menggosok),  petrissage  (comot-tekan), shaking   (menggoncang), tapotement   (memukul), friction  (menggerus) dan masih banyak lagi jenis lainnya. Masing-masing dari manipulasi tersebut memiliki tujuan yang berbeda dalam setiap penggunaannya. Untuk itu peneliti ingin mengetahui manfaat dari  Jurnal Olahraga Prestasi, Volume 11, Nomor 2, Juli 2015 | 104 pemberian sport massage  terhadap penurunan perasaan lelah setelah latihan. Karena menurut Bambang Priyonoadi (2008: 1)  sport massage  penting bagi olahragawan asuhannya di dalam usaha meningkatkan dan mempertahankan kondisi fisik serta prestasi atlet. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di lapangan, atlet di UKM pencak silat UNY setelah latihan mengalami perasaan lelah yang sangat tinggi, setelah mengalami kelelahan kualitas gerak atlet di UKM pencak silat UNY akan menurun dan tidak dapat fokus untuk mengikuti sesi latihan selanjutnya. Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan penelitian yaitu tentang pengaruh sport massage  terhadap penurunan perasaan lelah setelah latihan di UKM pencak silat UNY. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan metode penelitian kombinasi ( mixed methods ). Metode penelitian kombinasi adalah metode penelitian yang menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif (Sugiyono, 2013: 467).  Jenis Penelitian Model penelitian menggunakan desain sequential explanatory disign . Metode penelitian kombinasi desain sequential explanatory dicirikan   dengan pengumpulan data dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, dan diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap ke dua, guna memperkuat hasil penelitian kuantitatif yang dilakukan pada tahap pertama (Sugiyono, 2013: 480). Definisi Operasional Variabel Variabel dalam penelitian ini adalah pemberian sport massage dan perasaan lelah. Secara operasional variabel tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut: 1. Sport massage  adalah massage yang diberikan kepada atlet di UKM pencak silat UNY, dengan penekanan utama pada bagian betis, panggul, pinggang dan bahu. Menggunakan manipulasi Effleurage, Friction, Tapotement, Walken dan Skin-rolling dan lain sebagainya. 2. Perasaan   lelah   adalah saat dimana atlet merasa kelelahan setelah latihan dengan program latihan yang diberikan oleh pelatih. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Gajah Mada. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 12-24 Februari 2014. Target/Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah atlet UKM pencak silat UNY yang masih aktif mengikuti latihan dengan program latihan yang sudah disiapkan oleh pelatih dan pernah mengikuti berbagai kejuaraan atau mempersiapkan untuk ikut kejuaraan yang berjumlah 15 orang  Jurnal Olahraga Prestasi, Volume 11, Nomor 2, Juli 2015 | 105 Prosedur Penelitian ini merupakan penelitian campuran dengan desain sequential explanatory disign . Teknik pengumpulan data menggunakan angket kuesioner dan pengambilan denyut jantung. Angket yang telah disusun sebelumnya di expert  judgment   oleh ahli, dan kemudian diuji cobakan,dianalisis tiap butir pertanyaannya yaitu dicari validitas dan reliabilitasnya. Setelah selesai angket divaliditas, angket tersebut disebarkan kepada responden sesungguhnya (atlet UKM pencak silat UNY). Angket di berikan setelah atlet selesai latihan dan pada saat sebelum dan setelah perlakuan yaitu sport massage , disamping itu diambil juga denyut nadi atlet untuk mendukung pengambilan data tahap pertama. Denyut  jantung diambil pada saat sebelum, saat dan setelah perlakuan sport massage . Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa kuesioner untuk mengetahui seberapa tingkat perasaan lelah atlet setelah latihan dan stopwacth  untuk mengukur denyut jantung atlet sebelum, saat dan setelah diberi sport massage . Kuesioner disajikan dalam bentuk tertutup dan dijawab langsung oleh responden, jawaban pada kuesioner diberikan dengan melingkari jada lembar  jawaban. Kuesioner diberikan pada saat sebelum dan setelah pemberian sport massage . Sedangkan untuk pengambilan denyut nadi dilakukan pada saat sebelum, saat dan setelah pemberian sport massage . Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil pengukuran perasaan lelah dianalisis dengan statistik non parametris. Teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan data hasil pengamatan ulangan adalah uji beda wilcoxon signed ranks test  . Wilcoxon signed ranks test   adalah pengganti uji-t untuk data yang tidak independent, salah satunya adalah data hasil amatan ulangan (Ating Soemantri, 2006: 305). Sedangkan untuk menghitung denyut jantung yang di ambil saat pengambilan data di uji menggunakan uji anova untuk menghitung perbedaan antar pengukuran denyut  jantung atlet pada waktu sebelum, saat dan setelah sport massage . Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: Keterangan: SR  i =  Rank   yang bertanda Pada proses analisis tersebut menggunakan Seri Program Statistik (SPS) 2000, sedangkan untuk menganalisis keluhan yang dialami menggunakan statistik deskriptif. ∑   SR i     Z= √   ∑ ( SR i  ) 2  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks