Kerangka Acuan Kontak Kusta

Publish in

Documents

297 views

Please download to get full document.

View again

of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
kerangka acuan kontak kusta
Transcript
  KERANGKA ACUAN KEGIATAN SURVEY KONTAK KUSTA DI PUSKESMAS BARENG TAHUN 2015 A.   PENDAHULUAN Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya masalah dari segi medis, tapi juga meluas ke masalah sosial, budaya, ekonomi, keamanan, dan juga ketahanan nasional. Penyakit kusta pada umumnya terdapat di negara yang sedang berkembang sebagai akibat keterbatasan negara tersebut dalam memberikan pelayanan yang memadai dalam bidang kesehatan, kesejahteraaan sosial ekonomi pada masyarakat (Pedoman Nasional Pemberantasan Penyakit Kusta, 2006). Penyakit kusta sampai saat ini masih ditakuti masyarakat, keluarga termasuk sebagian  petugas kesehatan. Hal ini disebabkan masih kurangnya pengetahuan/pengertian, kepercayaan yang keliru terhadap kusta dan cacat yang ditimbulkannya (Pedoman Nasional Pemberantasan Penyakit Kusta, 2006). Pada tahun 1991 World Health Assembly telah mengeluarkan suatu resolusi yaitu eliminasi kusta tahun 2000, sehingga penyakit kusta tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat. Eliminasi yang dimaksud World Health Organization (WHO) adalah suatu keadaan dimana prevalensi (jumlah penderita yang tercatat) kurang dari 1/10.000 penduduk (Pedoman  Nasional Pemberantasan Penyakit Kusta, 2006). Menurut WHO Weekly Epidemiological Report mengenai kusta tahun 2010, selama tahun 2009 terdapat 17.260 kasus baru di Indonesia, dengan 14.227 kasus teridentifikasi sebagai kasus kusta tipe Multi Basiler (MB) yang merupakan tipe yang menular. WHO (1980) membatasi istilah dalam cacat kusta sebagai berikut: impairment, disability, dan handicap. Sedangkan WHO Expert Comittee on Leprosy dalam laporan yang dimuat dalam WHO Technical Report Series No.607 telah membuat klasifikasi cacat bagi  penderita kusta. Klasifikasi tersebut antara lain: Tingkat 0, tingkat 1, tingkat 2 (Kosasih, 2008). Masalah psikososial yang timbul pada penderita kusta lebih menonjol dibandingkan masalah medis itu sendiri sehingga diperlukan upaya untuk mencegah penularan berlanjut dengan survey kontak intesif.   B.   TUJUAN 1.   Umum Meningkatkan penemuan penderita baru dan tersangka penderita 2.   Khusus a.   Memutus rantai penularan kuman kusta  b.   Memberikan edukasi tentang kusta yang dapat menurunkan stigma c.   Meningkatkan cakupan penemuan penderita baru dan selesai berobat C.   LANGKAH KEGIATAN SURVEY KONTAK INTESIF 1.   Menentukan focus kontak intensif yaitu pasien yang masih berobat dan pasien RFT sepanjang 3 tahun ke belakang 2.   Melakukan penyuluhan tentang penularan kusta 3.   Memeriksa tanda dan gejala pada kontak serumah 4.   Memeriksa tanda dan gejala pada kontak sekita ( tetangga, teman kerja atau teman sekolah ) 5.   Memberikan MDT dan melakukan charting jika ditemukan penderita positif D.   SASARAN Orang di sekitar pasien atau mantan pasien, serumah atau sekitar ( tetangga, teman kerja, teman sekolah) E.   WAKTU Bulan Agustus 2015 ( sesuai jadwal BOK 2015) F.   LOKASI Desa Mundusewu, Desa Karangan dan Desa Kebondalem

Previous Document

LAPORAN PENDAHULUA1

Next Document

Adjectives

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks