Sistem Pers Di Negara Berkembang

Publish in

Documents

306 views

Please download to get full document.

View again

of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
perkembangan
Transcript
   Sistem Pers di Negara Berkembang Sebagian besar negara-negara berkembang adalah negara-negara yang  baru merdeka setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua yang ada pada kawasan  benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Kehadirannya ada yang lahir melalui  perjuangan kemerdekaan (seperti Indonesia, Vietnam, Aljazair), ada pula yang merupakan pemberian dari negara penjajahnya seperti India, dan Malaysia. Akibat cara memperoleh kemerdekaan yang berbeda, hal ini sangat berpengaruh terhadap sosial, ekonomi, politik dan budaya serta sistem pers negara yang bersangkutan. Pers di negara-negara berkembang pun berada dalam proses perubahan nilai-nilai lama kenilai-nilai baru yang lebih bersifat nasionalisme.  Namun ironisnya setelah terbentuknya pemerintahan sendiri yang berdaulat, sebagian negara-negara berkembang tersebut masuk kembali dalam pusaran penjajahan. Bedanya, penjajahan kali ini dilakukan oleh  pemerintahan sendiri yang dipimpin oleh pemimpin yang otoriter. Para pemimpin otoriter ini melakukan kontrol terhadap segenap kehidupan masyarakat dan sebaliknya, berupaya membebaskan pemerintahannya dari kontrol masyarakat. Lembaga pers juga tidak lepas dari pengaruh dan kontrol pemerintah. Hal ini tidak dapat dihindarkan dari kenyataan bahwa pers dapat menjadi  pembentuk opini publik. Jika kritisme pers dapat dibungkam, besar kemungkinan kendali terhadap segenap kehidupan rakyat akan tergenggam aman di tangan  penguasa. Sistem politik dan sistem pemerintahan di negar-negara berkembang pada umumnya masih mengikuti atau meneruskan sistem pemerintahan/sistem politik negara bekas penjajahnya dengan beberapa penyesuaian, termasuk pula pada sistem persnya. Pers di negara-negara berkembang hingga kini, kebanyakan berada dalamproses transisi dan transformasi dari nilai-nilai lama (kolonial) ke nilai- nilai  baru (nasional). Dengan demikian berarti mereka berada dalam proses mencari bentuk yang  paling tepat, atau sedang berusaha keras untuk menemukan indentitas dirinya. Ciri-ciri khusus sistem pers pada negara-negara berkembang umumnya adalah sebagai  berikut : 1) Sistem persnya cenderung mengikuti sistem pers negara bekas penjajahnya.  2) Pers di negara berkembang sampai saat ini berada dalam bentuk transisi. Ia masih berusaha mencari bentuk yang tepat atau mencari identitas. Karena masih dalam taraf transisi, maka pers negara berkembang biasanya kurang stabil. 3) Negara berkembang umumnya sedang membangun. Hal ini menyebabkan  pers dituntut untuk bisa berperan sebagai “agent of social change” di mana pers  bersma-sama pemerintah mempunyai tanggung jawab atas keberhasilan  pembangunan. 4) Secara umum kebebasan pers di negara berkembang diakui keberadaannya, tetapi dalam pelaksanaannya terdapat pembatasan- pembatasan. Hal ini disebabkan oleh karena pers dituntut untuk ikut menjamin atau mengusahakan stabilitas politik dan ikut serta dalam pembangunan ekonomi. Pada umumnya, sistem persnya menganut sistem tanggung jawab sosial (social responsibility). 5) Pada umumnya, pers di negara berkembang mengalami masalah yang sama di bidang komunikasi, yaitu; ketimpangan informasi, monopoli, dan  pemusatan yang berlebihan dari sumber dan jalur komunikasi. Hal ini mengakibatkan adanya dominasi negara maju atas negara berkembang di bidang informasi dan komunikasi. 6) Sistem dan pola hubungan antara pers dan pemerintah mempunyai tendensi  perpaduan antara sistem-sistem yang ada (libertarian, authoritarian, social responsibility, dan lain-lain.) Sistem Pers Media Penyiaran Televisi Di Indonesia Oleh Siti Umi Umaroh Pers merupakan bagian (subsistem) dari sistem yang lebih besar, yaitu sistem komunikasi. Sedangkan sistem komunikasi adalah sistem yang berbeda dengan sistem lainnya. Yang mempunyai fungsi komunikasi. Pada dasarnya pers adalah  sebuah produk kebudayaan barat. Peran pers sendiri selalu dikaitkan dengan masyarakat lingkungannya. Maka dalam hal ini wajar apabila pers di Negara  berkembang itu mempunyai peran yang berbeda dengan peran di Negara maju. Pers di Negara berkembang masih harus berhadapan dengan bagian yang cukup  besar dari masyarakat yang “miskin informasi” dan belum termotivasi untuk menjadikan informasi sebagai kebutuhan pokok dalam skala prioritas kebutuhan mereka khususnya di Negara Indonesia. Untuk itu peran pers di Indonesia sebagai sarana penghibur yang mengambil tempat cukup penting. Peranan pers lebih menunjukan pada peran yang “membangun” untuk memberikan informasi, mendidik, dan menggerakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Pers dan Negara Berkembang Pers di Indonesia telah mengalami metamorphosis. Di masa pemerintah Bung Karno, kita pernah condong ke negara-negara warsawa, seperti Polandia dan Rusia yang menganut paham teori aothoritaria . Lalu dimasa Soeharto, menganut paham teori media pembangunan  yang lebih condong kepada model aothoritaria  pula. Konsep ideologinya, media harus mampu dan wajib mendukung keberhasilan rezim dalam upaya menghimpun kekuasaan politik untuk pengembangan ekonomi, social dan budaya. Kemudian pada masa peemerintahan sesudahnya yakni  pemerintah Habidie, Gus Dur dan Megawati pers Indonesia yang telah mengalami kondisi trauma terhadap model authoritarian dengan serta-merta menganut  paham libertarian ekstrim . Dalam hubungan pers dan pemerintah lebih mengarah pada paham “pers yang  bertanggung jawab sosial”. Oleh karena itu hubungan pers dan pemerintah lebih mendekatkan pada konsep  partnership  daripada adversary  (pers lawan  pemerintah). Idonesia merupakan negara berkembang. Dan dalam negara  berkembang terdapat karakteristik negara- negara berkembang dapat disebutkan : a. Sistem pemerintahannya pada umumnya masih mengikuti sistem  pemerintahan Negara bekas penjajahnya dengan beberapa penyusaian. Dengan demikian system persnya tidak lain juga merupakan pengalihan dari system pers  Negara bekas penjajahnya.   b. Negara  –   Negara berkembang berada dalam keadaan transisi, tidak stabil, dalam taraf menemukan identitasnya. Dengan demikian maka pola hubungan pers dan pemerintah tidak terlepas dari keadaan demikian itu. c. Negara-negara berkembang, pada umumnya terlibat dalam proses kegiatan pembangunan. Maka pers dalam hubungan ini dituntut untuk terlibat dalam proses kegiatan pembangunan seperti agen of change. Sedangkan ciri-ciri khusus sistem pers di negara-negara berkembang dapat di sebutkan sebagai berikut : 1. System persnya cenderung mengikuti system pers Negara penjajahnya. 2. Pers di Negara berkembang sampai saat ini berada dalam bentuk transisi. 3. Negara berkembang pada umumnya sedang membangun. 4. Secara umum kebebasan pers di Negara berkembang diakui ada, tetapi dalam pelaksanaanya terdapat pembatasan-pembatasan. 5. Pada umumnya pers di Negara berkembang mengalami masalah yang sama dibidang komunikasi yaitu : ketimpangan informasi, monopoli, dan  pemusatan yang berlebihan dari sumber dan jalur komunikasi. 6. Sistem dan pola hubungan antara pers dan pemerinth mempunyai tendensi perpaduan antara system-sistem.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks