TataKelola.pdf

Publish in

Documents

7 views

Please download to get full document.

View again

of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Tata Kelola Perusahaan Prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (GCG) merupakan Dewan Komisaris pondasi dari bisnis yang transparan dan sehat. Dalam Dewan Komisaris memberikan pengarahan kepada mencapai keunggulan, BCA mengadopsi praktik tata Direksi dalam proses penyusunan visi, misi serta rencana kelola perusahaan terbaik. Hal tersebut mer
Transcript
  56    L   a   p   o   r   a   n   t   a   h   u   n   a   n   B   C   A          2        0        0        6 Prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (GCG) merupakan pondasi dari bisnis yang transparan dan sehat. Dalam mencapai keunggulan, BCA mengadopsi praktik tata kelola perusahaan terbaik. Hal tersebut merupakan komitmen Bank untuk mempertahankan kepercayaan nasabah, pemegang saham, mitra bisnis dan pemangku kepentingan ( stakeholders ) lainnya. Dalam memastikan pelaksanaan GCG yang optimal, Direktur Kepatuhan bersama dengan Manajemen mengevaluasi implementasi tata kelola perusahaan secara berkesinambungan. Manual Tata Kelola Perusahaan Berdasarkan pada praktik tata kelola terbaik ( best practice ), Anggaran Dasar Bank dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, BCA telah menyusun Manual Tata Kelola Perusahaan. Manual tersebut dievaluasi dari waktu ke waktu. Saat ini, kami sedang melakukan revisi terhadap Manual tersebut agar sesuai dengan Peraturan BI no. 8/4/PBI/2006. Disamping itu, BCA telah mendefinisikan dan mempublikasikan standar nilai dan etika yang tertuang dalam Kode Etik Bankir BCA yang meliputi: Kepatuhan: ketaatan pada undang-undang dan peraturan yang berlaku, serta sistem dan prosedur yang telah ditetapkan Bank. Integritas: tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya untuk kepentingan pribadi maupun keluarga, menjaga nama baik, keamanan harta kekayaan Bank, kerahasiaan data nasabah dan data Bank, menjaga perilaku agar kepentingan pribadi tidak bertentangan dengan kepentingan Bank ataupun nasabah. Etika: tidak melakukan perbuatan tercela. Keharmonisan lingkungan kerja:  menjaga dan membina keharmonisan lingkungan kerja dan persaingan yang sehat. Kompetensi: senantiasa meningkatkan pengetahuan dan wawasan, dengan mengikuti perkembangan industri perbankan khususnya dan dunia usaha pada umumnya. Struktur Tata Kelola Sebagaimana tertuang dalam Manual Tata Kelola Perusahaan dan Anggaran Dasar BCA, Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab melaksanakan fungsi pengendalian dan manajemen BCA. 1.2.3.4.5. Tata Kelola Perusahaan Dewan Komisaris Dewan Komisaris memberikan pengarahan kepada Direksi dalam proses penyusunan visi, misi serta rencana kerja dan anggaran Bank. Dewan Komisaris, dengan mempertimbangkan masukan dari komite-komite dibawahnya, juga menominasikan dan memberikan rekomendasi mengenai remunerasi anggota Direksi; mengevaluasi dan menyetujui keputusan manajemen dan tindakan strategis yang diusulkan oleh Direksi; memonitor praktik manajemen risiko; mengevaluasi dan menindaklanjuti temuan audit internal dan eksternal; berkonsultasi mengenai penyaluran kredit kepada pihak terkait dan tidak terkait; mengawasi pelaksanaan GCG dan mengevaluasi kinerja Direksi.Per tanggal 31 Desember 2006, Dewan Komisaris beranggotakan lima komisaris, termasuk Presiden Komisaris dan tiga Komisaris Independen. Semua Komisaris memiliki pengalaman yang luas dan dipilih berdasarkan integritas pribadi dan kompetensi profesionalnya. Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Profil Dewan Komisaris dapat dibaca pada halaman 164 Data Perusahaan .Menanggapi perubahan peraturan umum tata kelola perusahaan yang baik di lingkup perbankan, Presiden Komisaris BCA melepaskan posisinya sebagai Wakil Presiden Komisaris Bank NISP. Direksi Direksi bertanggung jawab menyusun strategi bisnis, anggaran dan rencana kerja sesuai dengan visi dan misi Bank. Direksi juga bertanggung jawab terhadap struktur pengendalian internal Bank dan penerapan manajemen risiko dan praktik-praktik tata kelola yang baik. Direksi memastikan agar praktik-praktik akuntansi dan pembukuan Bank sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia; lebih jauh lagi Direksi mengawasi pelaksanaan audit internal, melakukan tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan arahan Dewan Komisaris.Per 31 Desember 2006, Direksi beranggotakan tujuh orang, termasuk Presiden Direktur. Salah seorang Direksi menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan bertanggung jawab melaksanakan praktik-praktik tata kelola dan memastikan kepatuhan Bank terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.     L   a   p   o   r   a   n   t   a   h   u   n   a   n   B   C   A          2        0        0        6 57 Sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini, Direksi bertanggung jawab memastikan agar Badan Pengawas Pasar Modal, Bursa Efek dan Bank Indonesia menerima laporan-laporan kepemilikan dan transaksi saham yang dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Direktur, serta informasi mengenai laporan keuangan Bank, tindakan korporasi ( corporate action ) dan keputusan RUPS dan RUPSLB. Profil anggota Direksi dapat dilihat pada bagian Data Perusahaan mulai halaman 165. Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Dalam menjalankan tugas-tugasnya, Dewan Komisaris dan Direksi baik secara terpisah maupun bersama-sama menyelenggarakan rapat. Selama 2006 diselenggarakan 50 kali rapat Dewan Komisaris, 47 kali rapat Direksi dan 10kali rapat gabungan. Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi Pemegang saham memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kinerja keseluruhan Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.Dewan Komisaris dapat menilai kinerja Direksi melalui rapat gabungan dan melalui Komite Remunerasi dan Nominasi.Dengan persetujuan RUPS 2006, total kompensasi dalam bentuk gaji dan tunjangan Dewan Komisaris adalah sebesar Rp 12,6 miliar dan Direksi sebesar Rp 25,6 miliar untuk tahun 2006. Komite-komite Dewan Komisaris Komite Audit dan Komite Remunerasi dan Nominasi dibentuk oleh Dewan Komisaris dan melapor langsung kepada Dewan Komisaris. Kedua Komite dibentuk untuk meningkatkan pelaksanaan tata kelola perusahaan. Komite Audit Komite Audit memastikan bahwa laporan keuangan Bank telah disusun secara berhati-hati sesuai dengan peraturan yang berlaku; dan memastikan kecukupan penerapan sistem pengendalian internal dan proses-proses pelaporan keuangan. Komite Audit bertanggung jawab mengevaluasi praktik-praktik tata kelola dan membuat revisi dan rekomendasi terhadap Manual Tata Kelola Perusahaan apabila diperlukan. Komite juga berfungsi memberikan pendapat yang obyektif dan independen kepada Dewan Komisaris mengenai laporan-laporan yang disampaikan oleh Direksi. Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit memiliki wewenang mengakses laporan audit internal dan laporan-laporan lain apabila perlu; dan mempunyai kewenangan untuk berkomunikasi langsung dengan auditor internal dan eksternal, Direksi dan pejabat-pejabat kunci lainnya dengan sepengetahuan Direksi. Temuan Komite Audit yang signifikan akan dipaparkan dalam laporan tahunan.Komite Audit mengadakan 15 kali pertemuan selama tahun 2006.Komite Audit beranggotakan:ã Renaldo Hector Barros, Ketua dan Komisaris Independenã Djoko Sutardjo *ã Herman Yoseph Susmanto *   Mengundurkan diri sejak Desember 2006 Komite Remunerasi dan Nominasi Komite Remunerasi dan Nominasi mengevaluasi dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas remunerasi dan nominasi Direksi untuk diajukan kepada RUPS guna mendapatkan persetujuan. Komite juga mewakili Dewan Komisaris mengukur kinerja Direksi, dan untuk melakukannya Komite dapat berkonsultasi dengan narasumber internal maupun eksternal. Komite Remunerasi dan Nominasi bertemu satu kali selama tahun 2006 dan beranggotakan:ã Eugene Keith Galbraith, Ketua dan Presiden Komisaris ã Cyrillus Harinowo, Komisaris Independenã Renaldo Hector Barros, Komisaris Independenã Djohan Emir Setijoso, Presiden DirekturPada saat laporan tahunan ini ditulis, Komite ini sedang ditinjau kembali agar sesuai dengan Peraturan BI No. 8/4/PBI/2006. Di tahun 2007, Komite akan diketuai oleh Komisaris Independen dan tidak melibatkan anggota Direksi. Sesuai dengan ketentuan PBI, restrukturisasi Komite akan selesai pada bulan Juni 2007.  58    L   a   p   o   r   a   n   t   a   h   u   n   a   n   B   C   A          2        0        0        6 Komite-komite Eksekutif Direksi dibantu oleh tujuh Komite Eksekutif yang semuanya bertugas memberikan opini yang obyektif kepada Direksi dan membantu meningkatkan efektivitas pelaksanaan strategi dan prosedur manajemen risiko Bank. Anggota Komite Eksekutif ditunjuk oleh Direksi dan bersama-sama memberikan spektrum keahlian yang lengkap dan relevan. Komite Manajemen Risiko Komite ini memastikan bahwa kerangka kerja pengelolaan risiko telah memberikan perlindungan yang memadai terhadap seluruh risiko Bank. Komite bertugas menyusun kebijakan dan strategi dan menganalisa sistem manajemen risiko yang ada dengan tujuan untuk terus menyempurnakannya. Komite menyediakan pedoman pengambilan i. keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur yang berlaku dan bertanggung jawab merevisi manual manajemen risiko. Komite Aset Liabilitas (Asset and Liability Committee/ALCO) ALCO bertanggung jawab merumuskan kebijakan dan strategi pengelolaan likuditas, posisi devisa neto, penetapan suku bunga, manajemen portofolio investasi dan manajemen struktur neraca. ALCO memonitor fluktuasi suku bunga untuk mencapai imbal hasil yang optimal. ii. RapatRapat Rapat BersamaRapatKomite RemunerasiNama KomisarisDewan KomisarisDewan Komisaris/DireksiKomite Auditdan Nominasi JadwalKehadiranJadwalKehadiranJadwalKehadiranJadwalKehadiranEugene Keith Galbraith 1 5042 10 10- * 4 * 1 1Tonny Kusnadi5043 10 10- * 2 * - * - * Cyrillus Harinowo 50 36 109- *  2 * 1-Renaldo Hector Barros 2 5041 10 1015 13 1 1Raden Pardede50 38 108- *  2 * - *  - * 1  Merangkap juga sebagai Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi 2  Merangkap juga sebagai Ketua Komite Audit* Bukan anggota komite RapatRapatRapat BersamaRapatKomite Remunerasi Nama DireksiDireksiDewan Komisaris/DireksiKomite Auditdan Nominasi JadwalKehadiranJadwalKehadiranJadwalKehadiranJadwalKehadiranDjohan Emir Setijoso4742 10 10- *  1 *  1 1Aswin Wirjadi47 31 108- * - * - * - * Jahja Setiaatmadja47 35 10 10- *  1 * - * - * Dhalia Mansor Ariotedjo4740 109- *  1 * - * - * Anthony Brent Elam47 35 10 10- * - * - * - * Suwignyo Budiman47 38 108- *  1 * - * - * Subur Tan47 39 10 10- *  1 * - * - ** Bukan anggota komite     L   a   p   o   r   a   n   t   a   h   u   n   a   n   B   C   A          2        0        0        6 59 Komite Kebijakan Perkreditan Komite Kebijakan Perkreditan mengelola penyaluran kredit melalui perumusan kebijakan kredit untuk mencapai target-target kredit yang ditentukan secara berhati-hati. Komite juga memonitor penerapan kebijakan kredit untuk memastikan pelaksanaan yang konsisten dan bertanggung jawabdan membantu Direksi mencari solusi atas kendala penerapannya. Lebih jauh lagi, Komite menelaah Kebijakan Perkreditan Bank BCA (KPB), memantau dan mengevaluasi hal-hal yang berkaitan dengan aspek perkreditan serta memberikan saran perbaikan. Pada tahun 2006 Komite Kebijakan Kredit membahas Kebijakan Penghapusbukuan dengan Dewan Komisaris. Komite Pemutus Kredit Komite ini dibentuk untuk memutuskan kredit berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Direksi dengan memperhatikan pengembangan bisnis dan prinsip kehati-hatian. Komite Pemutus Kredit bertanggung jawab memberikan pengarahan dalam analisa kredit yang lebih mendalam dan komprehensif, memutuskan kredit sesuai dengan batas wewenang/jenis kredit yang ditetapkan Direksi dan berkoordinasi dengan ALCO berkaitan dengan pendanaan kredit. Komite Sumber Daya Manusia (SDM) Komite ini memastikan keselarasan kebijakan SDM dengan strategi dan tujuan BCA dan dilaksanakan secara seksama. Komite membantu merumuskan strategi dan kebijakan SDM dan memastikan konsistensi pelaksanaannya. Komite SDM memastikan Direksi mengetahui sepenuhnya perkembangan kebijakan SDM dan mengevaluasi serta menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dari penerapan kebijakan SDM kasus demi kasus. iii.iv.v.Komite Teknologi Informasi Komite Teknologi Informasi dibentuk untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Bank melalui pemanfaatan teknologi. Komite menentukan arah dan kebijakan pengembangan TI dalam jangka menengah dan jangka panjang; memberikan rekomendasi dan memutuskan investasi teknologi; memastikan bahwa pengembangan dan penerapan teknologi selaras dengan tujuan Bank; serta memantau dan mengevaluasi pemanfaatan teknologi informasi dalam setiap kegiatan Bank. Komite Penyelesaian Kasus Kepegawaian Komite ini memberikan saran-saran kepada Direksi dalam menyelesaikan kasus-kasus disiplin karyawan melalui evaluasi yang mendalam terhadap setiap kasus agar keputusan yang dibuat sesuai dengan prinsip keadilan. Komite bertanggung jawab mengadministrasikan sanksi, membenahi sistem dan prosedur operasional dan menindaklanjuti penyelesaian kasus-kasus disiplin. Komite mengevaluasi laporan penyelesaian kasus pelanggaran yang dilaporkan oleh cabang utama atau kantor wilayah dan memberikan arahan dalam menangani kasus-kasus kecurangan dan/atau pelanggaran.Komite-komite Eksekutif mengadakan rapat apabila diperlukan dan dapat mengajukan hasil rapat mereka kepada Direksi untuk dibahas lebih lanjut. vi.vii.

Previous Document

resume

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks