05-Mahoni-Suren_Nursyamsi.pdf

Publish in

Documents

210 views

Please download to get full document.

View again

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Info Teknsi EBONI Vol. 10 No. 1, Mei 2013 : 48 - 57 PERTUMBUHAN TANAMAN MAHONI (Swietenia macrophylla King) DAN SUREN (Toona sinensis ) DI WILAYAH DAS DATARA KAB. GOWA Nursyamsi dan Suhartati Balai Penelitian Kehutanan Makassar, Jl. Perintis Kemerdekaan Km.16 Makassar, 90243, telp. (0411) 554049, fax. (0411) 554058 E-mail : nursyamsianwar@yahoo.com dan ummuhaer@yahoo.com RINGKASAN Daer
Transcript
  Info Teknsi EBONI  Vol. 10 No. 1, Mei 2013 : 48 - 57 48 PERTUMBUHAN TANAMAN MAHONI (Swietenia macrophylla King  )   DAN SUREN (Toona sinensis )   DI WILAYAH DAS DATARA KAB. GOWA Nursyamsi dan Suhartati Balai Penelitian Kehutanan Makassar, Jl. Perintis Kemerdekaan Km.16 Makassar, 90243, telp. (0411) 554049, fax. (0411) 554058 E-mail : nursyamsianwar@yahoo.com dan ummuhaer@yahoo.com RINGKASAN Daerah Aliran Sungai (DAS) secara alamiah merupakan satuan hidrologis, sehingga dampak pengelolaan yang dilakukan di dalam DAS akan terindikasikan dari keluarannya yang berupa tata air. Penutupan vegetasi hutan memegang peranan penting dalam pengaturan sistem hidrologi, terutama efek spons yang menyerap air hujan dan mengatur alirannya sehingga mengurangi banjir dan menjaga ketersediaan air di musim kemarau. Fungsi tersebut akan hilang jika vegetasi di wilayah DAS yang lebih tinggi hilang atau rusak sehingga perlu direhabilitasi. Percobaan rehabilitasi dilakukan di DAS Mikro Datara yang secara administratif terletak di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Garasi dan Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa. Berdasarkan iklim, ketinggian, topografi, karakter tanah dan kondisi sosial masyarakat, jenis tanaman penghasil kayu yang dapat digunakan untuk rehabilitasi lahan di DAS Datara Kabupaten Gowa, antara lain: mahoni dan suren. Pada rehabilitasi lahan diterapkan perlakuan jarak tanam dan komposisi tanaman pokok. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan  jarak tanam dan komposisi tanaman pokok belum berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi dan diameter batang tanaman suren dan mahoni hingga umur 30 bulan di lapangan.  Kata Kunci : DAS, pertumbuhan, mahoni , suren I. PENDAHULUAN Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu hamparan/ kawasan yang dibatasi oleh topografi berupa punggung bukit yang menampung air hujan, sedimen dan unsur hara, selanjutnya dialirkan melalui anak-anak sungai. DAS secara alamiah merupakan sistem  Pertumbuhan Tanaman Mahoni (Swietania macrophylla King) …..  Nursyamsi dan Suhartati 49 hidrologi, sehingga perlu dikelola secara baik dan tepat, karena dapat berdampak terhadap kerusakan lingkungan terutama tata air. Keberhasilan pengelolaan DAS, sangat dipengaruhi oleh kelestarian ekosistem hutan. Keragaman hayati yang terdiri atas flora dan fauna dalam suatu ekosistem hutan akan saling berinteraksi sehingga tercipta keseimbangan ekologis. Hutan terdiri atas vegetasi pohon dan tumbuhan lain yang dapat menghasilkan serasah yang terurai menjadi bahan organik dan unsur hara. Keberadaan vegetasi dapat menjadi sumber kehidupan untuk fauna dan organisme lainnya. Penutupan vegetasi dapat mempengaruhi sistem hidrologi pada wilayah DAS, terutama efek spons  yang dapat menyerap air hujan dan mengatur pengalirannya sehingga mengurangi banjir pada musim hujan dan menjaga ketersediaan air di musim kemarau. Fungsi tersebut akan hilang jika vegetasi di wilayah DAS terganggu atau rusak. Kerusakan hutan yang disebabkan oleh penebangan pohon yang tidak terkendali, atau reforestasi   yang tidak tepat akan mengakibatkan terjadinya perubahan sistem hidrologis di kawasan DAS. Penebangan pohon dalam jangka pendek akan berdampak langsung terhadap menurunnya evapotranspirasi dan kemampuan lahan untuk menyimpan air sehingga menaikkan hasil air. Hasil air ( water yield  ) suatu DAS adalah jumlah air yang keluar dari suatu kawasan tangkapan air atau wilayah DAS melalui sungai selama satu tahun. Menurut Bruijnzeel (2004) peningkatan hasil air akibat penebangan pohon di hutan sebanding dengan jumlah biomassa yang ditebang. Kerusakan hutan juga dapat meningkatkan erosi dan hasil sedimen. Pada wilayah yang bertopografi dapat terjadi penggerusan permukaan tanah oleh aliran air, sehingga terjadi erosi alur ( rill erosion  ). Jika kondisi tersebut semakin lama berlangsung akan mengakibatkan erosi parit ( gully erosion  ). Sumber sedimen lain adalah longsor ( landslide atau  masswasting  ) yang umumnya terjadi pada topografi yang curam. Kondisi DAS di Indonesia telah mengalami degradasi atau kemunduran fungsi, sehingga memerlukan penanganan yang serius. Pada tahun 1984 ada 22 DAS yang diprioritaskan, tahun 1992 ada 39 DAS, selanjutnya tahun 1998 ada 62 DAS dan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. SK 328/Menhut-II/2009, pada tahun 2009 ada 108 DAS dalam kondisi kritis yang memerlukan prioritas penanganan (Paimin dkk, 2012). Hal ini menunjukkan  Info Teknsi EBONI  Vol. 10 No. 1, Mei 2013 : 48 - 57 50 perlunya rehabilitasi lahan terutama pada DAS prioritas, melalui kegiatan reforestasi  . Rehabilitasi lahan adalah bagian dari konservasi tanah yang bertujuan untuk memulihkan atau memperbaiki kembali keadaan lahan sehingga dapat berfungsi sebagai media produksi dan pengatur tata air yang baik. Menurut Siregar dan Siringoringo (2000), upaya rehabilitasi lahan dapat dilakukan melalui reforestasi   atau revegetasi. Untuk mendukung keberhasilan kegiatan rehabilitasi lahan, pemilihan  jenis tanaman perlu dipertimbangkan. Tanaman yang dipilih adalah  jenis yang mampu mengendalikan erosi dan limpasan, siklus haranya lebih cepat, serta memberikan nilai finansial bagi masyarakat setempat. Berdasarkan iklim, ketinggian, topografi, karakter tanah dan hasil musyawarah dengan masyarakat setempat, jenis tanaman yang memenuhi kriteria untuk kegiatan rehabilitasi lahan di wilayah DAS Datara, kabupaten Gowa adalah mahoni ( Swietenia macrophylla King) dan suren ( Toona sinensis  ). II. KONDISI WILAYAH DAS DATARA DAS Datara termasuk kategori DAS Mikro (Sub DAS), secara administratif terletak di Kelurahan Garasi dan Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa. Berdasarkan status kawasan hutan, luas wilayah DAS Datara adalah 683,6 ha sedangkan hasil pengamatan luas penutupan hutan hanya 244,5 ha, berarti sekitar 440 hektar telah beralih fungsi menjadi sawah atau kebun. Kondisi tersebut disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk di sekitar hutan. Secara geografis Sub DAS Datara berada pada posisi koordinat 119° 51’ 13.2” BT dan 05° 15’ 10.8” LS , pada ketinggian antara 650  – 1.000 m dpl. Kemiringan lereng antara 41  –  60 % dan berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, termasuk tipe iklim C (Yudono, 2007). Kegiatan rehabilitasi lahan dilakukan dengan cara membuat demplot tanaman. Lokasi demplot terletak pada kemiringan >60 % dengan panjang lereng 30 - 50 m, jenis tanah Inceptisol   (Klasifikasi USDA), ketebalan solum sekitar 120 cm dan kedalaman efektif sekitar 80 cm, warna tanah hitam coklat, struktur lapisan tanah bagian atas ( top soil  ) gembur dan tanah bagian bawah ( subsoi  l) bentuk lempeng sampai gumpal, drainase tanah baik dan permeabilitas  Pertumbuhan Tanaman Mahoni (Swietania macrophylla King) …..  Nursyamsi dan Suhartati 51 termasuk cepat. Kondisi permukaan tanah tidak banyak batuan (Yudono, 2007). Hasil analisa tanah dari lokasi demplot tanaman disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Sifat fisik dan kimia tanah, pada demplot pertanaman di kabupaten Gowa Sampel tanah Tekstur pH N(%) P2O5 (ppm) K2O (mg/100mg) Kelas Klasifikasi Nilai klasifikasi Nilai Nilaic Klasifikasi Nilai Klasifikasi 1 Liat Berat 7 Netral 0,31 11,59 Rendah 16,32 Rendah 2 Lempung liat berdebu Berat 7 Netral 0,18 21,85 Sedang 18,54 Rendah 3 Liat Berat 7 Netral 0,20 19,64 Sedang 19,22 Rendah 4 Lempung liat berdebu Berat 7 Netral 0,31 17,54 Sedang 17,52 Rendah 5 Liat Berat 7 Netral 0,24 22,47 Sedang 20,14 Rendah 6 Lempung liat berdebu Berat 7 Netral 0,25 21,54 Sedang 21,54 Sedang 7 Liat Berat 7 Netral 0,22 19,65 Sedang 15,23 Rendah Berdasarkan hasil analisa tanah dari lokasi demplot tanaman menunjukkan bahwa tekstur tanah termasuk dalam kelas liat hingga lempung liat berdebu, pH tanah tergolong netral (pH 7), kandungan unsur N dan P termasuk sedang, kandungan P2O5 tergolong rendah. Status lahan di lokasi demplot tanaman termasuk hutan milik yang dikelola oleh masyarakat atau pemiliknya. Kondisi penutupan vegetasi pada demplot tanaman sangat kurang yang diindikasikan dengan adanya celah tajuk atau spot yang tidak bervegetasi. Pada lokasi demplot hanya ditumbuhi vegetasi semak dan rumput serta beberapa jenis pepohonan seperti pohon kayu manis dan pinus. III. DESKRIPSI TANAMAN MAHONI DAN SUREN Tanaman mahoni (Swietenia macrophylla King  ) termasuk dalam famili Meliaceae. Pohon selalu hijau ( evergreen  ) dengan tinggi pohon antara 30 - 35 m, Kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda lalu berubah menjadi coklat tua, menggelembung dan mengelupas setelah pohon berumur tua. Daun bertandan dan menyirip panjangnya antara 35 - 50 cm, tersusun bergantian, teksturnya halus, terdapat 4 - 6 pasang anak daun, panjangnya antara 9 - 18 cm. Bunga kecil berwarna putih, panjangnya 10 - 20 cm, malai bercabang (Jaker, 2001). Tanaman mahoni dapat tumbuh baik pada daerah beriklim tipe A - C (Schmidt dan Ferguson), walaupun dapat tumbuh pada tipe iklim D, suhu rata-rata 20 - 28 ⁰ C.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks