100876123 Blighted Ovum PA

Publish in

Documents

62 views

Please download to get full document.

View again

of 20
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
lighted Ovum PA
Transcript
  I. PENDAHULUAN  Blighted ovum  (kehamilan kosong  ) merupakan salah satu jenis keguguran yang terjadi pada awal kehamilan. Disebut juga anembryonic pregnancy , blighted ovum  terjadi ketika telur yang dibuahi berhasil melekat pada dinding rahim, tetapi tidak berisi embrio, hanya terbentuk plasenta dan kulit ketuban yang ditandai dengan adanya kantung gestasi. Kegagalan telur biasanya terjadi saat usia 6 minggu, sehingga dapat diabsorbsi kembali oleh uterus. Kasus ini terjadi ditandai dengan ancaman keguguran atau abortus sebelumnya. 1,2, !bortus merupakan suatu keadaan dimana terjadinya pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 2 minggu atau berat hasil konsepsi kurang dari # gram. !bortus merupakan komplikasi paling sering dari kehamilan dan dapat menjadi stress emosional bagi pasangan yang mengharapkan anak. $ada kehamilan yang secara klinis diketahui, angka gagalnya kehamilan sebesar 1#% untuk usia gestasi 2 minggu dihitung dari haid pertama haid terakhir.  Blighted ovum  dianggap merupakan kejadian kromosomal random yang terjadi pada sekitar 1&# hingga 1&1 kasus abortus. 1,2 $ada saat konsepsi, sel telur (o'um) yang matang bertemu sperma. $erkembangan kehamilan dimulai dengan tumbuhnya 'illi korionik pada  permukaan luar blastokist dan berimplantasi ke dinding rahim. illi memproduksi gonadotropin yang merangsang pituitary melepaskan luteniing hormone (*+), yang berperan memicu corpus luteum di o'arium membentuk  progesterone dalam jumlah banyak. ormalnya, pada tingkat ini, massa inner cell mulai membelah dan berdi-erensiasi menjadi organorgan. /ekitar usia 6 minggu, -etus mulai mengembangkan sirkulasinya, dan setelah 0 minggu 'illi chorialis mengatur sirkulasi dan membentuk plasenta. amun pada blighted ovum , kantung amnion tidak berisi -etus yang disebabkan berbagai -aktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang sempurna, dan hanya terbentuk  2  plasenta yang berisi cairan. eskipun demikian plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim. #,6,  $lasenta menghasilkan hormon h34 (human chorionic  gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (o'arium) dan otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. +ormon h34 yang menyebabkan munculnya gejalagejala kehamilan seperti mual, muntah, dan menyebabkan tes kehamilan menjadi  positi-. 2, II. ETIOLOGI /ekitar 6 % blighted ovum  disebabkan kelainan kromosom dalam proses  pembuahan sel telur dan sperma. 5n-eksi 783+, rubella dan streptokokus,  penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar betah34 serta -aktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin  juga dapat menyebabkan blighted ovum . 8isiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau o'um menjadi turun. eori lain menunjukkan bahwa blighted ovum  disebabkan sel telur yang normal dibuahi sperma yang abnormal. $enyebab terjadinya blighted ovum  ini sulit dipisahkan dengan penyebab abortus pada umumnya, karena -aktor-aktor penyebab gagalnya perkembangan hasil konsepsi ini dapat mengarah ke gagalnya mempertahankan kehamilan. ,9 A.Faktor Genetik  !bnormalitas kromosom orang tua dan beberapa -aktor imunologi  berhubungan dengan blighted ovum  dan abortus secara umum telah diteliti. $ada tahun 1:01 4ranat dkk mendeskripsikan adanya translokasi 22;22 pada  pria yang istrinya mengalami 6 kali abortus secara berurutan,. $ada tahun 1:: , /mith dan 4aha menemukan insiden yang cukup besar dari carrier translokasi kromosom pada suatu penelitian terhadap keluarga abortus habitualis dan didapatkan 1# balanced reciprocal translocations  dan :  fusi  3 robertsonian  pada populasi ini. Kelainan kromosom yang paling banyak menyebabkan abortus habitualis adalah balanced translocation  yang menyebabkan konsepsi trisomi. Kelainan struktural kromosom yang lain adalah mosaicism ,  single gene disorder   dan in'erse dapat menyebabkan abortus habitualis. Single gene disorder   dapat diketahui dengan melakukan  pemeriksaan yang seksama terhadap riwayat keluarga atau dengan mengidenti-ikasi pola dari kelainan yang dikenal dengan pola keturunan. 2,,9,,0 B.Kelainan Anatomi Kelainan anatomi mungkin berupa kelainan kongenital atau kelainan yang didapat. Kelainan kongenital termasuk -usi duktus ulleri yang inkomplit atau de-ek resorpsi septum, paparan diethylstilbestrol (DES)  dan kelainan ser'ik uterus. <anita=wanita dengan septum intrauterin memiliki risiko abortus spontan sebesar 6 %, kebanyakan abortus pada trimester dua, tetapi dapat juga terjadi pada trimester pertama. !pabila embrio berimplantasi pada septum karena endometrium pada septum berkembang buruk dapat menyebabkan kelainan plasenta. $ada paparan diethylstilbestrol (D>/) intra uterine dapat menyebabkan kelainan uterus, yang paling sering adalah hipoplasia yang dapat menyebabkan abortus pada trimester pertama dan kedua, ser'iks inkompeten dan persalinan prematurus. Kelainan anatomi didapat yang potensial menyebabkan abortus seperti adhesi intra uterine (/indroma !sherman) yang disebabkan oleh kuretase endometrium atau e'akuasi hasil konsepsi yang terperangkap terlalu dalam dan berulang, leiomioma yang mempengaruhi arah dari ka'um uteri dan endometriosis. +ubungan keadaan ini dengan adanya keguguran berulang secara teori ialah  bahwa pada kasus adesi dan leiomioma terjadi adanya gangguan suplai darah, sementara pada endometriosis berhubungan dengan -aktor imunologi. 2,#  4 C.Kelainan Hormonal ?aktor=-aktor endokrinologi yang berhubungan dengan abortus dan blighted ovum  termasuk insu-isiensi -ase luteal dengan atau tanpa kelainan dimana luteinizing hormone (LH)  hipersekresi, diabetes mellitus, dan penyakit tiroid. $erkembangan pada kehamilan awal tergantung pada produksi estrogen yang dihasilkan oleh korpus luteum sampai kecukupannya terpenuhi diproduksi oleh perkembangan tro-oblast, yang terjadi pada usia kehamilan =: minggu. !bortus spontan terjadi pada kehamilan kurang dari 1 minggu jika korpus luteum gagal untuk memproduksi progesteron yang cukup, adanya gangguan distribusi progesteron ke uterus, atau bila pemakaian hormon progesteron  pada endometrium dan desidua terganggu. Keguguran juga dapat terjadi apabila tro-oblas tidak dapat menghasilkan progesteron yang seharusnya menggantikan progesteron dari korpus luteum ketika korpus luteum menghilang. 2,:  /ekresi *+ yang abnormal juga memiliki akibat langsung pada  perkembangan oosit, menyebabkan penuaan yang prematur, dan pada endometrium menyebabkan maturasi yang tidak sinkron. Dipihak lain, sekresi luteiniing hormone yang abnormal dapat menimbulkan keguguran secara tidak langsung dengan cara meningkatkan kadar hormon testosteron. Keadaan gangguan sekresi luteiniing hormone biasanya berhubungan dengan adanya polikistik o'arium. 9  ekanisme yang mungkin menyebabkan terjadinya keguguran pada  penderita diabetes mellitus ialah gangguan aliran darah pada uterus terutama sekali pada kasuskasus dengan diabetes mellitus tahap lanjut.  9 +ipotiroid merupakan gangguan endokrin lain yang dihubungkan dengan adanya abortus berulang, terutama sekali sebagai akibat dis-ungsi korpus luteum dan o'ulasi yang sering menyertai penyakit tiroid. !ntitiroid antibodi juga dihubungkan dengan abortus berulang. Karena pada awal
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks