221676702-MODUL-1.docx

Publish in

Documents

35 views

Please download to get full document.

View again

of 20
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
MODUL I PENENTUAN KADAR AIR SENYAWA ORGANIK DAN SENYAWA ANORGANIK LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 – TAHAP 2 Modul 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. PRINSIP PERCOBAAN Sejumlah tertentu sampel tanaman kering ditimbang dalam cawan yang s
Transcript
  MODUL I PENENTUAN KADAR AIR SENYAWA ORGANIK DAN SENYAWA ANORGANIK  LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2  –  TAHAP 2 Modul 1 3- 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.   PRINSIP PERCOBAAN Sejumlah tertentu sampel tanaman kering ditimbang dalam cawan yang sudah diketahui beratnya, dipanaskan dengan suhu yang berbeda dimana kadar air  bebas pada suhu 100 o C, senyawa organik pada suhu 300 o C, dan senyawa anorganik 500 o C. Zat yang hilang hasil pemanasan dihitung sebagai kadar air bebas, zat organik dan zat anorganik. 1.2.   TUJUAN PERCOBAAN 1.2.1.   Dapat melakukan uji gravimetri 1.2.2.   Dapat menentukan kadar air, senyawa organik dan senyawa anorganik dari sampel tumbuhan  LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2  –  TAHAP 2 Modul 1 3- 2 BAB II TEORI DASAR 2.1. TEORI DASAR Penentuan kadar air, senyawa organik dan senyawa anorganik didasari  perbedaan suhu (temperatur), dimana kadar bebas air dilakukan pemanasan pada suhu sekitar 150 o C, senyawa anorganik merupakan massa/bobot abu sisa pemijaran  pada suhu diatas 500 o C. Adanya senyawa organik dapat dideteksi dengan adanya  bau yang menyengat atau terjadinya pengarangan. Kadar organik kemungkinan dapat dihitung yang merupakan selisih berat setelah pemanasan pada suhu 100 o C dikurangi berat abu. Dalam Praktikum ini dilakukan metoda gravimetri secara tidak langsung, yakni melalui proses tahapan, pengendapan, penyaringan dan penimbangan. Proses  pengendapan yang dilakukan dnegan menggunakan reagen tertentu sehingga terjadi reaksi. 2.2. TEORI TAMBAHAN Gravimetri dalam ilmu kimia merupakan salah satu metode analisis kuantitatif suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara pengukuran  berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor  pada konstiven dapat diuju dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri  LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2  –  TAHAP 2 Modul 1 3- 3 meliputi transformasi unsur atau radikal ke senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dihitung  berdasarkan rumus senyawa dan berat atom unsur-unsur yang menyusunnya. Pemisahan unsur-unsur atau senyawa yang dikandung dilakukan dengan beberapa cara, seperti: metode penguapan, metode elektroanalisis, atau berbagai macam metode lainnya. Gravimetri dapat digunakan untuk menentukan hampir semua anion dan kation anorganik serta zat-zat netral seperti air, belerang dioksida, karbon dioksida dan isodium. Selain itu, berbagai jenis senyawa organik pula ditentukan dengan mudah secara grvimetri. Untuk penentuan kadar air suatu kristal dalam senyawa hidrat, dapat dilakukan dengan memanaskan senyawa dimaksud pada suhu 110  –  130°C. Berkurangnya berat sebelum pemanasan menjadi berat sesudah pemanasan merupakan berat air kristalnya. Contoh-contohnya antara lain: penentuan kadar laktosa dalam susu, salisilat dalam sediaan obat, fenolftalein dalam obat pencahar, nikotina dalam pestisida, kolesterol dalam biji-bijian dan benzaldehida dalam buah- buahan tertentu. Jadi, sebenarnya cara gravimetri merupakan salah satu cara yang  paling banyak digunakan dalam pemeriksaan kimia. Dalam analisa gravimetri penentuan jumlah zat didasarkan pada  penimbangan hasil reaksi setelah bahan yang dianalisa direaksikan. Hasil reaksi ini didapatkan sisa bahan suatu gas yang dibentuk dari bahan yang dianalisa. Dalam cara pengendapan, zat direaksikan dengan menjadi endapan dan ditimbang. Atas dasar membentuk endapan, maka gravimetrik dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : endapan dibentuk dengan reaksi antara zat dengan suatu pereaksi dan endapan yang dibentuk dengan elektrokimia. Untuk memisahkan endapan dari larutan induk dan cairan pencuci, endapan dapat disaring. Endapan grevimetri yang disaring kertas tidak dapat dipisahkan kembali secara kuantitatif. Sudah dijelaskan bahwa dalam analisa gravimetri, penentuan jumlah zat didasarkan pada penimbangan. Dalah hal ini, penimbangan hasil reaksi setelah bahan yang dianalisa direaksikan. Hasil reaksi ini dapat berupa sisa bahan atau suatu gas yang terjadi, atau suatu endapan yang dibentuk dari bahan yang dianalisa tersebut. Berdasarkan macam hasil yang
Related Search

Previous Document

What Do Seeds Need?

Next Document

Describe it!

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks