275020087 Portofolio Gastritis Errosive

Publish in

Documents

151 views

Please download to get full document.

View again

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
gastritis erosifa
Transcript
  1   Nama Peserta :  dr. Dedy Iswandi Pardede Nama Wahana :  RS Putri Hijau TK II Topik:  Gastritis Erosif Tanggal (kasus) :  10/07/ 2017 Pendamping:  1. dr. Suvi Novida, M.Kes 2. dr. Fransisca, M.B Nama Pasien :  Ny. H Tanggal presentasi :  20 Juli 2017 Tempat presentasi:  RS.Putri Hijau TK II Obyek presentasi : Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa  Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil Deskripsi: Perempuan, 56 tahun dengan keluhan BAB hitam yang dialami sejak ± 3 hari yang lalu Riwayat BAB darah segar (-). Nyeri ulu hati (+), mual (+), muntah (-)riwayat muntah hitam (-). Demam (-), Sakit kepala (-). Batuk (-), sesak (-) Riwayat BAB hitam kurang lebih 1 bulan yang lalu Riwayat mengkonsumsi obat kecil-kecil berwarna hijau sejak 6 bulan yang lalu Riwayat konsumsi jamu-jamuan (-) Riwayat HT (-) Riwayat DM (-) BAK : Lancar, kesan normal Tujuan: : Menegakkan diagnosis Gastritis Errosive, penanganan serta pencegahan terjadinya komplikasi. Bahan bahasan: Tinjauan pustaka Riset Kasus Audit Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi E-mail Pos Data Pasien:  Nama: Ny.H No.Registrasi: 001982  Nama klinik Poliklinik RS.Putri Hijau TK II  2   Data utama untuk bahan diskusi: 1.   Diagnosis/gambaran klinis: BAB Hitam dan Nyeri Ulu Hati berulang 2.   Tanda-Tanda Vital: Tekanan Darah : 110/70, Nadi : 88x/menit, Pernapasan: 20x/Menit, Suhu: 36.8 C Pada pemeriksaan fisis ditemukan: Konjungtiva Anemis +/+, Inspeksi perut datar,Auskultasi didapatkan bunyi peristaltik kesan normal. Palpasi Nyeri tekan pada regio epigastrium, massa tumor tidak ada. Perkusi: Timpani 3.   Riwayat penyakit dahulu: Riwayat keluhan yang sama sejak sebulan yang lalu. Riwayat Hipertensi tidak ada 4.   Riwayat keluarga: Pasien merupakan Ibu rumah tangga. Tidak ada keluarga pasien yang memiliki keluhan yang sama seperti pasien 5.   Riwayat pekerjaan & kebiasaan: Saat ini pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga. Riwayat mengonsumsi obat kecil-kecil berwarna hijau sejak 6 bulan yang lalu 6.   Lain-lain: tingkat pendidikan SMA, golongan ekonomi sedang Daftar Pustaka: 1.   Adi, Pangestu. “  Pengelolaan Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas ”. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi IV. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. 2007. Hal: 289  –   292. 2.   Shuhart, Margaret, M.D., Kris Kowdley, M.D., dan Bill Neighbor, M.D., “ Gastrointestinal Bleeding  ”. Medline Article, Vol.41, http://www.uwgi.org/guidelines/ch_07/ch07txt.htm (diunduh pada tanggal: 27 Oktober 2011) 3.   Tarigan, Pengarapen. “ Tukak Gaster  ”. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi IV. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. 2007. Hal: 341. 4.   Kamus Kedokteran Dorland.Edisi ke 27.Jakarta:EGC.2005 5.   Silbernagl, Stefan dan Florian Lang. “ Gastritis ”. Teks & Atlas Berwarna Patofisiologi. Cetakan I. EGC:Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.2007. Hal: 142, 146. Hasil pembelajaran: 1.   Diagnosis Gastritis Erosif  3   2.   Penanganan serta pencegahan terjadinya komplikasi. Rangkuman hasil pembelajaran portofolio: 1.   Subyektif: Perempuan, 56 tahun dengan keluhan BAB hitam yang dialami sejak ± 3 hari yang lalu serta nyeri pada ulu hati. Riwayat keluhan yang sama sejak 1 bulan yang lalu. 2.   Obyektif: Dari hasil pemeriksaan fisik diperoleh, GCS E 4 M 6 V 5 , tampak pucat, dan kesakitan. Pemeriksaan Fisik    Keadaan umum : komposmentis/sakit sedang/gizi kurang    Tanda vital    Tekanan darah : 110/70 mmHg     Nadi : 84 x/menit, regular    Pernapasan : 24 x/menit    Suhu : 36,8  C (aksilla)    Konjunctiva : Anemis (+), ikterus (-)    Leher : Limfadenopati (-), DVS R-2 cmH 2 O    Dada    Inspeksi : simetris kiri=kanan, normochest    Palpasi : nyeri tekan (-), massa (-), Vokal fremitus kiri=kanan    Perkusi : sonor pada kedua lapangan paru    Auskultasi : BP : vesikuler; BT : Ronki -/-, Wheezing -/-    Jantung    Inspeksi : ictus cordis tidak tampak    Palpasi : ictus cordis tidak teraba    Perkusi : ukuran jantung normal    Auskultasi : bunyi jantung I/II murni, regular, bising (-)    Abdomen    Inspeksi : datar, ikut gerak nafas  4      Auskultasi : peristaltik (+) kesan normal    Palpasi : hepar dan lien tidak teraba, Nyeri Tekan Regio epigastrium +    Perkusi : timpani (+), ascites (-) Ekstremitas: Edema: pretibial -/-, dorsum pedis -/- Pemeriksaan Laboratorium Parameter Hasil Nilai normal (12  –   18 thn) WBC 6,4 x 10 3 /mm 4.5  –   13.5 10 3 /mm RBC 2,06 x 10 6 /mm 4.50  –   5.30 jt. Hb 6,3 g/dL 13.0  –   16.0 HCT 19,9 % 36  –   51 MCV 63 % 78  –   98 MCH 17,8 µm 3  25  –   35 MCHC 31,8 gr/dl 32  –   36 PLT 134 x 10 3 /mm 150  –   450 3.   Assesment: Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosal lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus, atau lokal. Pada gastritis akan didapatkan mukosa memerah, edema, dan ditutupi oleh mukus yang melekat serta sering terjadi erosi kecil dan  perdarahan. Derajat perdarahan yang ada sangat bervariasi. Melena adalah buang air besar berwarna hitam seperti ter yang berasal dari saluran cerna bagian atas. Yang dimaksud dengan saluran cerna bagian atas adalah saluran cerna di atas ligamentum treitz, yakni dari jejunum proksimal, duodenum, gaster, dan esophagus. Pada perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) penting untuk dibedakan antara  perdarahan yang disebabkan oleh varises esofagus dan non-varises dikarenakan perbedaan tatalaksana dan prognosis. Manifestasi klinis gastritis erosif ini dapat bervariasi dari keluhan abodmen yang tidak jelas, seperti anoreksia, bersendawa, atau mual, sampai gejala yang lebih berat seperti nyeri epigastrium, muntah, perdarahan, dan hematemesis. Pada beberapa kasus tertentu,  bila gejala  –   gejala tersebut menetap dan adanya resistensi terhadap pengobatan, maka akan diperlukan tindakan diagnostik tambahan seperti endoskopi, biopsi mukosa, dan analisis cairan lambung untuk memperjelas penegakan diagnosis. (Lindseth, 2002). Cara singkat untuk membedakan perdarahan yang berasal dari saluran cerna bagian
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks