5. BAB III SECTIO CAESARIA.docx

Publish in

Documents

83 views

Please download to get full document.

View again

of 20
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
BAB III TINJAUAN PUSTAKA I. Seksio Sesarea A. Definisi Seksio sesarea adalah melahirkan janin yang sudah mampu hidup (beserta plasenta dan selaput ketuban) secara transabdominal melalui insisi uterus (Benson dan pernoll, 2009. hal 456). B. Jenis-Jenis Seksio sesarea Menurut Oxorn dan Forte (2010), ada beberapa tipe seksio sesarea yaitu: 1. Seksio Sesarea Abdominali
Transcript
  12 BAB III TINJAUAN PUSTAKA I.   Seksio Sesarea A.   Definisi Seksio sesarea adalah melahirkan janin yang sudah mampu hidup (beserta plasenta dan selaput ketuban) secara transabdominal melalui insisi uterus (Benson dan pernoll, 2009. hal 456). B.   Jenis-Jenis Seksio sesarea Menurut Oxorn dan Forte (2010), ada beberapa tipe seksio sesarea yaitu: 1.   Seksio Sesarea Abdominalis (Insisi Abdominal) Pemilihan insisi abdominal pada seksio sesarea didasarkan  pada tipe inisisi uterus yang direncanakan dan perlu atau tidaknya  jalan masuk ke perut bagian atas. Seksio sesarea segmen bawah rahim terdiri dari insisi melintang dan insisi membujur (insisi Pfannenstiel)  pada abdomen (Benson dan Pernoll, 2009). Insisi abdominal terdiri dari: a.   Insisi Abdominal Melintang Cara ini memungkinkan persalinan seksio sesarea yang aman, sehingga insisi tipe ini merupakan prosedur pilihan. Abdomen dibuka dan uterus disingkapkan. Setelah memasuki peritoneum, letak lipatan peritoneum vesicouterina ditentukan, lalu diinsisi melintang. Lipatan ini dilepaskan dari segmen bawah dan bersama-sama dengan kandung kemih didorong ke bawah, kemudian ditarik agar tidak menutupi lapangan pandang. Pada segmen bawah uterus,  13 dibuat insisi melintang yang kecil. Selanjutnya, luka inisisi ini dilebarkan ke samping dengan menggunakan jari-jari tangan dan  berhenti di dekat daerah pembuluh- pembuluh darah uterus. Kepala  janin diekstraksi atau didorong, diikuti oleh bagian tubuh lainnya, kemudian plasenta dan selaput ketuban. Lalu, insisi melintang tersebut ditutup dengan jahitan catgut bersambung satu lapis atau dua lapis. Kemudian, lipatan vesicouterina dijahit kembali pada dinding uterus dan dinding abdomen ditutup lapis demi lapis (Oxorn dan Forte, 2010). Insisi melintang ini memberikan hasil kosmetik yang lebih  baik dan pasien dapat mengenakan pakaian renang bikini tanpa terlihat luka parut. Selain itu, penyembuhan lebih cepat, insisi tidak terlalu sakit, dan risiko pembentukan hernia lebih kecil (Benson dan Pernoll, 2009). Gambar 3.1 Insisi Melintang Seksio caesaria  b.   Insisi Abdominal Membujur Inisisi dilakukan setinggi selubung rektus anterior yang dibebaskan dari lemak subkutan untuk memperlihatkan fascia selebar 2 cm di linea mediana dengan menggunakan skalpel. Teknik lainnya yaitu dengan membuat luka kecil, kemudian  14 menginsisi lapisan fascia dengan gunting. Insisi harus cukup  panjang supaya bayi dapat dilahirkan dengan mudah. Oleh sebab itu, panjang insisi harus sesuai dengan perkiraan ukuran janin (Cunningham, et al., 2013). Keuntungan dari inisisi ini adalah lebih cepat dilakukan dibandingkan dengan insisi melintang dan merupakan jalan masuk yang lebih baik ke perut bagian atas (Benson dan Pernoll, 2009). 2.   Seksio Sesarea Klasik Seksio sesarea klasik merupakan tindakan yang paling sederhana. Indikasi seksio sesarea klasik adalah plasenta previa, letak  janin melintang, dan jika persalinan cepat sangat penting (Benson dan Pernoll, 2009). Insisi dilakukan secara longitudinal di garis tengah dengan menggunakan skalpel ke dalam dinding anterior uterus, lalu dilebarkan ke atas dan ke bawah dengan gunting berujung tumpul. Bayi sering dilahirkan dengan bokong terlebih dahulu sehingga diperlukan luka insisi yang lebar. Janin dan plasenta dikeluarkan, lalu uterus ditutup dengan jahitan tiga lapis. Pada masa modern ini, seksio sesarea klasik sudah hampir tidak dilakukan lagi (Oxorn dan Forte, 2010). 4.   Seksio Sesarea Ekstraperitoneal Seksio sesarea ekstraperitoneal dilakukan untuk menghindari histerektomi pada kasus-kasus yang mengalami infeksi luas. Ada 3 metode dalam seksio sesarea ekstraperitoneal, yaitu metode Waters, Latzko, dan Norton. Namun, tekniknya relatif sulit sehingga dapat masuk ke dalam cavum peritoneal dan dapat menyebabkan  peningkatan insiden cedera vesicourinaria. Sekarang, tindakan ini sudah jarang digunakan karena tersedianya darah, antibiotik,  15  penurunan insiden kasus terlantar, dan perawatan prenatal yang lebih  baik. Walaupun demikian, metode ini tidak boleh dibuang karena dapat digunakan sebagai cadangan bagi kasus-kasus tertentu (Oxorn dan Forte, 2010). 5.   Histerektomi Sesarea Histerektomi sesarea merupakan seksio sesarea yang dilanjutkan dengan pengeluaran uterus. Secara teknis, histerektomi sesarea sama seperti histerektomi lainnya, kecuali dalam hal ukuran uterus dan kerapuhan jaringan/pembuluh darah yang luar biasa. Indikasi histerektomi sesarea adalah kegagalan mengendalikan perdarahan (misalnya: akibat atoni yang tidak terkendali, plasenta previa), ruptur uteri, plasenta akreta, infeksi masif uterus yang melibatkan nekrosis  jaringan, dan tumor uterus atau serviks (misalnya: leiomioma uteri, karsinoma serviks in situ). Histerektomi subtotal (misalnya: meninggalkan serviks) dilakukan untuk kasus-kasus yang mengancam keselamatan pasien akibat lamanya operasi (biasanya perdarahan) dan risiko histerektomi total. Dengan kata lain, tujuan histerektomi subtotal adalah menyelesaikannya secepat mungkin (Benson dan Pernoll, 2009). Menurut Purwoastuti dan Walyani (2015), seksio sesarea dibagi menjadi elektif dan darurat. 1.   Seksio sesarea elektif Seksio sesarea telah direncanakan jauh hari sebelum jadwal melahirkan dengan mempertimbangkan keselamatan ibu maupun  janin. 2.   Seksio sesarea darurat
Related Search

Previous Document

Sjekklister

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks