BAB 2

Publish in

Documents

34 views

Please download to get full document.

View again

of 45
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
phb
Transcript
  6 BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Panel Hubung Bagi (PHB) Panel adalah suatu lemari hubung atau suatu kesatuan dari alat penghubung,  pengaman, dan pengontrol untuk suatu instalasi kelistrikan yang ditempatkan dalam suatu kotak tertentu sesuai dengan banyaknya komponen yang digunakan. Panel hubung bagi adalah peralatan yang berfungsi menerima energi listrik dari PLN dan selanjutnya mendistribusikan dan sekaligus mengontrol penyaluran energi listrik tersebut melalui sirkit panel utama dan cabang ke PHB cabang atau langsung melalui sirkit akhir ke beban yang merupakan beberapa titik lampu dan melalui kotak-kontak ke peralatan pemanfaatan listrik yang berada di dalam bangunan. Sesuai dengan kegunaan dari panel listrik, maka dalam perancangannya harus sesuai dengan syarat dan ketentuan serta standar panel listrik yang ada. Untuk  penempatan panel listrik hendaknya disesuaikan dengan situasi bangunan dan diletakan  pada tempat yang mudah dijangkau dalam pengoperasiannya. Panel harus mendapat ruang yang cukup luas sehingga pemeliharaan, perbaikan, pelayanan dan lalu lintas dapat dilakukan dengan mudah dan aman. Dalam penempatan panel ini sangat mempengaruhi proses kelangsungan  penyaluran energi listrik, karena apabila penempatan dari panel tersebut tidak diperhatikan maka kontinuitas pelayanan panel tersebut tidak akan bertahan lama dan dapat mengurangi keandalan dalam penyaluran energi listrik.  7 Panel Perlengkapan Hubung Bagi harus memenuhi persyaratan (Buku PLN Jilid 3: 2010: 5) :   1.   Kemampuan hantar arus 2.   Kemampuan hubung singkat 3.   Kemampuan kondisi klimatik (Tingkat IP) 4.   Kemampuan mekanis Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali ( PHB ) dipergunakan dari jenis 1.   Pasangan Luar, dengan kualifikasi IP.45 (Outdoor free Standing) 2.   Pasangan Dalam, dengan kualifikasi IP.44 (Indoor wall mounting) Menurut buku PLN jilid 5: 2010: x-xi, kode IP (Indeks Proteksi) adalah sistem kode yang menunjukkan tingkat proteksi yang di berikan oleh selungkup dari sentuhan langsung ke bagian yang berbahaya atau bertegangan, dari masukannya benda asing (angka pertama) dan dari masuknya air (angka kedua). Contoh : IP 44, IP 45 : Angka pertama : 4 = tidak di masuki benda padat yang lebih besar dari 1 mm. Angaka kedua : 4 = terlindung dari air dari segala arah. 5 = terlindung dari air yang di semprotkan dari segala arah. Spesifikasi teknis PHB sistem Fasa 3 adalah sebagai berikut : 1.   Ketebalan plat sekurang-kurangnya 3 mm. 2.   Kemampuan Hantar Arus (KHA) rel pembagi sekurang-kurangnya 125% dari KHA kabel masuk. 3.   Arus pengenal gawai kendali sisi masuk sekurang-kurangnya 115% dari KHA kabel. 4.   Short time withstand current 25 kA selama 0,5 detik (RMS).  8 5.   Tingkat keamanan terhadap klimatik sekurang-kurangnya IP 45 atau untuk  pasangan luar  –   outdoor free standing. 6.   Pengaman sirkit keluar memakai pengaman lebur jenis HRC tipe NH/NT. 7.   Jumlah sirkit keluar sebanyak-banyaknya 6 buah. 8.   Jenis rel tembaga. 9.   Pintu dilengkapi dengan kaca atau bahan tembus pandang. 10.   Lampu indikator merah kuning biru pada sisi sirkit masuk. 11.   Panel PHB dihubung tanah / dibumikan. 12.   Seluruh fisik metal konstruksi di galvanis. Untuk pemakaian PHB dibagi atas dua jenis: 1.   PHB Utama dengan kabel sirkit masuk ukuran Cu 95 mm 2 dan Cu 70 mm 2 . 2.   PHB Cabang dengan kabel sirkit masuk ukuran Cu 50 mm 2 dan Cu 25 mm 2 . Tidak diizinkan menyambung langsung sambungan pelayanan dengan beban kurang dari 25 Ampere ke PHB Utama.  2.2 Fungsi Panel Fungsi panel dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu (Ripan Ependi, 2012) : 1.   Penghubung Panel berfungsi sebagai penghubung antara satu rangkaian listrik dengan rangkaian listrik lainnya pada suatu operasi kerja. Panel menghubungkan suplay tenaga listrik dari panel utama sampai ke beban-bebn baik instalasi penerangan maupun instalasi tenaga.  9 2.   Pengaman Suatu panel akan bekerja secara otomatis melepas sumber atau suplay tenaga listrik apabila terjadi gangguan pada rangkaian. Komponen yang berfungsi sebagi pengaman pada panel listrik ini adalah MCCB dan MCB. 3.   Pembagi Panel membagi kelompok beban baik pada instalasi penerangan maupun pada instalasi tenaga. Panel dapat memisahkan atau membagi suplay tenaga listrik  berdasarkan jumlah beban dan banyak ruangan yang merupakan pusat beban. Pembagian tersebut dibagi menjadi beberapa group beban dan juga untuk membagi fasa R, fasa S fasa T agar mempunyai beban yang seimbang antar fasa. 4.   Pengontrol Fungsi panel sebagai pengontrol merupakan fungsi paling utama, karena dari  panel tersebut masing-masing rangkaian beban dapat dikontrol. Seluruh beban  pada bangunan baik instalasi penerangan maupun instalasi tenaga dapat dikontrol dari satu tempat.
Related Search

Next Document

PENGGARAN BISNIS

Related Documents
BAB 2
Sep 20, 2017

BAB 2

draft bab 2 tb paru
Sep 20, 2017

draft bab 2 tb paru

Bab 2 Efusi Pelura
Sep 20, 2017

Bab 2 Efusi Pelura

BAB 2.docx
Sep 20, 2017

BAB 2.docx

BAB_2_ventill[1].doc
Sep 20, 2017

BAB_2_ventill[1].doc

bab 2
Sep 20, 2017

bab 2

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks