Bab 2 Vixx Hungan Industri Dan Pencemaran Udara

Publish in

Documents

225 views

Please download to get full document.

View again

of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
industri dan pencemaran udara
Transcript
    2.5 Hubungan Industri dan Pencemaran Udara Sektor industri merupakan salah satu sektor yang menjadi tulang  punggung perekonomian Indonesia. Perkembangan sektor industri saat ini memiliki peran yang sangat penting. Di sisi lain pertumbuhan sektor industri  juga membawa efek negatif terhadap lingkungan yaitu semakin meningkatnya  jumlah limbah industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan (Karno, 2012).   Di era modern ini banyak sekali industri yang berkembang sangat  pesat. Cerobong  –   cerobong asap industri berdiri kokoh mengepulkan asap sisa pembakaran setiap harinya. Beberapa industri menghasilkan polutan yang sangat berbahaya, diantaranya adalah industi pembuatan plastik, semen, alumunium, baja dan industri kimia sejenisnya. Karbon monoksida, Hidokarbon dan senyawa organik merupakan polutan yang biasa dihasilkan oleh industri tersebut. Tentunya polutan tersebut berpotensi besar dalam menyebabkan pencemran udara (Suryanto, 2012).   Meskipun industri dalam kenyataan memberikan bagian yang kecil dalam emisi senyawa pencemar, tetapi sumber ini mudah diamati, karena industri merupakan sumber pencemaran tiitik (  point source of pollution ). Bagian paling besar yang dibebaskan oleh industri adalah padatan renik atau debu. Debu ini memberikan dampak negatif bagi lingkungan biotik dan fisik. Meskipun industri memberikan sumbangan pada pencemaran atmosfer yang  relatif rendah, namun industri harus dan wajib melakukan penanggulangan  pencemaran (Suryanto, 2012).   2.1   Metode Pengukuran Kualitas Udara Monitoring adalah salah- satu upaya dalam pengelolahan pencemaran udara. Monitoring pencemaran udara merupakan kegiatan pengukuran kualitas udara. Ada dua metode yang digunakan untuk pengukuran kualitas udara antara lain metode manual dan metode otomatis. Metode manual dilakukan dengan cara pengambilan sampel udara dahulu lalu di analisa di laboratorium, sedangkan metode otomatis dilakukan dengan menggunakan alat yang mengukur kualitas udara secara langsung sekaligus menyimpan datanya (Nahlah, 2012). Pemantau kualitas udara otomatis terdiri dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) permanen (  fixed station ) dan bergerak ( mobile  station ) sebagai berikut : (Penuntun Praktikum Kualitas Udara, 2016).  1) SPKU permanen dipasang di lokasi tertentu, dan mengukur kualitas udara ambien secara kontinyu 24 jam secara terus menerus. 2) SPKU bergerak dipasang di lokasi tertentu, dan mengukur kualitas udara ambien minimal 7 (tujuh) hari secara terus menerus. Salah satu Alat mobil laboratorium kualitas udara memiliki Dialog 900/EMS adalah suatu software yang menyediakan fasilitas lengkap untuk melengkapi fungsi logger, termasuk konfigurasi, pengumpulan data, dan  penyajian data. Software yang dilengkapi dengan Environmental Monitoring (Penuntun Praktikum Kualitas Udara, 2016).    Station (Dialog EMS) tidak mempunyai semua fasilitas dari Dialog 900 yang lebih lengkap. Dialog dirancang untuk bekerja pada suatu komputer IBM atau   yang kompatibel. Alat mobil laboratorium kualitas udara dirancang dengan aplikasi lingkungan dalam gagasannya, perpaduan dari logger data dan software menghasilkan alat yang bermanfaat, fleksibel, dan mudah untuk di gunakan dalam mengumpulkan dan mengelola data (Penuntun Praktikum Kualitas Udara, 2016).  Keistimewaan penting yang terdapat pada alat MM900 adalah kemampuannya untuk ;mengkompres data menjadi informasi dari suatu channel. Selain basic data, nilai rata-rata dari suatu periode, nilai maksimal dari suatu periode, nilai minimum dari suatu periode dan nilai total dari suatu  periode semuanya dapat di baca (Penuntun Praktikum Kualitas Udara, 2016).  Adapun Metode manual adalah   Pendekatan yang dilakukan dalam  pengambilan sampel secara manual untuk mendapatkan data rata-rata jam ataupun harian seperti Parameter SO 2 , NO 2  dan CO (Nahlah, 2012).  Untuk mendapatkan data/nilai 1 (satu) jam, pengukuran dapat dilakukan pada salah satu interval waktu seperti dibawah ini. Durasi  pengukuran di setiap interval adalah satu jam. Adapun Interval waktu  pengukuran yaitu : (Nahlah, 2012).  a) Interval waktu 06.00  –   09.00 (pagi)  b) Interval waktu 12.00  –   14.00 (siang) c) Interval waktu 16.00  –   18.00 (malam)  Untuk mendapatkan data/nilai harian (24 jam) dilakukan perata-rataan aritmatik dari 4 kali hasil pemantauan (pagi, siang, sore, malam) dengan interval waktu seperti dibawah ini. Masing-masing interval waktu diukur 1 (satu) jam. Adapun Interval waktu pengukuran yaitu : (Nahlah, 2012). a) Interval waktu 06.00  –   10.00 (pagi)  b) Interval waktu 10.00  –   14.00 (siang) c) Interval waktu 14.00  –   18.00 (sore) d) Interval waktu 18.00  –   22.00 (malam)
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks