BAB-3 PELAKSANAAN PRAKTEK LAPANGAN

Publish in

Documents

60 views

Please download to get full document.

View again

of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
gg
Transcript
  5 Universitas Sriwijaya BAB 3 PELAKSANAAN PRAKTEK LAPANGAN 3.1. Waktu dan Tempat Praktek lapangan dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2016 di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Batanghari Sembilan, Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. 3.2. Alat dan Bahan 3.2.1.   Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktek lapangan ini adalah sebagai  berikut : Tabel 3.1. Alat-alat yang digunakan dalam praktek lapangan Nama Alat Spesifikasi Fungsi Timbangan Analitik Ketelitian 0,01 Menimbang berat induk ikan  pH-Meter 0,1 unit pH Mengukur pH air Thermometer Ketelitian 1 0  C Mengukur suhu DO-Meter Ketelitian 0,01 ppm Mengukur oksigen terlarut 3.2.2. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktek lapangan adalah sebagai  berikut : Tabel 3.2. Bahan yang digunakan dalam praktek lapangan Nama Bahan Spesifikasi Fungsi Induk ikan gabus Berat 190-210 gram/ekor Induk yang dipelihara Ikan rucah dan pelet - Pakan induk 3.3. Cara Kerja 3.3.1. Seleksi Induk Seleksi induk dilakukan berdasarkan ciri-ciri morfologi induk jantan dan  betina. Induk jantan memiliki badan ramping dan bagian perut rata, warna tubuh lebih gelap. Induk betina memiliki badan pada bagian perut membesar dan lembek, warna tubuh lebih cerah dari jantan.  6 Universitas Sriwijaya 3.3.2. Pemeliharaan Induk Induk ikan gabus hasil seleksi dipelihara dalam kolam pemeliharan induk, sesuai dengan jenis kelamin calon induk, calon induk yang dipelihara dalam 12 waring setiap waring berisi 2 calon induk. Selama pemeliharaan calon induk ikan gabus diberi pakan berupa ikan rucah dengan frekuensi 2 kali sehari yaitu pagi (08.00-09.00 WIB), dan sore (16.00-17.00) sebanyak 3% dari bobot tubuh. 3.4. Parameter yang Diamati Parameter yang diamati pada praktek lapangan ini adalah kelangsungan hidup, pertumbuhan ikan gabus dan kualitas air . 3.4.1. Kelangsungan Hidup atau  Survival Rate  (SR)  Perhitungan kelangsungan hidup ikan diukur dengan mengurangi jumlah ikan awal dengan jumlah ikan akhir. Tingkat kelangsungan hidup ikan selama  pemeliharaan dihitung dengan menggunakan rumus Effendie (1979), sebagai  berikut: SR = NtNo  x 100% Keterangan: SR = Kelangsungan hidup (%)  Nt = Jumlah ikan akhir pemeliharaan (ekor)  No = Jumlah ikan awal penebaran (ekor) 3.4.2. Pertumbuhan Ikan gabus Pertumbuhan bobot mutlak ikan gabus diukur dengan cara menimbang  bobot awal ikan yang dipelihara kemudian menimbang bobot ikan pada akhir  pemeliharaan. a) Pertumbuhan berat mutlak Menurut rumus Effendie (1979) sebagai berikut: W = Wt  –   Wo Keterangan: W = Pertumbuhan berat mutlak ikan yang dipelihara (mg) Wt = Berat ikan pada akhir pemeliharaan (mg)  6 Universitas Sriwijaya Wo = Berat ikan pada awal pemeliharaan (mg)  b) Pertumbuhan panjang mutlak Menurut rumus Effendie (1979) sebagai berikut: L = Lt  –   Lo Keterangan:   L = Pertumbuhan panjang mutlak ikan yang dipelihara (cm) Lt = Panjang ikan pada akhir pemeliharaan (cm) Lo = Panjang ikan pada awal pemeliharaan (cm)   7
Related Search
Related Documents
bab 3
Sep 20, 2017

bab 3

BAB 3
Sep 20, 2017

BAB 3

EseI p3 Bab 3 Ting 5
Sep 20, 2017

EseI p3 Bab 3 Ting 5

BAB 3 & 4 (fix)
Sep 20, 2017

BAB 3 & 4 (fix)

BAB 3 ANC K5
Sep 20, 2017

BAB 3 ANC K5

BAB 3 (24) (33).doc
Sep 20, 2017

BAB 3 (24) (33).doc

acuan bab 3.pdf
Sep 20, 2017

acuan bab 3.pdf

BAB 3
Sep 20, 2017

BAB 3

BAB 3 (KAKAO)
Sep 20, 2017

BAB 3 (KAKAO)

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks