Bahan Tutorial Ske 2 Kedokteran Komunitas

Publish in

Documents

35 views

Please download to get full document.

View again

of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Bahan Tutorial Ske 2 Kedokteran Komunitas
Transcript
  1.   Bagaimana cara menyusun  problem list  ? Bagaimana susunan  problem list   dalam skenario ini?  Problem list memberikan gambaran mengenai: a.   keaadan pasien saat ini  b.    problem kesehatan masa lampu c.   faktor resiko potensial yang mungkin muncul pada pasien Ada 2 macam  problem list, yaitu : 1)    Active problem list    a)   Masalah yang sedang dihadapi pasien b)   Masalah yang masih membutuhkan pemeriksaan dan penaganan leb ih lanjut c)   Masalah yang masih membutuhkan pengobatan dan tindakan khusus d)   Masalah yang dapat mempengaruhi kesehatan pasien saat ini 2)    Inactive problem lis   a)   Masalah yg masih tetap ada pada pasien tetapi tidak memerlukan tindakan mis: penderita polio yang sampai sekarang kecacatan nya masih ada. b)   Masalah masa lalu yang mungkin menjadi penyebab atau berhubungan dengan masalah yang sekarang ada, mis: anak sering kejang dan setelah ditelusuri ternyata anak lahir dgn asfiksia berat. c)   Masalah yang telah lampau tetapi ada kemungkinan kambuh lagi misal: TB  paru Sedangkan cara membuat Daftar Masalah adalah sebagai berikut : 1)   Setiap masalah yang yang perlu di jadikanmasalah harus dimasukkan ke dalam daftar masalah. 2)   Setiap masalahdi beri nomor secara berurutan menurut tanggal ditemukannya masalah. 3)   Setiap masalah ditulis secara jelas dan objektif sesuai fakta yang ada baik anamnesis, pemeriksaan jasmani, maupun pemeriksaan penunjang. 4)   Bila timbul masalah baru, masalah tersebut harus ditambahkan dalam daftar masalah.  5)   Tidak boleh menggunakan istilah yang tidak lazim digunakan. 6)   Bila terdapat 2 masalah atau lebih yang saling berhubungan tetapi penanganannya  berbeda masalah ditulis sendiri-sendiri, kecuali bila penanganannya sama ditulis sindroma (1 masalah). 7)   Sekali satu nomor dipakai untuk sebuah masalah -> nomor tidak boleh digunakan untuk masalah lain walaupun masalah teratas. 8)   Daftar masalah diletakkan di bagian terdepan dari berkas rekam medik agar masalahnya dapat diketahui secara cepat. 9)   Dokter harus membuat prioritas penyelesaian masalah. Secara umum, masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: P = (E-O) x C P : Problem E : Expected O : Observed C : Concern (E-O) atau delta harus ditemukan dahulu baru dilakukan perumusan masalah. Atau dengan kata lain masalah dapat didefinisikan sebagai abnormalitas yang dirasakan oleh pasien dan/atau ditemukan dokter, dinyatakan dalam istilah medis, yang memerlukan penanganan lebih lanjut. 2.   Evidence Based Medicine (EBM) Adalah istilah bar penerapan epidemiologi klinik dalam pelayanan pasien. Tujuan dari EBM adalah membantu dalam proses pengambilan keputusan seorang dokter yang bekerja berdasarkan bukti ilmiah. Ada beberapa alasan perlunya EBM, dua alasan utama sebagai berikut. Pertama,  jumlah publikasi medis tumbuh sangat cepat, sehingga para dokter dan mahasiswa kedokteran kewalahan untuk mengidentifikasi bukti yang relevan, berguna, dan dapat dipercaya. Bukti riset yang dipublikasikan sangat banyak jumlahnya. Hampir dua juta artikel kedokteran diterbitkan setiap tahun. Padahal, “not all evidences are created  equal”. Tidak semua artikel hasil riset memberikan bukti -bukti dengan kualitas dan validitas (kebenaran) yang sama. Kedua, melunturnya “trust” (kepercayaan) masyarakat terhadap integritas  pelayanan kedokteran dan praktisi yang memberikan pelayanan medis. Praktik EBM terdiri atas lima langkah    Langkah 1: Rumuskan pertanyaan klinis tentang pasien, terdiri atas empat komponen: Patient, Intervention, Comparison, dan Outcome.    Langkah 2 : Temukan bukti-bukti yang bisa menjawab pertanyaan itu. Salah satu sumber database yang efisien untuk mencapai tujuan itu adalah PubMed Clinical Queries. Tidak Ya Tidak Ya    Langkah 3 : Lakukan penilaian kritis apakah bukti-bukti benar (valid), penting (importance), dan dapat diterapkan di tempat praktik (applicability). Perhatikan judul artikel Artikel asli atau kajian kritis? Apakah berhubungan langsung dengan praktek? Teruskan pencarian bukti dari artikel berikutnya Lihat abstrak Apakah relevan dengan  pertanyaan klinis? Lakukan penilaian kritis artikel     Langkah 4 : Terapkan bukti-bukti kepada pasien. Integrasikan hasil penilaian kritis dengan keterampilan klinis dokter, dan situasi unik biologi, nilai-nilai dan harapan pasien.    Langkah 5 : Lakukan evaluasi dan perbaiki efektivitas dan efisiensi dalam menerapkan keempat langkah tersebut. Kelima langkah E BM bisa disingkat “5A” : asking, acquiring, appraising, applying, assessing. 3.   Apa saja prinsip-prinsip pelayanan kesehatan primer? Pada tahun 1978, dalam konferensi Alma Ata ditetapkan prinsip-prinsip PHC (  Primary Health Care ) sebagai pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua. Lima prinsi PHC sebagai berikut : a.   Pemerataan upaya kesehatan Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial.  b.   Penekanan pada upaya preventif Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha,  pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta individu agar berprilaku sehat serta mencegah  berjangkitnya penyakit. c.   Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage). d.   Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian. Peran serta atau partisipasi masyarakat untuk membuat penggunaan maksimal dari lokal, nasional dan sumber daya yang tersedia lainnya. Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga  bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar
Related Search

Previous Document

BAB I PENDAHULUAN

Next Document

kodeetik

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks