bhsa

Publish in

Documents

31 views

Please download to get full document.

View again

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
bahasa
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Pendidikan merupakan sebuah proses yang dapat memberikan wawasan kepada seseorang pendidikan juga sangat penting dalam kehidupan, dengan adanya  pendidikan setiap orang dapat mengubah kehidupannya baik itu secara emosional maupun material. Sebagai seorang pendidik, guru dituntut untuk mampu mengenal karakteristik dari  peserta didiknya bukan hanya mengajar tapi guru harus mampu mendidik peserta didiknya. Menjadi seorang guru juga bukan hal yang mudah, guru adalah penyalur ilmu ke generasi muda, dari guru lah akan terlahir generasi-generasi yang akan membawa kemajuan di masa mendatang. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengenal peserta didiknya, ketika seorang guru mampu membuat peserta didiknya menyukai pelajaran yang ia ajarkan, dengan begitu mereka bisa memahami apa yang telah disampaikan guru tersebut. 1.2   Rumusan Masalah A.   Apakah pengertian pendidikan ? B.   Bagaimana peranan evaluasi pendidikan ? C.   Bagaimana cara menjadi guru yang dicintai ? 1.3   Tujuan A.   Untuk mengetahui pengertian pendidikan. B.   Untuk mengetahui peranan pendidikan. C.   Untuk mengetahui cara menjadi guru yang dicintai.  2 BAB II ISI 2.1   Pengertian pendidikan Pendidikan berasal dari kata “didik”,kemudian berubah menjadi “mendidik”, yang artinya memelihara dan memberi latihan. Sedangkan pengertian “pendidikan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya  pengajaran dan pelatihan. Dalam pengertian luasnya pendidikan dapt diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga seseorang memeroleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. Sebagian orang memahami pendidikan sebagai pengajaran karena pendidikan  pada umumnya selalu membutuhkan pengajaran. Jika pengertian ini kita pedomani, setiap orang yang yang berkewajiban mendidik tentu harus melakukan perbuatan mengajar. Padahal mengajar adalah suatu kegiatan menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar ia menerima dan menguasai materi pelajaran tersebut, atau denagn kata lain agar siswa tersebut memiliki ilmu pengetahuan. Pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah dan madrasah) yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap, dan sebagainya. Pendidikan dapat  berlangssung secara informal dan nonformal di samping secara formal seperti di sekolah, madrasah,dan institusi-institusi lainnya. Bahkan, pendidikan juga dapat  berlangsung dengan cara mengajar diri sendiri. 2.2   Peranan evaluasi pendidikan Ada tiga faktor yang perlu dipahami oleh seorang guru dalam roses pembelajaran. Tiga faktor ini memiliki posisi strategis guna membawa siswa dapat mencapai satu  3 tahapan mampu melakukan perubahan perilaku. Ketiga faktor yang dimaksud, yaitu metode evaluasi, cara belajar, dan tujuan pembelajaran. Seorang guru perlu memahami metode evaluasi. Yang dimaksud metode evaluasi adalah cara-cara yang digunakan oleh seorang guru agar memperoleh informasi yang diperlukan. Dari sinilah dapat dipilih metode mana yang tepat untuk diterapkan kepada peserta didik. Tugas guru dalam melakukan evaluasi adalah membantu siswa dalam mencapai tujuan umum pendidikan yang telah ditetapkan. Agar tercapai tujuan pendidikan yang dimaksud, seorang guru perlu bertindak secara aktif dalam membantu setiap langkah  proses pembelajaran. Tindakan aktif tersebut sebaiknya merupakan tindakan  professional yang dilakukan oleh seorang guru agar dikatakan bermakna apabila hasil akhirnya berorientasi pada tujuan pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas. Menurut Achmad tujuan pendidikan pada umumnya berasal dari tiga sumber, yaitu a) study of the pupil, b) study of the society in which they live, and c) the  judgmentof the informed educational specialist. Atau tujuan pendidikan dapat diturunkan dari tiga macam sumber, yaitu a)pembelajaran dari siswa, b) pembelajaran dari masyarakat dimana mereka hidup, dan c) dari pertimbangan para ahli pendidikan. Dalam proses pembelajaran di kelas, tujuan yang perlu diperhatikan seorang guru antara lain tujuan instruksional umum dan tujuan intruksional khusus. A.   Mengidentifikasi perubahan perilaku Perubahan perilaku yang telah direncanakan secara sistematis oleh seorang guru sebagai akibat pengalaman pendidikan dapat diungkap melalui proses evaluasi yang dibedakan dalam dua cara, yaitu 1.    proses testing (testing procedures) Testing prosedur, termasuk tes yang direncana dan dikembangkan oleh seorang guru, maupun para ahli evoluasi yang mendalami dan menekuni maslah tes ujian.  4 Yang termasuk testing prosedur adalah tes yang menggunakan kertas dan pensil, tes tertulis, tes lisan, dan tes penampilan. 2.    proses nontesting Yang termasuk proses nontesting diantaranya cara mengeksplorasi informasi atau data tidak melalui tes: a)wawancara, b) anecdotal records, sosiometri, kuesioner, metode ranking, dan rating. Proses nontesting pada umumnya berusaha meringkas hasil dari sampel yang diambil dari peserta didik atau produk dari perilaku siswa. Apapun metode yang digunakan untuk mengungkap informasi siswa, seorang guru sebaiknya selalu berusaha mencapai pada bentuk perilaku para siswanya, dalam kaitan dengan pengetahuan yang relevan. Prosedur ini sangat membutuhkan  pengetahuan komprehensif tentang apa yang diberikan kepada sekelompok siswa di kelas. Semakin banyak materi atau fenomena tentang siswa yang diajakan, maka semakin baik merepresentasikan evaluasi keadaan yang sebenarnya pada perilaku siswa. Dalam proses pembelajaran, seorang guru pada prinsipnya dapat menggunakan alat testing buatan guru itu sendiri atau alat testing baku. Alat testing baku pada umumnya difokuskan untuk melengkapi butir-butir acuan normative, berisi daftar skor sejenis yang diambil dari sampelsiswa yang digunakan. Sedangkan alat testing  buatan sendiri digunakan jika guru ingin memperoleh informasi yang unik dan spesifik tentang para siswa. Ada dua hambatan yang apabila tidak diperhatikan akan mencegah terjadinya evaluasi yang komprehensif terhadap tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pertama, kesulitan menerjemahkan tujuan pendidikan kedalam sikap, minat, dan  perilaku siswa. Sering kali terjadi perubahan yang teridentifikasi tidak mendalam dan cenderung hanya secara kasar saja. Kedua, dalam beberapa hal, perubahan total yang diinginkan pada siswa mungkin tidak terobservasi sampai jangka waktu yang lama,termasuk berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun selama mengikuti proses  pendidikan. Guru seharusnya dapat melihat perubahan para siswa melalui beberapa
Related Documents
Bhsa Indo Titin
Oct 16, 2017

Bhsa Indo Titin

bhsa.docx
Nov 1, 2017

bhsa.docx

Bhsa Indonesia
Nov 5, 2017

Bhsa Indonesia

Tugas Bhsa Indo
Nov 17, 2017

Tugas Bhsa Indo

ppt bhsa inggris
Nov 17, 2017

ppt bhsa inggris

Cerpen Bhsa Indo
Nov 19, 2017

Cerpen Bhsa Indo

Bhsa Ina. Lhina
Dec 4, 2017

Bhsa Ina. Lhina

tugas bhsa inggris
Mar 15, 2018

tugas bhsa inggris

Handay Bhsa Indo
Apr 4, 2018

Handay Bhsa Indo

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks