blok 18 sken 5

Publish in

Documents

77 views

Please download to get full document.

View again

of 21
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
diangnosa pasien sesak nafas
Transcript
  1 Pasien Dengan Keluhan Sesak Nafas I Made Ananta Wiguna 102015083/E2 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Alamat korespondensi: Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11510 Abstrak Sesak nafas (Dispnea) sering merupakan keluhan mengapa seseorang datang berobat ke dokter.Secara umum, sesak nafas bererti nafas yang sulit. Sesak nafas adalah keluhan yang sering memerlukan penanganan darurat tetapi intensitas dan tingkatannya dapat berupa tidak nyaman di dada yang bisa membaik sendiri, yang membutuhkan bantuan nafas yang serius sampai yang fatal.Diagnosis banding yang dibincangkan bagi kasus sesak nafas ini ialah Community Acquired Pneumonia (CAP), bronkiektasis, abses paru dan Tuberculosis paru dengan infeksi sekunder. Kata kunci : Dispnea, Community Acquired Pneumonia, bronkiektasis, abses paru, Tuberculosis  paru  Abstract:  Breathlessness (dyspnea) often become a patient’   s chief complaint when seeing a doctor. Generally, breathlessness means having difficulty in breathing.Breathlessness is a complaint that needs emergency treatment but the intensity and stages varies such as feeling uncomfortable in chest area that could heals by itself, patient that needs serious breathing intervention and cases that may cause death. Differential diagnosis discussed for this breathlessness case includes Community Acquired Pneumonia (CAP), bronchiectasis, lung abscess and lung Tuberculosis with secondary infection. Keywords : Dyspnea, Community Acquired Pneumonia, bronchiectasis, lung abscess, lung Tuberculosis  2 Pendahuluan   Orang yang sehat dalam keadaan normal tidak menyadari akan pernafasannya. Sesak nafas merupakan keluhan subjektif yang timbul bila ada perasaan tidak nyaman maupun gangguan atau kesulitan lainnya saat bernafas yang tidak sebanding dengan tingkat aktivitas. Rasa sesak nafas ini kadang-kadang diutarakan pasien sebagai kesulitan untuk mendapatkan udara segar, rasa terengah-engah atau kelelahan. 1 Sesak nafas akan muncul apabila terjadi peningkatan kebutuhan, seperti pada peningkatan metabolism, atau adanya gangguan pemenuhan kebutuhan akibat gangguan ventilasi pada sistem pernafasan atau gangguan sirkulasi pada sistem kardiovaskular atau keduanya. 2 Anamnesis Berdasarkan skenario yang diberikan, seorang laki-laki berusia 48 tahun di bawa keluarganya ke IGD RS karena sesak nafas sejak 2 jam yang lalu. Untuk menegakkan diagnosis pada pasien tersebut, maka saya harus melanjutkan anamnesis dengan lebih mendalam. Anamnesis yang dilaksanakan adalah dengan metode autoanamnesis. Ditanyakan identitas pasien, maka apa yang didapatkan adalah; i.   Jenis kelamin : laki-laki ii.   Usia : 48 tahun Seterusnya ditanyakan keluhan utama pasien, maka apa yang didapatkan adalah; i.   Keluhan utama : sesak nafas ii.   Riwayat penyakit sekarang    Sesak nafas sejak kapan ? : 2 jam yang lalu    Keluhan lain ? : Sejak 3 hari yang lalu, pasien mengalami batuk dengan dahak yang sulit keluar dan jika keluar kental berwarna putih disertai demam tinggi namun tidak diukur. iii.   Riwayat penyakit dahulu iv.   Riwayat penyakit keluarga v.   Riwayat pribadi dan sosial  3 Pemeriksaan fisik Pasien dinilai keadaan umum sama ada terlihat sihat, sakit ringan, sakit sedang ataupun sakit  berat. Dinilai juga kesadaran pasien dan dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV) untuk nadi, suhu, tekanan darah dan pernafasan. Pasien diinspeksi untuk melihat bentuk thoraks anterior, diamati pergerakan dada pada saat statis dan dinamis untuk menentukan apakah simetris atau tidak dan apakah ada bagian dada yang tertinggal dalam keadaan statis dan dinamis, diperhati keadaan sela iga, frekuensi nafas, sifat  pernafasan (torakoabdominal/abdominotorakal), ritme nafas dan suara nafas tambahan yang dapat didengar tanpa menggunakan stetoskop. Seterusnya, dilakukan palpasi untuk merasakan apakah ada kelainan pada sela iga dan meraba pergerakan thoraks dalam keadaan statis dan dinamis dan dilakukan pemeriksaan vokal fremitus. Seterusnya, dilakukan perkusi untuk mengetahui apakah ada kelainan perkusi pekak, redup dan hipersonor pada paru. Selain itu, dilakukan auskultasi untuk mendengar apakah ada kelainan bunyi nafas seperti ronki basah, ronki kering, wheezing, bising gesek/pleural friction rub, egofoni, amforik, stridor, krepitasi dan succtio hipocrates. 2 Pada kasus ini, hasil pemeriksaan fisik adalah : Keadaan umum sakit sedang, kesadaran compos mentis, nadi 98×/menit, suhu 38 ºC, tekanan darah 110/80 mmHg, pernafasan 28×/menit. Inspeksi : simetris dalam keadaan statis dan dinamis Palpasi : simetris Perkusi : sonor Auskultasi : ronki +/-, wheezing (-) Cor : BJ I-II murni, murmur (-), gallop(-) Ekstremitas : hangat, oedema -/-, clubbing -  4 Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan dahak Dilakukan pemeriksaan bilasan sputum gram (gram-stained smear) untuk membuktikan adanya radang saluran nafas bawah dan menentukan jenis gram patogen. 3 Pemeriksaan darah Dilakukan pemeriksaan darah seperti hitung eritrosit, leukosit, trombosit, hematokrit, haemoglobin dan diff count.    Analisis gas darah arterial Pengukuran gas darah arterial dilakukan dengan mengambil sampel darah ateri. Ia dilakukan  pada evaluasi awal seluruh pasien sesak yang memperlihatkan tekanan darah sistolik kurang dari 90 mmHg, frekuensi nafas lebih dari 35×/menit atau kurang dari 10×/menit atau sianosis. Apabila gas darah arterial tidak diukur pada tahap awal dan kondisi pasien memburuk di bawah  perawatan, analisis gas darah tersebut harus tetap diperiksa karena nilainya berguna sebagai  petunjuk penggunaan suplemen oksigen dan keputusan untuk penggunaan ventilasi mekanis. 3 Tekanan darah pasien 110/80 mmHg iaitu normal dan frekuensi nafasnya 28×/menit iaitu takipnea (nafas cepat) namun tidak sampai melebihi 35×/menit. Pasien juga tidak terlihat sianosis, oleh itu, analisis gas darah arterial tidak dilakukan. 3 Foto thoraks PA/Lateral Dilakukan apabila dicurigai adanya kelainan pada pleura, parenkim paru atau jantung. 3 Pada kasus ini hasil pemeriksaan penunjang adalah : Hb : 13 g/dL, Leukosit : 15.000/uL, Trombosit : 155.000/uL, Ht : 35%, diff count : 0/10/2/88/10/0
Related Search
Related Documents
14507_Sken 5 Pleno
Sep 20, 2017

14507_Sken 5 Pleno

lo sken 5.docx
Sep 20, 2017

lo sken 5.docx

lo sken 5
Sep 21, 2017

lo sken 5

ppt sken 5 blok 30
Sep 22, 2017

ppt sken 5 blok 30

sken 5 blok 9
Sep 22, 2017

sken 5 blok 9

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks