CEKUNGAN SALAWATI KELOMPOK 5.docx

Publish in

Documents

358 views

Please download to get full document.

View again

of 24
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Di dunia, wilayah Papua yang termasuk pada bagian paling timur Indonesia masih termasuk wilayah yang masih jarang tereksplorasi. Bentuk lahan yang umumnya tertutup oleh hutan rawa dan pegunungan berelevasi tinggi merupakan alasan mengapa wilayah ini masih relatif sulit untuk diakses. Bentuk Pulau Papua yang ada sekarang merupakan ekspresi permukaan hasil dari interaksi antara lempeng
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Di dunia, wilayah Papua yang termasuk pada bagian paling timur Indonesia masih termasuk wilayah yang masih jarang tereksplorasi. Bentuk lahan yang umumnya tertutup oleh hutan rawa dan pegunungan berelevasi tinggi merupakan alasan mengapa wilayah ini masih relatif sulit untuk diakses. Bentuk Pulau Papua yang ada sekarang merupakan ekspresi permukaan hasil dari interaksi antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Pasifik menghasilkan kondisi geologi Papua sangat kompleks dan salah satu keuntungannya adalah membentuk wilayah yang sangat berpotensial sebagai deposit mineral. Jika Pulau Papua dianalogikan sebagai pulau berbentuk burung, maka secara topografi pulau ini dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tubuh burung, leher burung, dan kepala burung. Tubuh burung merupakan bagian paling timur dan terbesar yang didominasi oleh pegunungan tengah masif dan daerah Central Range dimana pada bagian utaranya berupa dataran yang merupakan cekungan disebut dengan Meervlakte yang dibatasi oleh pegunungan metamorfisme dengan relief sedang. Leher burung terletak ditengah yang tersusun oleh punggungan membentuk antiklin tersesarkan dan Weyland Range yang merupakan pegunungan masif sebagi  penghubung antara tubuh dan kepala burung. Kepala burung merupakan bagian  paling utara yang tersusun oleh batuan metamorf dan granit tersesarkan oleh Sesar Sorong dan Sesar Ransiki berarah NE. Pada tulisan kali ini akan lebih membahas  pada bagian Kepala Burung. Kondisi fisiografis secara umum wilayah Kepala Burung merupakan daerah dengan pegunungan berelief kasar, terjal sampai sangat terjal. Tersusun atas batuan gunung api, batuan metamorf, batuan intrusif yang bersifat asam hingga intermediate. Morfologi daerah ini mengalami perubahan dari barat ke timur membentuk dataran alluvial, rawa dan plateau dari batugamping. Batuan vulkanik tersebut merupakan batuan yang termasuk dalam bagian utara lempeng Indo-Australia terjadi selama periode tumbukan kontinen dengan busur kepulauan pada  2 waktu Oligosen. Bagian dari Mobile Belt ini tersusun oleh batuan ultramafik Mesozoik sampai Tersier dan mendasari batuan intrusi dari Sabuk Ophiolit Papua dibagian utara yang dibatasi oleh suatu endapan gunung api bawah laut yang  berumur Tersier. Endapan Gunung Api bawah laut ini tumpang tindih dengan sedimen klastik hasil erosi selama pengangkatan pegunungan tengah yang diendapkan di cekungan Pantai Utara. Pergerakan dari kerak samudera Pasifik sekarang mempunyai batas di sebelah utara pantai Pulau New Guinea. I.2 Maksud dan Tujuan 1.   Menyelesaikan tugas yang diberikan dosen pengampuh mata kuliah Geomodel di semester enam ini 2.   Dapat mengentahui kondisi geologi, geofisika, geokimia dan permodelan Minyak dan Gas bumi pada daerah Salawati, Papua Barat. 3.   Mahasiswa/i dimana salah satunya kelompok kami dapat menganalisis dan membahas mengenai Petroleum System pada Cekungan Bintuni.  I.3 Lokasi Salawati Basin, Kab. Maybrat, Ayamaru, Papua Barat  3 BAB II PEMBAHASAN GEOLOGI II.1 Fisiografi Daerah Gambar 2. Fisiografi daerah Papua Beberapa peneliti terdahulu yang telah melakukan studi terhadap geologi Papua berpendapat bahwa orogenesis (pengangkatan) pada Kala Oligosen merupakan awal mulainya proses tektonik Papua hingga terbentuk fisiografi yang terlihat pada saat ini yang dikenal sebagao Orogen Melanesia. Orogenesis tersebut menghasilkan 3 mandala geologi, dimana Dow et al  . (1986) membagi geologi Papua menjadi 3 lajur berdasarkan stratigrafi, magmatic, dan tektoniknya yaitu: 1.   Kawasan Samudera Utara yang dicirikan oleh ofiolit dan busur vulkanik kepulauan (Oceanic Province) sebagai bagian dari Lempeng Pasifik. Batuan-batuan ofiolit pada umumnya tersingkap di sayap utara Pegunungan Tengah Papua Nugini. 2.   Kawasan Benua yang terdiri dari batuan sedimen yang menutupi batuan dasar kontinen yang relative stabil dan tebal yang terpisah dari Kraton Australia.  4 3.   Lajur peralihan yang terdiri atas batuan termalihkan (metamorf) dan terdeformasi sangat kuat secara regional. Lajur ini terletak di tengah (Central Range). Fisiografi Papua secara umum juga dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu bagian Kepala Burung, Leher dan Badan. Bagian utara Kepala Burung merupakan pegunungan dengan relief kasar, terjal, sampai sangat terjal. Batuan yang tersusun berupa batuan gunung api, batuan ubahan, dan batuan intrusif asam sampai menengah. Morfologi ini berangsur berubah ke arah barat sampai selatan  berupa dataran rendah aluvial, rawa dan plateau batugamping. Kenampakan fisiografi dari Papua ini merupakan kenampakan dari keadaan geologi dan tektonik yang pernah terjadi di tempat tersebut. Menurut Visser dan Hermes (1962) kerak kontinen Lempeng Australia yang berada di bawah laut Arafura dan meluas ke arah utara merupakan dasar bagian selatan dari Pegunungan Tengah Papua, batuan dasarnya tersusun oleh batuan sedimen paparan berumur Paleozoik sampai Kuarter Tengah. Kompresi, deformasi dan pengangkatan dari Pegunungan Tengah yang disebut sebagai Orogenesa Melanesia dimulai pada awal Miosen hingga Miosen Akhir dan mencapai puncaknya selama Pliosen Akhir hingga Awal Plistosen. Batuan dasar dan sedimen paparan terangkat secara bersamaan sepajang komplek sistem struktur yang mengarah ke barat laut. Di Papua bagian utara atau bagian ke dua dari  Mobile Belt New Guinea  tersusun oleh batuan vulkanik afanitik yang merupakan bagian tepi utara lempeng Australia yang terjadi selama periode tumbukan kontinen dengan busur kepulauan pada waktu Oligosen. Bagian dari  Mobile Belt   ini tersusun oleh batuan ultramafik Mesozoik sampai Tersier dan mendasari batuan intrusi dari Sabuk Ophiolit Papua dibagian utara yang dibatasi oleh suatu endapan gunung api bawah laut yang berumur Tersier. Pergerakan dari kerak samudera Pasifik sekarang mempunyai batas di sebelah utara pantai Pulau  New Gunea. Formasi stratigrafi yang menyusun daerah ini diterobos oleh suatu grup magma intermediate berumur Pliosen berupa kalk alkali stock dan batholit yang menempati sepanjang jalur struktur regional utama.
Related Search

Previous Document

tugas perpel fix.docx

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks