Daerah Aliran Sungai

Publish in

Documents

6 views

Please download to get full document.

View again

of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Daerah Aliran Sungai (DAS) Oleh: Yulianus Edo Natalaga Yogyakarta, 8 Januari 2011 Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu wilayah daratan yang secara topografik dibatasi oleh punggungan gunung yang menampung dan menyimpan air hujan untuk kemudian menyalurkannya ke laut melalui sungai utama (Asdak, 2004). Daerah aliran sungai juga diartikan sebagai sebuah unit hidrologi dimana presipitasi (hujan) menjadi input utamanya dan debit (Q) merupakan outputnya (Seyhan, 1977) Daerah aliran sungai dapa
Transcript
  Daerah Aliran Sungai (DAS) Oleh: Yulianus Edo NatalagaYogyakarta, 8 Januari 2011 Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu wilayah daratan yang secaratopografik dibatasi oleh punggungan gunung yang menampung dan menyimpanair hujan untuk kemudian menyalurkannya ke laut melalui sungai utama (Asdak,2004). Daerah aliran sungai juga diartikan sebagai sebuah unit hidrologi dimanapresipitasi (hujan) menjadi input utamanya dan debit (Q) merupakan outputnya(Seyhan, 1977)Daerah aliran sungai dapat dikatakan sebagai zona pemroses dimanabanyak proses hidrologis terjadi di sini. Sistem air DAS dapat digambarkan secarasederhana dengan diagram berikut:Hubungan DAS Dengan Sistem HidrologiDari diagram tesebut dapat disimpulkan bahwa input  utama DAS adalahair hujan, sedangkan output  dari air hujan tersebut sangat dipengaruhi olehkarakteristik dari DAS itu sendiri. Hujan yang jatuh pada suatu DAS akanberinteraksi dengan komponen-komponen ekosisten DAS dan mengalami prosesyang panjang sebelum keluar dari muara sungai. Proses yang terjadi pada DASadalah: evapotranspirasi, intersepsi, infiltrasi dan perkolasi, dengan demukiandapat dikatakan bahwa sungai merupakan indikator utama yang dapatmenggambarkan kondisi suatu DAS.Sebagai suatu kesatuan ekosistem, DAS terbagi menjadi tiga sistemekologi yaitu: daerah hulu; daerah tengah, dan daerah hilir. Daerah hulu dicirikanoleh karekteristik: kemiringan lereng tinggi (lebih dari 15%), pengaturanpemakaian air ditentukan oleh pola drainase, jenis vegetasi berupa hutan danlahan pertanian. Daerah hilir memiliki karakteristik pemanfaatan, kerapatan  DAS OUTPUT-   Debit Aliran-   Sedimen-   Unsur Hara INPUT Hujan(Presipitasi) Aliran PermukaanAliran DasarInfiltrasiBadan AirVeetasiEvapotranspirasi dan Evaporasi  drainase lebih kecil, dan kemiringan lereng relatif rendah (kurang dari 8%).Daerah tengah merupakan daerah peralihan dari kedua karakteristik biogeofisikDAS yang berbeda tersebut di atas (Asdak, 2004).Daerah hulu dan hilir secara biofisik meliki keterkaitan, yaitu proses-proses yang terjadi di daerah hulu akan memberikan dampak terhadap daerahhilir. Erosi yang terjadi di daerah hulu selain mengakibatkan penurunanproduktivitas pada wilayah yang tererosi, tetapi juga menyebabkan perubahanfluktuasi debit dan meningkatnya pengangkutan sedimen sehingga lebih lanjutdapat menyebabkan penurunan kapasitas tampung badan sungai danmeningkatkan risiko terjadinya banjir. Daerah hulu merupakan bagian yangpenting karena memiliki fungsi perlindungan terhadap seluruh bagian DAS. Olehsebab itu daerah hulu seringkali menjadi fokus perencanaan pengelolaan DAS(Asdak, 2004). Pada hakekatnya pelaksanaan pembangunan saat ini bertujuanuntuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat melalui peningkatanproduktivitas sumber daya alam. Tujuan pelaksanaan pembangunan tersebuttidak berbeda dengan tujuan dari pengelolaan Daerah Aliran Sungai.Sasaran atau tujuan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu untukmemaksimalkan keuntungan sosial ekonomi dari segala aktivtas tata guna lahandi Daerah Aliran Sungai. Sasaran atau tujuan yang spesifik harus dikaitkandengan karakteristik DAS (sosial, budaya, ekonomi, fisik, dan biologi) yang akandikelola. Namun demikian sasaran yang akan dicapai pada umumnya adalahuntuk meningkatkan atau memperbaiki keadaan daerah aliran sungai, sehinggatingkat produktivitas di tempat tersebut tetap tinggi. Pada saat bersamaandampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan pengelolaan lahan tersebut padadaerah hilir dapat diperkecil (Asdak, 2004).Landasan untuk pengelolaan secara menyeluruh suatu DAS berawal dariperencanaan. Oleh sebab itu tahap perencanaan menyeluruh pengelolaan DASmerupakan bagian strategis untuk tercapainya upaya aktifitas pembangunan,yaitu pembangunan yang berkelanjutan (Asdak, 2004). Sumber: Asdak, C., 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai  , Gadjah MadaUniversity Press, Yogyakarta.Seyhan, E., 1977. The Watershed as An Hydrologic Unit  , Geografisch Instituut,Ultrecht, Netherland.

Previous Document

Metode Analisis Data

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks