F12aas1

Publish in

Documents

20 views

Please download to get full document.

View again

of 65
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
jurnal geofisika 1
Transcript
  iii PENENTUAN SEBARAN AKUIFER DENGAN METODE TAHANAN JENIS (  RESISTIVITY METHOD ) DI KOTA TANGERANG SELATAN, PROVINSI BANTEN SKRIPSI ARLAND ASRA F44080056 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012  iv PENENTUAN SEBARAN AKUIFER DENGAN METODE TAHANAN JENIS (  RESISTIVITY METHOD ) DI KOTA TANGERANG SELATAN, PROVINSI BANTEN Oleh ARLAND ASRA F44080056 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012  v DETERMINATION OF AQUIFER DISTRIBUTION USING RESISTIVITY METHOD IN SOUTH TANGERANG, BANTEN PROVINCE A. Asra 1 , RSB. Waspodo 2   Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Agricultural Technology, Bogor Agricultural University, IPB Darmaga Campus, PO Box 220, Bogor, West Java, Indonesia. Email: 1 Arland.asra@yahoo.com, 2 rohsby@yahoo.com  ABSTRACT   Water is a basic requirement for humans being. The population growth can result a higher water demand. Surface water quality is declining due to human activities that make the usage of groundwater increased. The excessive exploration of groundwater can result soil subsidence, it is necessary to study the characteristics of groundwater. This study aimed to identify the lithology of soil, the position and thickness of aquifer, and to analyze aquifer distribution at the research area. The resistivity method was used to to identivity the lithology of soil. Analysis results showed that the depth of unconfined aquifer at the research area was 3,00-44,73 m below soil surface with a thickness of 2-12 m. Litology of soil was a clay and tufaan sand. The   depth of confined aquifer was 80-130 m below soil surface with a thickness of more than 75 m. Groundwater flow patterns at the research location headed toward the north.  Keywords: aquifer distribution, geoelectric, lithology, resistivity method, groundwater flow pattern    vi ARLAND ASRA . F44080056.  Penentuan Sebaran Akuifer dengan Metode Tahanan Jenis (  Resistivity Method  ) di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten . Dibimbing oleh Roh Santoso Budi Waspodo. RINGKASAN Air merupakan kebutuhan pokok manusia untuk melangsungkan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya. Dinamika pembangunan Kota Tangerang Selatan menuju kepada profil   Kota Metropolitan yang sampai saat ini menunjukan trend     positif. Dengan begitu kebutuhan akan air akan meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas masyarakat, dilain pihak terjadi penurunan kualitas air permukaan akibat aktivitas manusia sehingga mengakibatkan masyarakat beralih menggunakan airtanah. Pemanfaatan airtanah yang berlebihan dapat mengakibatkan dampak yang negatif bagi lingkungan, untuk itu perlu adanya kajian karakteristik airtanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi litologi lapisan tanah, menentukan posisi akuifer dan ketebalannya, serta menganalisis sebaran akuifer di lokasi penelitian. Salah satu cara untuk mengetahui adanya lapisan pembawa air adalah dengan metode tahanan jenis ( resistivity method  ), yakni dengan alat geolistrik beserta peralatan pendukungnya. Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, karena setiap jenis batuan akan memberikan tahanan  jenis yang berbeda pula. Dengan memanfaatkan sifat ini lapisan akuifer yang mengandung airtanah dapat diduga berdasarkan nilai resistivitasnya. Penelitian ini dilakukan di tujuh kecamatan Kota Tangerang Selatan yaitu Kecamatan Setu, Kecamatan Serpong, Kecamatan Serpong Utara, Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Pamulang, Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Ciputat Timur. Pada masing-masing kecamatan ditentukan dua titik pengukuran geolistrik untuk mendapatkan gambaran umum sebaran akuifer di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Berdasarkan hasil interpretasi pendugaan geolistrik pada 14 titik duga setelah dikorelasikan dengan data geologi dan hidrogeologi setempat, di daerah penyelidikan pendugaan geolistrik ini  bertahanan jenis sebesar 0,64–198,13 ohmmeter. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, akuifer yang berkembang di daerah penelitian Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten berlitologi pasir lempungan dengan nilai tahanan jenis berkisar antara 2-5 ohmmeter, pasir tufaan dengan nilai tahanan  jenis berkisar antara 6-10 ohmmeter, dan pasir konglomeratan dengan nilai tahanan jenis > 10 ohmmeter. Akuifer yang berkembang di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dapat dibedakan menjadi akuifer dangkal dan akuifer dalam. Ketebalan akuifer dangkal (pada kedalaman < 50 m) di Kota Tangerang Selatan bervariasi antara 2-12 m pada kedalaman 3-44,73 m di bawah permukaan tanah (bmt). Akuifer dalam (pada kedalaman > 50 m) berada pada kedalaman 80-130 m di bawah  permukaan tanah dengan ketebalan > 75 m. Sebaran akuifer di wilayah studi merupakan akuifer endapan aluvial atau endapan permukaan, dan endapan sedimen, dengan sistem aliran airtanah pada akuifer ini adalah melalui ruang antar butir. Pola aliran airtanah dangkal mengikuti bentuk umum topografi yaitu mengalir ke arah Utara dimana sebaran akuifer bebas semakin ke Utara semakin dangkal. Kata Kunci : sebaran akuifer, geolistrik, litologi, metode tahanan jenis, pola aliran airtanah

Previous Document

Effective Chapter Boards

Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks