Garam Kaca

Publish in

Documents

88 views

Please download to get full document.

View again

of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
GARAM KACA BEREDAR DI MASYARAKAT? Yuniarti Lismayasari Imran, Andi Ariatmasanti Aksan Penemuan garam kaca Pertengan Juli tahun ini (2017), masyarakat dihebohkan dengan video garam bercampur kaca di media sosial. Video ini muncul pertama kali di Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur. Warga yang merasa janggal ketika sedang memasak dengan menggunakan garam berbentuk seperti bubuk kristal kaca yang tidak bisa hancur dan sulit dihaluskan saat ditumbuk. Viralnya video tersebut tentu saja meresahkan masyarakat, apalagi saat itu garam mulai langka karena harga yang meningkat.
Transcript
  1 GARAM KACA BEREDAR DI MASYARAKAT?  Yuniarti Lismayasari Imran, Andi Ariatmasanti Aksan Penemuan garam kaca Pertengan Juli tahun ini (2017), masyarakat dihebohkan dengan video garam bercampur kaca di media sosial. Video ini muncul pertama kali di Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur. Warga yang merasa janggal ketika sedang memasak dengan menggunakan garam berbentuk seperti bubuk kristal kaca yang tidak bisa hancur dan sulit dihaluskan saat ditumbuk. Viralnya video tersebut tentu saja meresahkan masyarakat, apalagi saat itu garam mulai langka karena harga yang meningkat. Garam kaca? Benarkah itu? Di tengah kondisi garam nasional yang mengalami kelangkaan, produsen garam dihadapkan isu garam oplosan di sejumlah daerah. Mulai isu garam campur batu hingga serpihan kaca. Seperti yang dialami salah satu produsen garam beryodium di Lamongan. Merek “  A  ”   menjadi topik pembicaraan disebabkan garam tersebut diketahui banyak mengandung butiran kristal menyerupai batu, beberapa di antaranya, mirip serpihan kaca. Di akun YouTube   bernama Mahendra Jaya, video yang diunggah pada 12 Agustus 2017 menunjukkan adanya butiran putih yang diduga sebagai pecahan beling. Butiran didapat saat seorang perempuan dalam video itu mencoba melarutkan segenggam garam dalam air. Hasilnya, beberapa butiran tak larut. Perempuan itu pun menduga bahwa butiran yang tak larut merupakan serpihan kaca alias beling. Warga Probolinggo juga dihebohkan dengan penemuan garam merek “B” yang diduga bercampur serpihan kaca (11/8/2017). Selain itu di salah seorang pedagang garam mengaku jika berita garam mengandung kaca tersebut benar maka dampaknya akan sangat berbahaya. Efeknya bukan hanya akan dirasakan pedagang saja, tapi  juga masyarakat yang mengonsumsinya.  2  Apa kata produsen? Produsen garam merek “  A  ”   melakukan klarifikasi terkait garam yang diproduksinya yang diisukan bercambur serpihan kaca. P rodusen merek “A”   menerangkan bahwa garam yang diproduksi pabriknya sejak 12 tahun silam memiliki tekstur yang agak keras dan berbentuk kristal karena bahan baku yang dipanen lebih cepat oleh para petani garam. Sedangkan produsen merek “B” menyata ka bahwa benda mirip kaca di produknya, bukan kaca melainkan Natrium Klorida (NaCl) yang terlalu tinggi. Tingginya senyawa kimia NaCl membuat garam halus berubah menjadi padat kemudian menyerupai kristal mirip kaca. Namun tetap mudah larut dengan penggunaan air panas. Meski muncul gumpalan Natrium Klorida, garam tersebut tetap aman dikonsumsi.  Apa kata pemerintah? Beberapa pemerintah daerah telah memeriksa kebenaran garam bercampur kaca ini. Salah satunya adalah di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat menyimpulkan bahwa isu garam bercampur kaca itu tidak benar.   Kepala Disperindag Lamongan, menegaskan bahwa setelah diperiksa semua unsur garam tersebut larut. Selain itu, dijelaskan pula bahwa zat yang tidak terlarut sebenarnya bukan pecahan kaca. Garam tersebut sulit larut bisa jadi karena produk lama sehingga menggumpal. Produsen menjual mendistribusikan garam produksi lama disebabkan karena kelangkaan garam yang menyebabkan harga garam meningkat tajam. Pemkab Probolinggo pun menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar. Sidak pasar digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Bagian Aministrasi Perekonomian dan SDA, Dinas Kesehatan, dan Badan Pelindungan Sengketa Konsumen (BPSK). Di lokasi sidak dilakukan pemeriksaan dengan mengetes garam-garam yang dijual pedagang dengan cara melarutkan garam dengan air. Selain itu, dilakukan juga pengetesan air garam iodina, jika garam berubah warna ungu  3 berarti garam itu beryodium. Hal ini untuk memastikan apakah garam yang dijual itu garam beryodium atau tidak. Hasilnya, dari hasil penelusuran dan pengujian di tempat, tidak ditemukan garam beryodium yang rusak. Artinya, semua garam dari berbagai merk memiliki tingkat kadar yodium yang baik. Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo menyatakan, hasil pemeriksan dan pengujian garam beryodium segala merek dinyatakan tidak ada temuan. Klarifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya menyatakan bahwa informasi garam bercampur serpihan kaca hanya berita bohong. Hal ini ditegaskan setelah melakukan pengambilan contoh garam yang berdar di pasaran dan melakukan uji laboratorium. BPOM melakukan pengambilan beberapa sampel merk garam dan melakukan pengujian. Hasilnya, garam larut dengan sempurna di dalam air, berarti tidak ada partikel kaca di dalamnya. Berdasarkan hasil uji mutu, semua sampel memenuhi persyaratan berdasarkan kadar air, kadar natrium klorida, dan kadar yodium. BPOM setiap tahun melakukan sampling dan pengujian terhadap garam untuk konsumsi. Saat ini telah dilakukan pengujian pada 96 sampel garam konsumsi. Hasil pengujian menunjukkan 93 sampel memenuhi syarat sedangkan 3 lainnya tidak memenuhi karena kadar yodiumnya yang kurang sehingga di kembalikan ke produsen untuk memperbaiki proses yodiumsasinya. Garam Garam merupakan salah satu kebutuhan yang merupakan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Jenis garam dapat dibagi dalam beberapa kategori seperti kategori baik sekali, baik dan sedang. Dikatakan baik sekali jika mengandung kadar NaCl>95%, baik jika kadar NaCl 90  – 95%, dan sedang jika kadar NaCl antara  4 80  – 90% tetapi yang diutamakan adalah yang kandungan garamnya di atas 95%. Beberapa jenis garam a.   Garam industri Garam industri yaitu jenis garam dengan kadar NaCl sebesar 97% dengan kandungan impurities (sulfat, magnesium, dan kalsium serta ketoran lainnya) yang sangat kecil. Kegunaan garam industry antara lain untuk industri perminyakan, pembuatan soda dan chlor, penyamakan kulit dan pharmaceutical salt b.   Garam konsumsi Garam konsumsi merupakan jenis garam dan kadar NaCl sebesar 97% atas dasar bahan kering (dry basis), kandungan impurities (sulfat, magnesium dan kalsium) sebesar 2% dan kotoran lainnya (lampu, pasir) sebesar 1% serta kadar air maksimal sebesar 7%. Kelompok kebutuhan garam konsumsi antara lain untuk konsumsi rumah tangga, industry makanan, industry minyak goreng, industri pengasinan dan pengawetan ikan. c.   Garam pengawetan Jenis garam ini biasanya ditambahkan pada proses pengolahan pangan tertentu. Penambahan garam tersebut bertujuan untuk mendapatkan kondisi tertentu yang memungkinkan enzim atau mikroorganisme yang tahan garam (halotoleran) bereaksi menghasilkan produk makanan dengan karateristik tertentu. Kadar garam yang tinggi menyebabkan mikroorganisme yang tidak tahan terhadap garam akan mati. Kondisi selektif ini memungkinkan mikroorganisme yang tahan garam dapat tumbuh. Pada kondisi tertentu penambahan garam berfungsi mengawetkan karena kadar garam yang tinggi menghasilkan tekanan osmotic yang tinggi dan aktifitas air rendah. Kondisi ekstrim ini menyebabkan kebanyakan mikroorganisme tidak dapat hidup. Pengolahan dengan garam biasanya merupakan kombinasi dengan pengolahan yang lain seperti fermentasi dan enzimatis, contoh pengolahn pangan dengan garam
Related Documents
Naskah Rumah Kaca
Sep 20, 2017

Naskah Rumah Kaca

GARAM 3
Sep 21, 2017

GARAM 3

GARAM.docx
Sep 21, 2017

GARAM.docx

GARAM 2
Sep 21, 2017

GARAM 2

Garam
Sep 21, 2017

Garam

KACA
Sep 21, 2017

KACA

Garam Terhidrolisis
Sep 22, 2017

Garam Terhidrolisis

Apel Garam Empedu
Sep 22, 2017

Apel Garam Empedu

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks