Individu Step3 Dan 7

Publish in

Documents

45 views

Please download to get full document.

View again

of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Kedokteran komunitas KLB
Transcript
  STEP 3 Nomer 7 1.   Penanganan KLB Bila dari hasil konfirmasi telah terjadi KLB, maka kegiatan penanggulangan dini perlu segera dilaksanakan untuk menekan peningkatan jumlah penderita dan kematian. Kegiatan ini dilakukan untuk menekan peningkatan jumlah penderita dari kematian. Kegiatan ini dilakukan unit pelayanan kesehatan (UPK) tingkat : a.   Puskesmas Kegiatan penanggulangan dilakukan puskesmas bila tersedia obat, bahan, dan peralatan yang dibutuhkan. Kegiatan yang harus dilakukan adalah : 1)   Pengobatan Bila ditemukan penderita kambuh atau belum sembuh, segera diberikan  pengobatan lini berikutnya. 1. Melaksanakan penyelidikan epidemiologi (orang, tempat, dan waktu) 2. Menentukan batas wilayah penanggulangan. 3. Menentukan dan menyiapakan sarana yang dibutuhkan. 4. Membuat jadwal kegiatan. 5.Membuat laporan kejadian dan tindakan penanggulangan yang telah dilaksanakan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya, dalam tempo 24 jam.  b.   Dinas Kesehatan Kabupaten/Kotakan Berdasarkan laporan dari puskesmas, petuugas Kabupaten segera melakukan kunjungan lapangan untuk mengkonfirmasi kejadian dengan membawa kebutuhan dan memberikan  bimbingan serta melakukan kegiatan bersama-sama petugas puskesmas, sebagai berikut : 1)   MBS atau MFT bila belum terlaksana oleh puskesmas. 2)   Penyemprotan rumah dengan insektisida, dengan cakupan bangunan disemprot > 90%, cakupan permukaan disemprot > 90% 3)   Larvaciding bila telah diketahui tempat perindukan. 4)   Penyuluhan kesehatan masyarakat.  5)   Membuat laporan kejadian dan tindakan penanggulangan yang telah dilaksanakan ke Dinas Kesehatan Provinsi, dengan form W1 Ka dalam tempo 24  jam. c.   Dinas Kesehatan Provinsi 1)   Menganalisa laporan yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya. 2)   Memproses laporan form W1 disertai rincian kegiatan dan biaya operasional  penanggulangan yang telah disusun oleh Kabupaten/Kodya. 3)   Melakukan kunjungan lapangan untuk konfirmasi kejadian. 4)   Mengajukan permintaan kebutuhan biaya operasional dan rincian kegiatan ke Bagian Anggaran Provinsi, sebagaimana ketentuan yang berlaku di Provinsi yang  bersangkutan. 5)   Mengirimkan biaya operasional yang sudah disetujui ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya. 6)   Melaksanakan kegiatan pengawasan dan bimbingan teknis di dalam  penanggulangan KLB yang dilaksanakan oleh Kabupaten/Kodya dan Puskesmas. 7)   Melaporkan kejadian KLB pada Departemen Kesehatan cq. Direktorat Jendral PP dan PL. 8)   Khusus untuk daerah transmigrasi supaya dilaporkan juga ke Departemen Transmigrasi. d.   Tingkat Pusat 1)   Direktorat Jenderal PP dan PL cq. Direktorat PP-BB menganalisa kejadian KLB dan melaporkan kejadian KLB pada Menteri Kesehatan. 2)   Melaksanakan kegiatan supervisi dan bimbingan teknis. 1.   Faktor faktor yang menyebabkan insidensi dan prevalensi meningkat a.   Makin mudahnya sarana tranportasi dan peningkatan migrasi  b.   Peningkatan resistensi terhadap obat antimalaria dan insektisida c.   Perhatian dan kewaspadaan masyarakat terhadap malaria menuun d.   Petugas pelayanan kesehatan e.   Faktor geografis 2.   Faktor faktor yang menyebabkan insidensi dan prevalensi meningkat a.   Insidensi meningkat pada :  1)   Makin mudahnya sarana tranportasi dan peningkatan migrasi 2)   Peningkatan resistensi terhadap obat antimalaria dan insektisida 3)   Perhatian dan kewaspadaan masyarakat terhadap malaria menuun 4)   Petugas pelayanan kesehatan 5)   Faktor geografis  b.   Prevalensi meningkat seiring meningkatnya : 1)   Point prevalensi meningkat pada : 2)   Imigrasi penderita 3)   Emigrasi orang sehat 4)   Meningkatnya masa sakit 5) Meningkatnya jumlah penderita baru STEP 7 Nomer 2 3.   Contoh penyakit yang memungkinkan terjadinya KLB atau wabah a. Penyakit karantina atau penyakit wabah penting: Kholera, Pes, Yellow Fever.  b.   Penyakit potensi wabah/KLB yang menjalar dalam waktu cepat atau mempunyai mortalitas tinggi & penyakit yang masuk program eradikasi/eliminasi dan memerlukan tindakan segera : 1)   DHF 2)   Campak 3)   Rabies 4)   Tetanus neonatorum 5)   Diare 6)   Pertusis 7)   Poliomyelitis. c.   Penyakit potensial wabah/KLB lainnya dan beberapa penyakit penting : 1)   Malaria 2)   Frambosia 3)   Influenza 4)   Anthrax  5)   Hepatitis 6)   Typhus abdominalis 7)   Meningitis 8)   Keracunan 9)   Encephalitis 10)   Tetanus. d.   Penyakit-penyakit menular yang tidak berpotensi wabah dan atau KLB, tetapi masuk  program : 1)   Kecacingan 2)   Kusta, 3)   Tuberkulosa 4)   Syphilis 5)   Gonorrhoe 6)   Filariasis, dll. Contoh-contoh penyakit Berdasarkan kriteria KLB 1)   Timbulnya suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal pada suatu daerah, contoh: Flu burung,MERS 2)   Peningkatan kejadian kesakitan terus-menerus selama 3 (tiga) kurun waktu dalam  jam, hari atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya, contoh dalam hitungan jam : Diare,keracunan.dalam hitungan hari :DBD.dalam hitungan minggu : flu burung 3)   Peningkatan kejadian kesakitan dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya dalam kurun waktu jam, hari, atau minggu menurut jenis  penyakitnya,contoh : Malaria, DBD
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks