Jurnal Cakrawala PMIH_Prinsip Keterbukaan

Publish in

Documents

208 views

Please download to get full document.

View again

of 19
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
jurnal prinsip keterbukaan
Transcript
   1 PENERAPAN PRINSIP KETERBUKAAN DALAM PASAR MODAL SYARIAH DI INDONESIA Oleh: Abdul Halim Barkatullah Dosen FH Unlam Banjarmasin Email: dr.halim_barkatullah@yahoo.co.id ABSTRACT The existence of a capital market which applies the Islamic law principles completely is in need. This is on order to create of establichthe objective of syariah (magasid syariah). The schdars of fiqh (Islamic jurisprudence) believe that shares can  be categorized as following the share are not prohibited in the Islamic law. Disclosure  principle is important for the development of the Islamic capital market. It is significant for giving security and safety to investors in transactions and providing a  belief that the enterprise uses the capital for business that does not contradict with the Islamic law. Therefore the disclosure principle for developing the Islamic capital market is extremely required for the existence and continuance of the capital market the implements the Islamic law in Indonesia. ABSTRAK Keberadaan pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah mutlak diperlukan. Hal ini dalam rangka mewujudkan tujuan syariah atau maqashid syariah. Para ahli fiqih berpendapat bahwa suatu saham dapat dikatergorikan memenuhi  prinsip syariah apabila kegiatan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut tidak tercakup pada hal-hal yang dilarang dalam syariah Islam. Prinsip keterbukaan ( disclo- sure principle ) dalam pasar modal syariah sangat penting dalam hal pengembangan  pasar modal syariah untuk memberikan rasa aman bagi investor dalam berteransaksi dan memberi keyakinan bahwa perusahaan (emiten) menggunakan dana dalam usaha yang tidak bertentangan dengan syara. Oleh karena itu prinsip keterbukaan dalam  pengembangan pasar modal syariah sangat dibutuhkan, dalam rangka eksistensi dan kelangsungan pasar modal syariah di Indonesia. Kata Kunci: Pasar Modal, Syariah, Prinsip Keterbukaan A. Pendahuluan Selama kurang lebih tiga puluh tahun terakhir, umat Islam telah mengalami  pembaharuan pemikiran dan institusional yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dengan lahirnya gagasan mengenai apa yang dikenal sebagai ekonomi syariah.   2 ”Gerakan pembaruan kontemporer ini bertujuan mengadakan tranformasi ekonomi umat dal am dunia Islam.” Oleh karena itu issu pokok yang ditampilkan ke permukaan adalah masalah-masalah ekonomi dalam berbagai dimensi. (Syamsul Anwar, 2006 : 73) Keberadaan pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah mutlak diperlukan. Hal ini dalam rangka mewujudkan tujuan syariah atau maqashid syariah, di mana salah satu tujuannya adalah dalam rangka menjaga harta manusia yang merupakan amanah dari Allah Swt., dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Perusahaan (emiten) yang menjual sahamnya di pasar modal, sangat membutuhkan modal untuk pengembangan usahanya. Modal sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan maupun untuk pengembangan usaha suatu  perusahaan. Pertanyaannya adalah darimanakah perusahaan memperoleh modal, terutama dalam bentuk uang (  fresh money ), untuk memenuhi kebutuhan tersebut? Alternatif bagi perusahaan untuk mengatasi kebutuhan akan modal antara lain dengan mencari pihak lain untuk berpartisipasi sebagai pemilik perusahaan dengan cara menanamkan modal. Apabila cara ini yang dilakukan, berarti perusahaan harus menjual sebagian dari modal yang berupa kepemilikan ( equity ) atas perusahaan atau  biasa disebut dengan saham perusahaan kepada masyarakat luas. Kegiatan  perusahaan mencari modal melalui penjualan saham kepada masyarakat luas dikenal dengan istilah penawaran umum. (Pasal 1 angka 15 Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal   ) Setiap perusahaan yang bermaksud menawarkan efeknya di pasar modal harus memberikan informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian,   3 atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek di bursa dan atau keputusan investor, calon investor atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut. Keterbukaan ini disebut dengan prinsip keterbukaan ( disclosure principle ), hal ini sangat penting dalam pengembangan pasar modal syariah untuk memberikan rasa aman bagi investor dalam bertransaksi dan memberi keyakinan bahwa emiten menggunakan dana dalam usaha yang tidak bertentangan dengan syara.  B. Pembahasan 1. Urgensi Prinsip Keterbukaan dalam Pasar Modal Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Undang-undang Pasar Modal) telah mewajibkan keterbukaan, di mana kewajiban keterbukaan tersebut secara substansial menentukan pengungkapan informasi pada saat-saat yang telah ditentukan, dan yang lebih penting undang-undang tersebut menentukan pengawasan waktu, tempat dan bagaimana perusahaan melakukan keterbukaan. (Frank H. Easterbrook dan Daniel R., 2008 : 680) Pasal 1 angka 25 Undang-undang Pasar Modal menyatakan bahwa prinsip keterbukaan adalah pedoman umum yang mensyaratkan Emiten, Perusahaan Publik, dan Pihak lain yang tunduk pada undang-undang ini untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam waktu tepat seluruh Informasi Material mengenai usahanya atau  permodalan terhadap efek yang dimaksud dan atau harga dari efek tersebut. Sedangkan mengenai informasi material sebagaimana ditentukan Pasal 1 Undang-undang Pasar Modal adaah informasi atau fakta penting yang relevan mengenai  peristiwa, kejadian atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek pada Bursa efek dan atau keputusan pemodal, calon pemodal atau Pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.   4 Selanjutnya, apabila dirinci tujuan prinsip keterbukaan oleh Emiten atau  perusahaan publik kepada investor, maka rinciannya adalah  pertama , untuk menciptakan mekanisme pasar efisien. Pasar efisien sering didefinisikan sebagai  pasar di mana harga saham berpengaruh terhadap semua informasi yang tersedia secara langsung. (John C. Coffee Jr, 2001 : 747) Menurut Johon Coffee, Jr, bahwa  pasar yang efesien tersebut berkaitan dengan sistem keterbukaan, oleh karena itu,  pada dasarnya sistem keterbukaan menyediakan informasi teknis (tecnical information)  bagi analisis saham yang profesional. (John C. Coffee Jr, 2001 : 747) Menurut Brad M. Barber Paul A Griffin dan Baruch Lev. Bahwa dalam suatu pasar yang efesien seluruh informasi publik disampaikan secara cepat dan penuh yang hal itu dicerminkan pada harga saham yang ada di pasar. (Brad M. Barber. Paul A Griffin dan Baruch Lev, 2004 : 294)  Kedua  perlindungan terhadap investor, khususnya investor biasa (unsophisticated investors)  dari penipuan. Karena tujuan prinsip keterbukaa tersebut dilakukan dengan cara menyamakan akses terhadap informasi di antara para pelaku  pasar. Cara penyamaan akses tersebut di antara investor akan dapat menjaga kepercayaan investor dan dapat mencegah terjadinya penipuan. Cara penyamaan akses terhadap informasi tersebut adalah suatu yang dibutuhkan investor. (Brad M. Barber. Paul A Griffin dan Baruch Lev, 2004 : 294). Apabila hukum yang mewajibkan prinsip keterbukaan ditegakkan secara  fair   dan mengandung unsur creaditability  serta accountability , maka kejahatan dalam bentuk misstatement   atau misrepresentation  dan omission  yang mengakibatkan pernyataan menyesatkan (misleading statement)  akan dapat diatasi. Sebab dengan prinsip keterbukaan itu

Previous Document

Swot Strategi (Contoh)

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks