Ke Ben Canaan

Publish in

Documents

21 views

Please download to get full document.

View again

of 18
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
kebencanaan
Transcript
  ABRASI Abrasi pantai adalah kerusakan garis pantai akibat dari terlepasnya material pantai, seperti pasir atau lempung yang terus menerus di hantam oleh gelombang laut atau dikarenakan oleh terjadinya perubahan keseimbangan angkutan sedimen di perairan pantai. Hal in terjadi karena Daerah pantai merupakan daerah yang spesifik, karena berada di antara dua pengaruh yaitu pengaruh daratan dan pengaruh lautan. Sesuai dengan posisinya daerah  pantai merupakan daerah yang sangat strategis (Yuwono N, 1993). Secara detail penyebab abrasi berdasarkan Detail Engineering Penanganan Abrasi dan Rob kab. Demak (Kimpraswil, 2006) dapat diuraikan sebagai berikut: 1.   Penurunan Permukaan Tanah. (Land Subsidence)  Pemompaan Air tanah yang berlebihan untuk keperluan industri dan air minum di wilayah pesisir akan menyebabkan penurunan tanah terutama jika komposisi tanah pantai sebagian besar terdiri dari lempung/lumpur karena sifat-sifat fisik lumpur /lepung yang mudah berubah akibat perubahan kadar air. Akibat penurunan air tanah adalah berkurangnya tekanan air pori. Hal ini mengakibatkan penggenangan dan pada gilirannya meningkatkan erosi dan abrasi pantai. Hal ini menunjukkan bahwa potensi penurunan tanah cukup besar dan memberikan kontribusi terhadap genangan (rob) pada saat air laut pasang. 2.   Kerusakan Hutan Mangrove  Hutan Mangrove merupakan sumberdaya yang dapat pulih (sustaianable resources) dan pembentuk ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir. Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami pantai karena memiliki perakaran yang kokoh sehingga dapat meredam gelombang dan menahan sedimen. Ini artinya dapat  bertindak sebagai pembentuk lahan (land cruiser) . Sayangnya keberadaan hutan mangrove ini sekarang sudah semakin punah karena keberadaan manusia yang memanfaatkan kayunya sebagai bahan bakar dan bahan bangunan. 3.   Kerusakan akibat gaya-gaya hidrodinamika gelombang Orientasi pantai yang relatif tegak lurus atau sejajar dengan puncak gelombang dominan. Hal ini memberikan informasi bahwa pantai dalam kondisi seimbang dinamik. Kondisi gelombang yang semula lurus akan membelok akibat proses refrksi/difraksi dan shoaling. Pantai akan menanggai dengan mengorientasikan dirinya sedemikian rupa sehingga tegak lurus arah gelombang atau dengan kata lain terjadi erosi dan deposisi sedimen sampai terjadi keseimbangan dan proses selanjutnya yang terjadi hanya angkutan tegak lurus pantai (cros shore transport) 4.   Kerusakan akibat sebab alam lain Perubahan iklim global dan kejadian ekstrim misal terjadi siklon tropis. Faktor lain adalah kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global (efek rumah kaca) yang mengakibatkan kenaikan tinggi gelombang 5.   Kerusakan akibat kegiatan manusia yang lain -   Penambangan Pasir di perairan pantai -   Pembuatan Bangunan yang menjorok ke arah laut -   Pembukaan tambak yang tidak memperhitungkan keadaan kondisi dan lokasi Berdasarkan data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penyebab abrasi ada dua faktor yakni faktor alam dan faktor manusia meskipun yang berpengaruh paling dominan adalah faktor manusia. Penyebab terjadinya abrasi di pantai sebagian besar (diperkirakan lebih dari 90%) diakibatkan oleh adanya campur tangan manusia (A.Hakam,dkk, 2013). Faktor alam berjalan secara alami dan tidak akan terlalu membuat banyak kerusakan jika saja tidak ada campur tangan manusia dalam aktifitasnya. Manusia seringkali melakukan sesuatu yang dianggapnya baik, namun ternyata tindakannya tersebut dapat berakibat pada perubahan ekosistem pantai. Misalnya menebang mangrove untuk kebutuhan bahan bakar dan bahan  bangunan, menambang pasir, membuat sumur-sumur dipesisir untuk keperluan industry secara berlebihan, dan lain-lain. Manusia terlalu egois dalam memanfaatkan ekosistem  pantai, hanya bisa mengambil tanpa bisa memberi. Meninggalkan kerusakan-kerusakan tanpa  mau memperbaikinya. Manusia belum sadar bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh meraka akan berdampak besar terhadap keberlangsungan hidup manusia itu sendiri, baik sekarang maupun yang akan datang. Survey membuktikan setidaknya ada 5 penyebab abrasi yang disebabkan oleh manusia, yaitu (Diposaptono, 2011): 1.   Terperangkapnya angkutan sedimen sejajar pantai akibat bangunan buatan seperti groin,  jetty, breakwater pelabuhan dan reklamasi yang sejajar garis pantai. 2.   Timbulnya perubahan arus akibat adanya bangunan di pantai / maritime. 3.   Berkurangnya suplai sedimen dari sungai akibat penambangan pasir, dibangunnya dam disebelah hulu sungai dan sudetan (pemindahan arus sungai). 4.   Penambangan terumbu karang dan pasir pantai. 5.   Penebangan dan Penggundulan hutan mangrove. C.   Dampak Abrasi Abrasi merupakan proses pengikisan pantai yang dikarenakan kekuatan gelombang laut dan arus laut yang kuat dan bersifat merusak, kerusakan atau abrasi pantai disebabkan oleh factor alam dan factor manusia, seperti pengambilan batu dan pasir di pesisir pantai, atau  penebangan pohon di sekitar pantai, kurang diperhatikannya hutan mangrove. Manusia mengambil kayu dari hutan mangrove dan hutan pantai untuk kehidupan sehari-hari, seperti untuk kebutuhan bahan bakar dan bahan bangunan rumah. Apabila pengambilan kayu dilakukan secara terus-menerus maka pohon-pohon di pesisir pantai akan berkurang dan habis. Kerapatan pohon yang rendah pada pesisir pantai memperbesar peluang terjadinya abrasi, karena akar mangrove yang berfungsi menahan tanah agar tidak mudah terbawa gelombang sudah habis bersamaan dengan penebangan pohonnya yang habis ditebang manusia. Dampak abrasi tentu sangat besar. Garis pantai akan semakin menyempit dan apabila tidak diatasi lama kelamaan daerah-daerah yang mempunyai permukaannya rendah akan tenggelam. Lokasi wisata terutama pantai yang indah dan menjadi tujuan wisata akan menjadi rusak. Pemukiman warga daerah pesisir dan tambak akan tergerus akibat gelombang laut hingga menyatu menjadi laut. Tidak sedikit warga di pesisir pantai yang telah direlokasi gara-gara abrasi pantai ini. Banyak dilakukan reklamasi untuk menanggulangi abrasi namun tetap berdampak pada daerah yang memiliki ketinggian rendah dalam bentuk banjir rob. Abrasi pantai juga berpotensi menenggelamkan beberapa pulau kecil di sekitar perairan Indonesia. Secara alami pantai telah memiliki pelindung alami akan tetapi dalam  perkembangannya terdapat perubahan yang sangat signifikan dan berpengaruh pada garis   pantai. Solusi untuk mengatasi abrasi tidak boleh sembarangan dan harus memperhatikan kondisi sekitar agar solusi yang di ambil sesuai dan efektif. Penanggunalang abrasi pada daerah pantai berbeda satu sama lain tergantung dari kondisi fisik dan lingkungan social ekonomi pantai tersebut. Hal ini akan dibahas lebih lanjut pada poin mitigasi abrasi. Selanjutnya secara lebih spesifik dampak yang diakibatkan oleh abrasi antara lain (Ramadhan, 2013) : 1.   Penyusutan lebar pantai sehingga menyempitnya lahan bagi penduduk yang tinggal di  pinggir pantai secara terus menerus. 2.   Kerusakan hutan bakau di sepanjang pantai, karena terpaan ombak yang didorong angin kencang begitu besar. 3.   Rusaknya infrastruktur di sepanjang pantai, mis: Tiang Listrik, Jalan, Dermaga, dan lain-lain. 4.   Kehilangan tempat berkumpulnya ikan ikan perairan pantai karena terkikisnya hutan bakau Daerah pantai yang mengalami abrasi sangat sulit untuk dipulihkan atau kembali dalam keadaaan normal. Selain itu juga, kerusakan pantai akibat abrasi dapat menggangu mata pencaharian penduduk disekitar, terutama yang berprofesi sebagai nelayan. Pantai yang mengalami abrasi jika tidak di tanggulangi akan berakibat kerusakan pantai yang semakin  parah. Sedia payung sebelum hujan. Setidaknya pepatah ini dapat kita gunakan utuk meminimalisir terjadinya abrasi. Sebelum abrasi terjadi lebih parah, terdapat tindakan  pencegahan yang mungkin dapat kita lakukan baik secara perseorangan atau berkelompok. Untuk menanggulangi atau mencegah terjadinya abrasi pantai yaitu (Ramadhan, 2013): 1.   Pelestarian terumbu karang Terumbu karang juga dapat berfungsi mengurangi kekuatan gelombang yang sampai ke  pantai. oleh karena itu perlu pelestarian terumbu karang dengan membuat peraturan untuk melindungi habitatnya. ekosistem terumbu karang, padang lamun, mangrove dan vegetasi  pantai lainnya merupakan pertahanan alami yang efektif mereduksi kecepatan dan energi gelombang laut sehingga dapat mencegah terjadinya abrasi pantai. jika abrasi pantai terjadi  pada pulau-pulau kecil yang berada di laut terbuka, maka proses penenggelaman pulau akan  berlangsung lebih cepat. 2.   Melestarikan tanaman bakau/mangrove Fungsi dari tanaman bakau yaitu untuk memecah gelombang yang menerjang pantai dan memperkokoh daratan pantai, selain untuk mempertahnakan pantai, mangrove juga berfungsi sebagai tempat berkembangbiakan ikan dan kepiting. 3.   Melarang penggalian pasir pantai
Related Search

Previous Document

Instalasi Kabel Duct

Next Document

SAP Manajemen Stres

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks