Konsul....

Publish in

Documents

23 views

Please download to get full document.

View again

of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
hj
Transcript
   Assalamualaikum Wr. Wb. Saya mau tanya tentang kabiasaan orang-orang yang menyiapkan sesajen (sandingan) pada kamis malam jumat yang katanya untuk almarhum. Pertanyaan saya apakah hal tersebut termasuk syiri? Nasir Rotin Islamiah, SMK Al-Furqan Jember  Alhamdulillah, Ash- sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah waba’du. Untuk menetapkan hukum seseorang itu syirik/kafir tidak hanya bisa dilihat dari luarnya saja, karena masalah syirik dan kafir berkaitan erat dengan masalah aqidah/keyakinan. Sehingga perlu penyelidikan yang mendalam terhadap orang yang bersangkutan. Semisal ada orang yang melakukan tabur bunga dan do’a di jalan untuk keselamatan, aktifitas ini bisa mengarah kepada kesyirikan jika orang tersebut meyakini ada kekuatan lain selain Allah yang bisa memberi manfaat dan madharat, tetapi jika masih ada keyakinan bahwa hanya Allah saja yang bisa memberikan manfaat dan madharat maka aktifitas tersebut dikategorikan ma’  siyat saja. Berkaitan dengan hukum ritual sandingan, maka perlu kiranya kita mengetahui terlebih dahulu seluk beluk   ritual tersebut. Ritual sandingan yang biasanya dilaksanakan pada malam j um’at legi (kalender Jawa) merupakan ritual yang diadakan oleh tiap-tiap keluarga dalam tradisi adat  jawa. Sajian sandingan yang terdapat dalam ritual sandingan malam Jum’at legi   mempunyai makna simbolis. Ritual sandingan malam Jum’at legi  dimulai dari persiapan sajian sandingan, pembacaan do’a sampai membagikan sajian sandingan yang telah dido’akan. Kegiatan ritual sandingan malam  j um’at legi  dianggap sebagai media penghubung antara yang masih hidup (manusia) dengan makhluk halus/arwah leluhur mereka. Kepercayaan masyarakat menganggap bahwa di dunia ini tidak hanya dihuni oleh manusia saja, namun  juga makhluk-makhluk halus khususnya arwah leluhur dan manusia punya kewajiban untuk menghormatinya. Ritual sandingan malam jumat legi merupakan suatu kepercayaan yang dianut oleh masyarakat untuk menghormati arwah leluhur dan untuk menjaga keselamatan bagi penganutnya. Ritual ini banyak memunculkan berbagai keragaman persepsi dari masyarakat dalam memaknai ritual ini. Dari fakta tersebut menjadi jelas bahwa ritual sandingan tidak sesuai dengan tuntunan syari’at Islam dan mengarah kepada kesyirikan  jika ada keyakinan terhadap roh-roh gentanyangan yang bias memberikan keselamatan atau kemadharatan. Dalam pandangan Islam kematian atau maut adalah berpisahnya ruh dengan jasad, dan ketika pemisahan tersebut terjadi, ruh berada di alam barzakh atau alam kubur. Ibarat perjalanan waktu, manusia yang sudah pindah ke alam lain itu tidak akan kembali ke alam semula. Ruh manusia yang sudah pindah ke alam barzakh juga tidak akan kembali ke alam dunia. barzakh secara bahasa berarti pembatas antara dua hal, dan di sini maksudnya pembatas antara alam dunia dengan alam akhirat. Dengan demikian, ketika seorang meninggal (mati, berpisah jasad dari ruhnya), maka ia tidak akan kembali ke alam dunia. Allah berfirman dalam QS Al-Mukminun ayat 100  Artinya: “(Demikianlah keadaan o  rang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang  telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja, dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan .” [QS. al-Mukminun (23): 100] . Wallahua’lambishshowab  
Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks