korelasi

Publish in

Documents

5 views

Please download to get full document.

View again

of 42
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
(http://tizarrahmawan.wordpress.com/2010/03/19/contoh-proposal-penelitian-kuantitatifkorelasi-antara-pemahaman-diri-dan-rasa-percaya-diri-pada-remaja-yang-tinggal-di-pantiasuhan-di-kota-malang/) Reserch Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif “KORELASI ANTARA PEMAHAMAN DIRI DAN RASA PERCAYA DIRI PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN DI KOTA MALANG “ Posted by Tizar ⋅ 19 Maret 2010 1. LATAR BELAKANG Perjalanan hidup seorang anak tidak selamanya berjalan dengan mulus. Beberapa anak dihadapkan p
Transcript
  (http://tizarrahmawan.wordpress.com/2010/03/19/contoh-proposal-penelitian-kuantitatif-korelasi-antara-pemahaman-diri-dan-rasa-percaya-diri-pada-remaja-yang-tinggal-di-panti-asuhan-di-kota-malang/)Reserch  Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif  “KORELASI ANTARA PEMAHAMAN DIRI DAN RASA PERCAYA DIRI PADAREMAJA YANG TINGGAL DI PANTIASUHAN DI KOTA MALANG “   Posted by Tizar  ⋅ 19 Maret 20101.   LATAR BELAKANG Perjalanan hidup seorang anak tidak selamanya berjalan dengan mulus. Beberapa anak dihadapkan pada pilihan yang sulit bahwa individu harus berpisah dari keluarga karena suatualasan, menjadi yatim, piatu atau yatim-piatu bahkan mungkin menjadi anak terlantar. Kondisiini menyebabkan adanya ketidak lengkapan di dalam suatu keluarga. Ketidak lengkapan ini padakenyataanya secara fisik tidak mungkin lagi dapat digantikan tetapi secara psikologis dapatdilakukan dengan diciptakannya situasi kekeluargaan dan hadirnya tokoh-tokoh yang dapatberfungsi sebagai pengganti orang tua .Menurut Hurlock (1997:213) masa remaja dikatakan sebagai masa transisi karena belummempunyai pegangan, sementara kepribadianya masih menglami suatu perkembangan, remajamasih belum mampu untuk menguasai fungsi-fungsi fisiknya. Remaja masih labil dan mudahterpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Remaja sebagai bagian dari generasi penerus yangmenjadi tonggak sebagai individu yang bermakna pada hari kemudian diharapkan juga memilikipemahaman tentang diri yang benar, hal tersebut sangat diperlukan bagi setiap orang dalammenjalani kehidupannya, sehingga di peroleh suatu gambaran yang jelas tentang dirinya dansupaya sremaja bias menjalankan apa yang sudah didapatkannya.Pemahaman akan diri seseorang sangatlah mutlak untuk diketahui. Oleh karena itu semua orangharus mengerti tentang dirinya. Baik secara internal maupun secara eksternal. Ketika seseorangmengetahui kondisi dan gambaran tentang dirinya maka dia akan dapat menjalani hidupnyadengan nyaman dan juga memiliki rasa percaya diri yang kuat karena sudah memiliki pandangandiri yang jelas.Dalam melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan, semua orang memiliki kemampuan dankeinginan yang berbeda. Salah satu faktor yang membuat seseorang dapat melakukan apa yangdia ingin lakukan adalah ketika dia memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk melakukannya.  Ketika seseorang kurang memeiliki rasa percaya diri maka kemungkinan orang tersebut tidak akan dapat bergaul dengan sesama temannya, melakukan apa yang diinginkannya dan pergisesuai keinginannya.Remaja yang tinggal di panti asuhan mempunyai rasa rendah diri atau minder terhadap keadaandirinya, tidak seperti teman-teman dalam kondisi keluarga normal. Hal ini berpengaruh terhadappergaulan dengan lingkungan. Sementara itu masyarakat atau teman-teman dalam lingkungansosial sering memberikan label negatif pada anak-anak panti asuhan tanpa melihat lebih jauh,mengapa atau bagaimana berbagai hal negatif ini akan terjadi. Adanya penyimpangan antaraharapan dan kenyataan itulah, maka peneliti merasa perlu untuk meneliti hal tersebut.Berdasarkan dari uraian di atas, maka rumusan masalah yang peneliti ajukan adalah apakah adahubungan antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Oleh karena itu maka penelitian ini berjudul “Hubungan Antara pem ahaman diri dengan rasa percaya diri Pada Remaja Yang Tinggal Di Panti Asuhan”.  1.   RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi rumusan masalah penelitian adalah sebagaiberikut:1. Mengetahui hubungan antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal dipanti asuhan?2. Mengetahui pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal di panti asuhan?3. Mengetahui tingkat pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal di pantiasuhan?1.   MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat dan kegunaan sebagai berikut:1.   Manfaat teoritis : Dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai pemahaman diri danrasa percaya diri yang ada pada masa remja .2.   Manfaat praktis : Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbanganpendidik, guru,dan orang  –  orang yang berhubungan dengan panti asuhan dan anak anak asuhnya.1.   HIPOTESIS PENELITIAN Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari hipotesis dua arah yaitu Hipotesisalternative dan hipotesis Nol. Hipotesis benar jika Hipotesis alternative (Ha) terbuktikebenarannya.  Ha : adanya hubungan antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal dipanti asuhanHo : Tidak ada hubungan antara pemahaman diri dengan rasa percaya diri remaja yang tinggal dipanti asuhan1.   KAJIAN PUSTAKA  1.   Pemahaman Diri (Self-Understanding) 1.   PengertianMenurut Santrock (2003:333) Pemahaman diri (  self   –  Understanding ) adalah gambarankognitif remaja mengenai dirinya, dasar, dan isi dari konsep diri remaja. Pemahaman dirimenjadi lebih introspektif tetapi tidak bersifat menyeluruh dalam diri remaja, namunlebih merupakan konstruksi kognisi sosialnya. Pada masa remaja persinggungan antarapengalaman sosial, budaya dan norma yang berlaku mempengaruhi pada kognisi sosialremaja. 1.   1.   Dimensi  –  Dimensi Pemahaman DiriMenurut Santrock (2003:333) Perkembangan dari pemahaman diri masa remaja sangatlahkompleks dan melibatkan sejumlah aspek dalam diri seorang remaja. Beberapa aspekyang ada dalam dimensi  –  dimensi pemahaman diri ramaja antara lain : 1.   abstrak dan idealistikpada mas remaja, konstruk berfikir para remaja bersifat abstrak dan idealistik dimanakonsep tentang diri seorang remaja itu belum jelas dimana konsep tentang dirinya bersifatlebih baik atau lebih buruk dari keadaan sebenarnya. Tidak semua remajamenggambarkan diri mereka dengan cara yang idealis, namun, sebagian besar remajamembedakan diri mereka yang sebenarnya dengan diri yang diidamkannya. 1.   Terdiferensiasipemahaman diri seorang remaja bisa semakin terdeferensiasi. Remaja lebih mungkin daripada anak kecil untuk menggambarkan dirinya sesuai dengan konteks atau situaasi yangsemakin terdeferensiasi. Remaja lebih mungkin dari pada anak  –  anak untuk memahamibahwa dirinya memiliki diri  –  diri yang berbeda-beda, tergantung dari peran atau kontekstertentu. 1.   Kontradiksi Dalam Dirisetelah kebutuah untuk mendiferensiasikan diri kedalam banyak peran dalam konteksyang berbeda-beda ada dalam diri remaja, muncullah kontradiksi antara diri  –  diri yangterdeferensiasi ini.  1.   Fluktuasi DiriAdanya sifat kontradiktif dalam diri pada masa remaja membuat munculnya fluktuasi diriremaja dalam berbagai situasi dan waktu tidaklah tidak mengejutkan. Ciri remaja dimana seorang remaja memiliki ciri ketidakstabilan hingga tiba suatu saat dimana seorangremaja berhasil membentuk teori mengenai dirinya yang leboh utuh, dan biasanya tidakterjadi hingga masa akhir remajanya atau bahkan diawal masa dewasa. 1.   diri yang nyata dan ideal, diri yang benar dan yang palsuMuncul kemampuan remaja untuk mengkonstruksikan diri mereka yang ideal disampingdiri yang sebenarnya, menjadi suatu yang membingungkan bagi remaja. Kemampuanuntuk menyadari adanya perbedaan antara diri yang nyata dengan diri yang idealmenunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif. Namun menurut Rogers(Santrock, 2003:334), yakin bahwa adanya perbedaan yang terlalu jauh antara diri yangideal dengan diri yang sebenarnya menunjukkan tanda ketidak mampuan untukmenyesuaikan diri. 1.   perbandingan sosialpara ahli perkembangan meyakini bahwa remaja, dibandingkan dengan anak-anak, lebihsering menggunakan perbandingan social (social Comparison) untuk mengevakluasi dirimereka sendiri (ruble dalam Santrock, 2003 : 335). Namun kesediaan remaja untukmengakui bahwa mereka melakukan perbandingan social untuk melakukan evaluasikepada diri mereka cenderung menurun dimasa remaja karena perbandingan socialtidaklah diinginkan. Berpegangan pada informasi perbandingan social pada masa remajamembuat mereka kebingungan karena banyaknya kelompok referensi. 1.   kesadaran diriremaja lebih sadar akan dirinya (self-conscious) dibandingkan dengan anak-anak danlebih memikirkan tentang pemahaman dirinya. Remaja lebih introspektif, yang mana halini merupakan bagian dari kesadaran diri mereka dan bagian dari eksplorasi diri. Namun,introspeksi tidak hanya terjadi pada remaja dalam keadaan isolasi social. Remaja kadangkadang meminta dukungan dan penjelasan dari teman-temannya, mendapatkan opini dariteman-temannya mengenai definisi diri yang baru muncul. 1.   perlindungan dirimekanisme untuk mempertahankan diri sendiri (self-deffens) merupakan bagian daripemahaman diri remaja. Walaupun remaja sering menunjukkan adanya kebingungan dankonflik yang muncul akibat adanya usaha  –  isaha introspektif untuk memahami dirinya,remaja juga memiliki mekanisme untuk melindungi dan mengembangkan dirinya. Dalammen\lindungi diri, remaja cenderung akan menolak akan adanya karakteristik negativedalam diri mereka. Kecenderungan remaja untuk melindungi dirinya sendiri sesuai
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks