lapkas anak (Autosaved)

Publish in

Documents

54 views

Please download to get full document.

View again

of 27
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
bronkhopneumonia + TB paru anak
Transcript
  1 PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai  pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya.   Pneumonia adalah keadaan akut pada paru yang di sebabkan oleh karena infeksi atau iritasi dari bahan kimia sehingga alveoli terisi dengan eksudat  peradangan. 1 Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah kardiovaskuler dan tuberkulosis. Faktor sosial ekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian. Terdapat berbagai faktor risiko yang menyebabkan tingginya angka mortalitas bronkopneumonia pada anak balita di negara berkembang. Faktor risiko tersebut adalah terjadi pada masa bayi,  berat badan lahir rendah (BBLR), tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat ASI yang adekuat, malnutrisi, defisiensi vitamin A, tingginya prevalens kolonisasi bakteri patogen di nasofaring, dan tingginya pajanan terhadap  polusi udara (polusi industri atau asap rokok). 2 Upaya yang penting dalam penyembuhan dengan perawatan yang tepat merupakan tindakan utama dalam menghadapi pasien bronkopneumonia untuk mencegah komplikasi yang lebih fatal dan diharapkan pasien dapat segera sembuh kembali. Intervensi keperawatan utama adalah mencegah ketidakefektifan jalan nafas. Agar perawatan berjalan dengan lancar maka diperlukan kerja sama yang baik dengan tim kesehatan yang lainnya, serta dengan melibatkan pasien dan keluarganya. 2  Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan untuk menurunkan insidensi dan kematian akibat tuberkulosis, tetapi pada tahun 2014 tuberkulosis masih menyerang 9,6 juta orang dan menyebabkan 1,2 juta kematian. Jumlah kasus  baru tuberkulosis paru pada tahun 2014 sebanyak 5,2 juta dan sebanyak 3 juta kasus terkonfimasi bakteriologis. Kasus tuberkulosis paling banyak berada di India yakni 23% dari seluruh penderita di dunia, kemudian China dan  2 Indonesia dengan jumlah kasus yang sama yaitu sebesar 10% dari seluruh  penderita di dunia. 2 Jumlah kasus tuberkulosis di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2015 jumlah kasus tuberkulosis sebanyak 330.910 kasus, meningkat bila dibandingkan jumlah kasus tuberkulosis pada tahun 2014 yaitu sebesar 324.539 kasus. Jumlah kasus baru tuberkulosis pada tahun 2015 sebanyak 130 per 100.000 penduduk, meningkat dibandingkan jumlah kasus baru tuberkulosis pada tahun 2014 sebesar 129 per 100.000 penduduk. 2,3 WHO (2015) menyatakan kasus baru tuberkulosis di dunia pada usia di  bawah 15 tahun mencapai 1 juta dengan jumlah kematian sebanyak 140.000 setiap tahun. Kemenkes RI (2013) menyatakan bahwa tuberkulosis anak merupakan penyakit tuberkulosis yang terjadi pada anak usia 0-14 tahun. Kasus tuberkulosis pada anak di Indonesia mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 proporsi kasus tuberkulosis pada anak sebesar 7,1%, dan mengalami peningkatan pada tahun 2015 menjadi 8, 59% dari seluruh kasus tuberkulosis pada semua kelompok umur (Kemenkes, 2016). Di Jawa Tengah  proporsi kasus tuberkulosis anak di antara kasus baru tuberkulosis paru yang tercatat sebesar 6,63% pada tahun 2014. Hal ini menunjukkan bahwa  penularan kasus tuberkulosis paru BTA Positif kepada anak cukup besar. Ada sebanyak 1.386 anak yang tertular tuberkulosis paru BTA positif dewasa yang berhasil ditemukan dan diobati. Rasio antara kasus tuberkulosis anak 3 dengan tuberkulosis paru BTA positif dewasa sebesar 1 banding 12. 4  3 LAPORAN KASUS A.   Identitas Pasien  Nama : An. B U Umur : 1 tahun 4 bulan Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Jl. Yotefa, Abepura Suku : Papua Berat badan : 11 kg Tinggi badan : 77 cm Agama : Kristen Protestan  No DM : 445051 Tanggal MRS : 21 Juli 2017 Tanggak KRS : 26 Juli 2017 Tiba di RKK : 17.50 WIT Pendidikan Ayah : D3 Pekerjaan Ayah : Perawat Pendidikan Ibu : SMA Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga B. Anamnesis (Alloanamnesis) Keluhan Utama Sesak napas Riwayat Penyakit Sekarang Sesak napas timbul ±  20 menit sebelum masuk rumah sakit (SMRS), menurut ibu pasien anaknya sedang tidur lalu tiba-tiba terbangun, menangis dan kesulitan untuk bernapas sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sesak napas seperti ini. Sejak ± 1 bulan yang lalu terdapat keluhan batuk pada  pasien ini, batuk dirasakan berdahak namun sulit untuk dikeluarkan, darah (-) sehingga warna dahak tidak diketahui. Batuk dirasakan terus-menerus dan  4 tidak dipengaruhi oleh dingin atau faktor yang lain. Menurut ibu pasien selama ±  1 bulan batuk sudah mengkonsumsi obat batuk yang dibeli sendiri di apotik namun batuk tidak mengalami perubahan, dan satu minggu SMRS sudah berobat ke praktek Sp.A namun tidak ada perubahan juga. Menurut keterangan orang tua pasien, dirumah terdapat orang dewasa (nenek pasien) yang serumah dengan pasien yang mengalami batuk aktif ≥  1 bulan namun  belum pernah berobat. Keluhan batuk juga disertai pilek (+), dan demam (+) yang dirasakan ≥  2 minggu dan demam yang dirasakan hilang timbul tidak disertai mengigil dan keringat pada malam hari. Demam hilang setelah diberi  parasetamol kemudian demam kembali timbul lagi, demam timbul tetapi tidak demam tidak tinggi. Menurut ibu pasien tidak terdapat keluhan pusing, nyeri menelan, mual, muntah, kejang, mimisan, gusi berdarah, riwayat perdarahan lain, nyeri perut. Buang air besar 1x sehari, konsistensi lunak. Buang air kecil lancar, tidak terdapat rasa nyeri dan perih saat berkemih. Selama sakit menurut ibu pasien tidak terjadi penurunan nafsu makan. Ibu pasien tidak pernah secara rutin mengontrol berat badan pasien, namun ibu pasien merasakan bahwa tidak ada  penurunan berat badan pada pasien. Riwayat Penyakit Dahulu      Sejak kecil pasien sering timbul keluhan batuk, namun hanya mengkonsumsi obat batuk yang dibelikan oleh ibu pasien di apotik.      Tidak ada riwayat mengkonsumsi OAT sebelumnya      Tidak ada riwayat alergi makanan, obat, dingin dan debu.      Tidak ada riwayat asma, bersin-bersin di pagi hari, kejang dan penyakit  jantung.  Riwayat Penyakit Keluarga     Nenek pasien mempunyai keluhan batuk lama ≥  1 bulan namun tidak melakukan pengobatan.    Tidak riwayat keluarga mengkonsumsi obat anti tubekulosis (OAT)    Tidak ada riwayat alergi makanan, obat, dingin dan debu.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks