Lapkas Herpes Zoster

Publish in

Documents

23 views

Please download to get full document.

View again

of 31
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
laporan kasus koas kulit kelamin
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi Varicella-Zoster Virus (VZV) yang terjadi setelah adanya infeksi primer atau vaksinasi. 1,2,3,4,5,6  Pada tahun 1888, Von Bokay menemukan hubungan antara varicella dan herpes zoster, ia menemukan bahwa varicella dicurigai berkembang dari anak-anak yang terpapar dengan seseorang yang menderita herpes zoster akut. pada tahun 1943, Garland mengetahui terjadinya herpes zoster akibat reaktivasi virus yang laten. Pada Tahun 1952, Weller dan Stoddard melakukan penelitian secara invitro, mereka menemukan varicella dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama. 7  Beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan reaktivasi VZV diantaranya adalah  pajanan VZV sebelumnya seperti cacar air  1,3,5  atau vaksinasi 1 , usia lebih dari 50 tahun 3,5,6 , keadaan immunocompromise 2,3,5,6 , obatobatan imunosupresif  3,5,6 , HIV/AIDS 3,5,6 , transplantasi sumsum tulang atau organ 3 , keganasan 3 , terapi steroid  jangka panjang 3,5,6 , stres psikologis 3 , trauma dan tindakan pembedahan. 3,5,6 Kejadian hepes zoster meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kira-kira 30% populasi (1 dari 3 orang) akan mengalami herpes zoster selama masa hidupnya,  bahkan pada usia 85 tahun, 50 % (1 dari 2 orang) akan mengalami herpes zoster. Insidens herpes zoster pada anak-anak 0-9 tahun 0.74 per 1000 orang per tahun. 4  Insidens ini meningkat menjadi 2,5 per 1000 orang di usia 20-50 tahun (adult age), 7  per 1000 orang di usia lebih dari 60 tahun (older adult age) dan mencapai 10 per 1000 orang per tahun di usia 80 tahun. 3,5  Penggunaan vaksin varicella secara universal dan menurunnya kasus varicella pada anak dan dewasa muda, sehingga pada usia tua tidak lagi terdapat  periodic boost   dari aktivitas imun anti-VZV, hal ini menyebabkan  peningkatan kejadian dari herpes zoster. 1 Herpes zoster seringkali menimbulkan dampak terhadap kualitas hidup  penderitanya, terutama disebabkan oleh neuralgia pasca herpetik dimana pada studi kualitas hidup yang dilakukan oleh Johnson RW et al. 2010, menunjukan bahwa herpes zoster dan neuralgia pasca herpetik berdampak pada 4 area kualitas hidup yaitu : (1) FISIK, diantaranya menyebabkan kelelahan, anorexia, penurunan berat badan,  2 insomnia, berkurangnya mobilitas, (2) PSIKOLOGIS, seperti depresi, ansietas, beban emosional, kesulitan konsentrasi, dan ketakutan, (3) SOSIAL, diantaranya menarik diri, isolasi, hilangnya kemandirian, perubahan peran sosial, menurunnya kehadiran dalam kumpulan sosial, dan (4) AKTIVITAS RUTIN seperti berpakaian, mandi, makan, bepergian, memasak, melakukan pekerjaan rumah, berbelanja dan aktivitas rutin lainnya. 3 Simptom non-nyeri dan komplikasi dari herpes zoster juga dapat mempengaruhi kualitas hidup. Beberapa simptom tertentu menyebabkan disabilitas bagi pasien,  bahkan pada pasienpasien yang tidak mengalami nyeri yang terlalu berat. Komplikasi nonnyeri yang dapat menyebabkan disabilitas permanen misalnya komplikasi pada mata, neurologis (misal kelumpuhan saraf perifer dan kranial, defisit motorik,  paresis). 3  3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA I.   DEFINISI Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi Varicella-Zoster Virus (VZV) 1 yang laten berdiam terutama dalam sel neuronal dan kadang-kadang di dalam sel satelit ganglion radiks dorsalis dan ganglion sensorik saraf kranial; menyebar ke dermatom atau jaringan saraf yang sesuai dengan segmen yang dipersarafinya. 2,3,4,5,6  Selama fase reaktivasi, dapat terjadi infeksi VZV di dalam sel mononuklear darah tepi yang biasanya subklinis. Penyebab reaktivasi tidak sepenuhnya dimengerti tetapi diperkirakan terjadi pada kondisi gangguan imunitas selular. 1,3,5 II.   EPIDEMIOLOGI Tingginya infeksi varicella di Indonesia terbukti pada studi yang dilakukan Jufri, et al tahun 1995-1996, dimana 2/3 dari populasi berusia 15 tahun seropositive terhadap antibodi varicella. 3 Dari studi yang dilakukan Kelompok Studi Herpes Indonesia total 2232  pasien herpes zoster pada 13 rumah sakit pendidikan di Indonesia (20112013) didapatkan:    Puncak kasus herpes zoster terjadi pada usia 45-64 tahun adalah 851 (37.95% dari total kasus herpes zoster).    Gender : Wanita cenderung mempunyai insiden lebih tinggi    Total kasus neuralgia pasca herpetik adalah 593 kasus (26.5% dari total kasus herpes zoster)    Puncak kasus neuralgia pasca herpetic pada usia 4564 yaitu 250 kasus (42% dari total kasus neuralgia pasca herpetik). 3    4 Sumber : Panduan Herpes Zoster di Indonesia 2014  –   Badan Penerbit FKUI  
Related Search

Previous Document

BAB 3

Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks