LAPORAN PRAKTIKUM

Publish in

Documents

271 views

Please download to get full document.

View again

of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
ilmu pertanian
Transcript
  LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN ”MENENTUKAN KADAR KLOROFIL SECARA SPEKROSKOPI”  DISUSUN OLEH: NAMA : DEWI RATNA NIM : 101630466 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tumbuhan yang ada di duniA ini sangat beraneka ragam. Mulai dari tingkat sel, jaringan, organ, maupun sistem organ hingga spesiesnya. Perbedaan tersebut meliputi bentuk, ukuran maupun warna. Perbedaan bentuk maupun ukuran dapat diamati secara keseluruhan satu tanaman, sedangkan untuk perbedaan warna tampak jelas pada warna bunga atau pada warna daunnya.Semua tumbuhan mampu berfotosintesis karena memiliki seperangkat pigmen fotosintesis yang dibutuhkan. Salah satu jenis pigmen sangat penting pada perangkat fotosintesis adalah klorofil. Dalam kenyataan yang dapat kita lihat, terdapat perbedaan intensitas warna daun baik pada antar jenis tumbuhan maupun umur daun. Pada jenis-jenis tumbuhan tertentu bahkan memiliki daun beraneka warna. Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan memiliki kloroplas yang berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis.  Kloroplas merupakan bagian dari daun, dan juga terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau, termasuk batang dan buah yang belum matang. Di dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Warna pada organ tanaman berbeda-beda disebabkan oleh kandungan pigmennya. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen klorofil sebenarnya terdiri atas beberapa molekul pigmen, yaitu klorofil a dan klorofil b serta karotenoid. Pigmen-pigmen tersebut berfungsi untuk menyerap cahaya matahari. Pembentukan pigmen klorofil di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain unsur nitrogen yang merupakan bahan pembentuk klorofil dan apabila kekurangan akan menyebabkan klorosis pada tanaman. Dan setiap tanaman memiliki kadar klorofil yang berbeda-beda.Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Ada yang berwarna jingga berarti memiliki pigmen karotein, memiliki pigmen xantofil (kuning), pigmen klorofil a (hijau biru), klorofil b (hijau kuning), dan pigmen antosianin (merah). Misalnya saja suatu daun berwarna hijau, berarti dia memiliki pigmen klorofil yang peka terhadap cahaya yang terdapat dalam sel khusus atau di dalam kloroplas. Akan tetapi, suatu tanaman dapat memiliki lebih dari satu pigmen. Hal tersebut tampak pada daun yang memiliki lebih dari satu warna, misalnya pada tanaman puring. Pada waktu daunnya masih muda, maka akan tampak warna hijau muda, namun setelah daun tua maka nampak berwarna hitam kemerahan, ataupun merah kecokelatan. Maka dari itu yang melatar belakangi diada kan nya percobaan ini adalah untuk mempelajari dan memberikan latihan atau pengarahan cara menggunakan spektrofotometer dan Untuk menentukan kadar klorofil pada daun ubi dan kangkung. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana mempelajari dan memberikan latihan cara penggunaan spektrofotometer ? 2. Bagaimana mengetahui cara penentuan kadar klorofil? C. Tujuan 1. Mempelajari dan memberikan latihan cara penggunaan spektrofotometer 2. Mengetahui cara penentuan kadar klorofil   BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Klorofil Klorofil adalah pigmen hijau fotosintetis yang terdapat dalam tanaman, Algae danCynobacteria. nama chlorophyll berasal dari bahasa Yunani kuno : choloros= green(hijau), and phyllon= leaf (daun). Fungsi krolofil pada tanaman adalah menyerap energi darisinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintetis yaitu suatu proses biokimiadimana tanaman mensintesis karbohidrat (gula menjadi pati), dari gas karbon dioksida danair dengan bantuan sinar matahari (Subandi, 2008). Klorofil adalah pigmen karena menyerap cahaya, yakni radiasi elekromagnetik pada spectrum kasat mata(visib). Senyawa putih mengandung semua warna spectrum kasat mata dari merah sampai violet. Tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak di serap dengan baik secara merata oleh klorofil. Klorofil ada 2 macam yaitu klorofil a dan klorofil b yang terdiri dari molekul polfirin, hemoglobin, moglobin dan enzim sitokrom ( kimbal, 1990 ). Klorofil a yang dapat berperan serta langsung dalam reaksi terang, yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Klorofil b hanya dalam satu gugus fungsional yang di ikat pada porfirin (Campbell, 2000). Pembentukan klorofil seperti halnya pembentukan pigmen-pigmen lain pada hewan dan manusia dibawakan oleh suatu gen tertentu di dalam kromosom, jika gen ini tidak ada maka tanaman tampak putih belaka. Klorofil dapat di bentuk dengan tiada memerlukan cahaya. Terlalu banyak sinar berpengaruh buruk terhadap klorofil. Larutan klorofil yang di hadapkan pada sinar kuat tampak berkurang hijaunya. Tanaman akan mengalami klorosis jika kekurangan unsur-unsur Mn, Cu, Zn meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit (dwidjo saputra, 1978). Penentuan kadar klorofil dalam jaringan tanaman di lakukan dengan cara mengekstrak pigmen klorofil dengan aseton atau methanol kemudian hasil ekstrak di amati absorbansi pada λ 663 nm dan λ 645 nm (anonymous, 2009). Klorofil merupakan zat hijau daun yang terdapat pada semua tumbuhan hijau yang berfotosintesis. Berdasarkan penelitian, klorofil ternyata tidak hanya berperan sebagai pigmen fotosintesis. Proses fotosintesis membutuhkan klorofil, maka klorofil umumnyadisintesis pada daun  untuk menangkap cahaya matahari yang jumlahnya berbeda pada tiapspesies tergantung dari faktor lingkungan dan genetiknya (Hatta, 2002 ) Klorofil pada tumbuhan ada dua macam, yaitu klorofil a dan klorofil b. perbedaankecil antara struktur kedua klorofil pada sel keduanya terikat pada protein. Sedangkan perbedaan utama antar klorofil dan heme ialah karena adanya atom magnesium (sebagai pengganti besi) di tengah cincin profirin, serta samping hidrokarbon yang panjang, yaiturantai fitol. (Santoso, 2004). B. Pengertian Spektrofotometri Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri (Saputra, 2012). Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda (Saputra, 2012). C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukaan Klorofil Terjadinya Klorofil Menurut Dwidjoseputro (1994), faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan klorofil: 1. Faktor pembawaan Pembentukan klorofil seperti halnya pembembentukan pigmen-pigmen lain seperti hewan dan manusia yang di bawakan oleh suatu gen tertentu di dalam kromosom. Jika gen ini tidak ada maka tanaman akan tampak putih belaka (albino), seperti tanaman jagung yang albino tidak dapat hidup lama. 2. Cahaya ( Salisbury, 2000 ) Pada beberapa kecambah tanaman Angiosperma, klorofil dapat terbentuk tanpa memerlukan cahaya. Tanaman lain yang ditumbuhkan di dalam gelap tidak berhasil membentuk klorofil, mereka pucat (klorosis) kekuning-kuningan, disebabkan karena adanya protoklorofil yang mirip dengan klorofil-a, yang mengandung kurang 2 atom H. terlalu banyak sinar berpengaruh buruk kepada kepada klorofil. Larutan klorofil yang dihadapkan kepada sinar kuat tampak berkurang hijaunya. Hal ini juga dapat kita lihat pada daun-daun yang terus-menerus kena sinar langsung, warna mereka menjadi hijau kekuning-kuningan. 3. Oksigen
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks