LP BBL.docx

Publish in

Documents

120 views

Please download to get full document.

View again

of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
LAPORAN PENDAHULUAN PENATALAKSANAAN BAYI BARU LAHIR Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pendidikan Profesi Ners Departemen Maternitas Di Puskesmas Singosari Kabupaten Malang RESTI RIANDANI 125070218113010 PENDIDIKAN PROFESI NERS PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJA
Transcript
  LAPORAN PENDAHULUAN PENATALAKSANAAN BAYI BARU LAHIR Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pendidikan Profesi Ners Departemen Maternitas Di Puskesmas Singosari Kabupaten Malang RESTI RIANDANI 125070218113010 PENDIDIKAN PROFESI NERS PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2016   KONSEP BAYI BARU LAHIR A. Definisi Neonatus (bayi baru lahir) normal adalah bayi yang baru lahir sampai usia 4 minggu lahir biasanya dengan usia gestasi 38-42 minggu.Bayi lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan,menangis kuat,nafas secara spontan dan teratur, berat badan antara 2500-4000gram dan panjangnya 14-20 inci (35.6-50.8sentimeter, walaupun bayi baru lahir pramasa adalah lebih kecil). Kepala bayi baru lahir itu amat besar di banding bagian-bagian badan yang lain, Sedangkan tengkorak manusia dewasa adalah kurang lebih 1/8 dari panjang badan. Ketika dilahirkan, tengkorak bayi barulahir masih belum sempurna menjadi tulang. Setengah bayi baru lahir mempunyai bulu halusyang dinamakan lanugo khususnya di belakang, bahu, dan dahi bayi pramasa. Lanugo akan hilang dengan sendirinya dalam masa beberapa minggu. Asuhan segera bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebutselama jam pertama setelah kelahiran sebagian besar bayi baru lahir akan menunjukkanusaha napas pernapasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan. Jadi asuhan keperawatan pada bayi baru lahir adalah asuhan keperawatan yang diberikan pada bayiyang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauteri kekehidupan ekstra uteri hingga mencapai usia 37-42 minggu dan dengan berat 2.500-4.000 gram.Masa bayi baru lahir (Neonatal) dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :a. Periode Partunate, dimana masa ini dimulai dari saat kelahiran sampai 15 dan 30 menitsetelah kelahiranb. Periode Neonate, dimana masa ini dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampaisekitar akhir minggu kedua dari kehidiupan pascamatur B. Adaptasi Fisiologi  Adapun tujuan utama dari adaptasi fisiologi BBL adalah untuk mempertahankanhidupnya secara mandiri dengan cara : a. Bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri b. Mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup. c. Mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi C.   Perubahan Sistem Pernafasan Respirasi  Selama dalam uterus, janin mendapatkan oksigen dari pertukaran gas melalui plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melalui paru  – paru.   a. Perkembangan paru-paru Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari pharynk yang bercabang dan kemudian bercabang kembali membentuk strutur percabangan bronkus proses ini terus berlanjut sampai akhir sekitar 8 tahun, sampai uumlah bronkus dan alveolus akan sepenuhnya berkembang, walupun janin memperlihatkan adanya gerakan nafas sepanjang trimester II dan II. Paru-paru yang tidak matang akan mengurangi kelangsungan hidup BBL sebelum usia 24 minggu. Hal ini disebabkan karena keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan sistem kapiler paru-paru dan tidak tercukupinya jumlah surfaktan b. Awal adanya nafas Faktor-faktor yang berperan dalam rangsangan nafas pertama bayi : 1. Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernafasan di otak 2. Tekanan terhadap rongga dada, yang terjadi karena kompresi paru-paru selama persalinan, yang merangsang masuknya udara ke paru-paru secara mekanis. Interaksi antara sistem pernafasan, kardiovaskular dan susunan saraf pusat menimbulkan pernafasan yang teratur dan berkesinambaungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. 3. Penimbunan karbondioksida (CO2) setelah bayi baru lahir kadar CO2 meningkat dalam darah dan akan merangsang pernafasan. Berkurangnya O2 akan mengurangi  gerakan pernafasan janin, tetapi sebaliknya kenaikan CO2 akan menambah frekuensi dan tingkat gerakan pernafasan janin 4. Perubahan suhu, keadaan dingin akan merangsang pernafasan c. Surfaktan dan upa respirasi untuk bernafas Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk mengelluarkan cairan dalam paru-paru dan mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali. Agar alveolus dapat berfungsi , harus terdapat survaktan yang cukup dan aliran darah ke paru-paru. Produksi surfaktan dimulai pada 20 minggu kehamilan, dan jumlahnya meingkat sampai paru=paru matang (sekitar 30-34 minggu kehamilan). Fungsi surfaktan adalah untuk mengurangi tekanan permukaan paru dan membentu untuk menstabilkan dinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernafasan. Tidak adanya surfaktan menyebabkan alveoli kolaps setiap saat akhir pernafasan, yang menyebabkan sulit bernafas . Peningkatan kebutuhan ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa. Berbagai peningkatan kebutuhan ini menyebabkan stress pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu. d. Dari cairan menuju udara Bayi cukup bulan mempunyai cairan di paru-parunya. Pada saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan, sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. Seorang bayi yang dilahirkan secara section caesaria kehilangan kauntungan dari kompresi ringga dada dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu yang lebih lama. Dengan beberapa kali tarikan nafas yang pertama uda akan memenuhi trakea dan bronkus BBL. Sisa cairan di paru-paru dikeluarkan dari paru-paru dan diserap oleh pembuluh darah limfe dan darah e. Fungsi sistem pernafasan dan kaitanyya dengan fungsi kardiovaskular Oksigenasi yang memadai merupakan faktor yang angat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara. Jika terdapat hipoksia, pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokontriksi. Jika hal ini terjadi, berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka guna menerima oksigen yang berada dalam alveoli, sehingga menyebbakan penurunan oksigen jaringan, yang akan memperburuk hipoksia. Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran gas dalam alveoli dan akan membantu menghilangkan cairan paru-paru dan merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim.
Related Search
Related Documents
LP SC.docx
Sep 20, 2017

LP SC.docx

LP Selulitis.docx
Sep 20, 2017

LP Selulitis.docx

LP BBLR.docx
Sep 21, 2017

LP BBLR.docx

lp leukimia.docx
Sep 21, 2017

lp leukimia.docx

lp sudarsono.docx
Sep 21, 2017

lp sudarsono.docx

LP DHF.docx
Sep 21, 2017

LP DHF.docx

LP_OSTEOMELITIS.docx
Sep 21, 2017

LP_OSTEOMELITIS.docx

LP_OSTEOMELITIS.docx
Sep 21, 2017

LP_OSTEOMELITIS.docx

lp ckd.docx
Sep 21, 2017

lp ckd.docx

Askep LP BBL
Sep 22, 2017

Askep LP BBL

LP GERONTIK.docx
Sep 22, 2017

LP GERONTIK.docx

View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks