MAKALAH FARMASI FISIKA I.docx

Publish in

Documents

245 views

Please download to get full document.

View again

of 44
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
TERMODINAMIKA Terodinamika adalah cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang proses perpindahan energi sebagai kalor dan usaha, antara sistem dan lingkungan. Kalor merupakan perpindahan energi yang disebabkan oleh perbedaan suhu, sedangkan usaha merupakan perubahan energi memalui cara-cara mekanis yang tidak disebabkan oleh perubahan suhu (Nurizati, 2011). Dalam termodinamika, kalor merupakan salah satu bentuk energi dari tujuh parameter energi termod
Transcript
  1   TERMODINAMIKA Terodinamika adalah cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang proses  perpindahan energi sebagai kalor dan usaha, antara sistem dan lingkungan. Kalor merupakan perpindahan energi yang disebabkan oleh perbedaan suhu, sedangkan usaha merupakan perubahan energi memalui cara-cara mekanis yang tidak disebabkan oleh  perubahan suhu (Nurizati, 2011). Dalam termodinamika, kalor merupakan salah satu  bentuk energi dari tujuh parameter energi termodinamika (kalor yang lepas/diserap (Q), kerja pada sisitem/pada sistem (w), energi dalam (E/V), entalpi (H), entropi (S), Energi  bebas gibs (G), energi bebas helmboltz (A/F)) (Amlius, 2016). Rumus Usaha    W = F x a Perumusan Usaha   tekanan  –   volume Ekspansi gas disalam suatu slinder yang dilengkapi degan piston, yang dapat bergerak  bebas dengan mengabaikan energi gesekan. Sistem berlangsung pada tekanan luar (P ext ) tetap dan pada temperatur tetap. Tekanan yang bekerja pada gas. P (ext)  = F / A  Latihan Soal Penguapan 18 g air pada temperatur 100°C dan tekanan 1 atm dalam sistem kerja tekanan-volume. Berapa nilai W yang akan dihasilkan oleh proses pada sistem tersebut (R = 8,314 J/K/mol; R = 1,987 Cal/K/mol; R = 0,082 Latm/K/mol ). H 2 O (cair, 25°C)   H 2 O (uap, 100°C)   mol n g n Mr  gr n 11818   Lml V V mol  Mr V n 018,018 181   LV atm K mol  K  Latmmol  V  P nRT V  o 586,301373//082,01 222       LatmW   L LatmW   V  V   P W   V   P W   568,30018,0586,301 12              V   P W  V   P W  V  V   P W   hh A P W    A F W   A P  F  ext ext   .....**.*. 1212   2    Nilai W untuk proses perubahan (zat cair atau zat padat → uap), maka :   W = -P V uap  Persamaan alternatif W = nRT Karena dari contoh diatas V cairan < V uap , maka volume cairan dapat diabaikan terhadap volume uap. Oleh karenanya hanya V uap  saja yang diperhitungkan. A.   Tipikal Sistem Pada Termodinamika Dalam termodinamika dikenal dengan istilah sistem dan lingkungan. Sistem adalah benda atau sekumpulan apa saja yang akan diteliti. Sedangkan lingkungan adalah benda-benda yang berada diluar dari sistem tersebut. Pada sistem termodinamika terdapat lima jenis tipikal penting yang perlu diketahui, yaitu (Nurizati, 2011) : 1.   Sistem Terbuka Merupakan sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi dan benda dengan lingkungannya (Nurizati, 2011). 2.   Sistem Tertutup Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi, tetapi tidak terjadi  pertukaran zat dengan lingkungan. Sistem tertutup terdiri atas suatu jumlah massa yang tertentu, dimana massa ini tidak dapat melintasi lapisan batas sistem. Tetapi energi baik dalam bentuk panas (Q) maupun usaha (W) dapat melintasi lapisan  batas sistem tersebut (Nurizati, 2011). 3.   Sistem Isotermal Suatu sistem dapat mengalami proses termodinamika, dimana terjadi perubahan- perubahan didalam sistem tersebut. pada sistem isoteral, proses berlangsung dengan temperatur yang konstan, sehingga tidak terjadi perubahan energi dalam (ΔU = 0)  (Nurizati, 2011). 4.   Sistem Adiabatik  3   Dalam proses adiabatik tidak ada kalor yang masuk (diserap) ataupun keluar (dilepaskan) oleh sistem (Q = 0), dengan kata lain terisolir secara termal dari lingkungannya. Dengan demikian, usaha yang dilakukan gas sama dengan  perubahan energi dalamnya (W = ΔU)  (Nurizati, 2011). 5.   Sistem Terisolasi Sistem yang mengakibatkan tidak terjadinya pertukaran panas, zat atau kerja dengan lingkungannya. Dalam sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem (Nurizati, 2011). B.   Hukum  –   Hukum Termodinamika Dalam termodinamika terdapat empat hukum mendasar yang sering digunakan, yaitu hukum 0 termodinamika, hukum I termodinamika, hukum II termodinamika, hukum III termodinamika (Beiser, 1990). 1.   Hukum I Termodinamika Prinsip dari Hukum I Termodinamika yaitu kekentalan energi. Dimana hukum ini berbunyi “Energi tidak dapat diciptakan dan tidak d apat dimusnahkan, tetapi energi dapat diubah dari bentuk energi satu ke bentuk energi yang la innya”. Dalam sistem terisolasi nilai energi total selalu tetap. Begitupun dalam sistem tidak terisolasi, nilai energi total sistem dan lingkungan selalu tetap (Fauziah, 2014). Hubungan kalor dengan kerja dan energi yang tersimpan dalam sistem dapat dinyatakan dalam rumus : ΔE = Q + W  Ketentuan :  4   * Q (+) = Sistem menyerap panas * W (+) = Sistem dikenakan kerja * Q (-) = Sistem melepaskan panas * W (-) = Sistem melakukan kerja E : fs keadaan   dE : bersifat eksak ΔE : hanya bergantung pada keadaan awal adan akhir Q dan W : bukan fs. keadaan   dQ dan dW : tidak bersifat eksak Perumusan dan Perhitungan ΔE Sistem   a.   Pada Volume Tetap  b.   Pada Tekanan Tetap Catatan   untuk entalpi, pada setiap perubahan dari keadaan awal ke keadaan akhir yang tidak ada terdapat substan gas ΔH = ΔE. Bila terdapat gas ΔH = ΔE + P.ΔV    ΔH = ΔE + ΔnRT   Kapasitas Panas Molar / C (J/K/mol atau Cal/K/mol)    Dinyatakan pada volume tetap   C v      Pada tekanan tetap   C P   Hubungan antara C V dengan C p   dan ΔE atau ΔH      Pada Volume (V) tetap E = fs (T, S)    =         ==      2112  E  E  E dE      00 21122112 dW danW W dW  dQdanQQdQ W Q E dW dQdE   vv Q E V  P Q E  W Q E    )(         V  P  E Q V  P Q E  W Q E   p p  )(          H QdanV  P  E  H   PdV dE dH ergraldari Hasil  keadaan  fs H entalpi PV  E  H   p     int.
Related Search

Previous Document

FENOLY

Next Document

Makala h

Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks