Makalah_Kel_4_Chapter_6_Accounting_Measu.docx

Publish in

Documents

150 views

Please download to get full document.

View again

of 21
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
ACCOUNTING MEASUREMENT SYSTEM Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Akuntansi Keuangan Disusun oleh: Anggraini Winda Purnamasari 1406645001 Anggreani Widiawati 1406645014 Dita Suryadinata 1406645216 Devi Oktavia Ekananda 1406645153 Mohammad Indra Raditya 1406645714 PENDIDIKAN EKSTE
Transcript
  ACCOUNTING MEASUREMENT SYSTEM   Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Akuntansi Keuangan Disusun oleh:  Anggraini Winda Purnamasari 1406645001  Anggreani Widiawati 1406645014 Dita Suryadinata 1406645216 Devi Oktavia Ekananda 1406645153 Mohammad Indra Raditya 1406645714 PENDIDIKAN EKSTENSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS INDONESIA SALEMBA, JAKARTA 2015   1 STATEMENT OF AUTHORSHIP Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan dengan jelas menggunakannya. Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan dengan tujuan mendeteksi adanya plagiarisme. Mata Ajaran : Teori Akuntansi Keuangan Judul Makalah :  Accounting Measurement System  Tanggal : 09 Oktober 2015 Dosen : Lufti Yulian S.E., M.M Anggota :  Nama NPM Tanda tangan Anggraini Winda Purnamasari 1406645001 Anggreani Widiawati 1406645014 Dita Suryadinata 1406645216 Devi Oktavia Ekananda 1406645153 Mohammad Indra Raditya 1406645714   2 I.   THREE MAIN INCOME AND CAPITAL MEASUREMENT SYSTEMS System akuntansi untuk pertama kali diperkenalkan oleh Pacioli pada abad ke 15, yaitu system akuntansi double-entry. Sejak saat itu teknik dasar akuntansi tidak berubah secara signifikan. Bersamaan dengan revolusi industry, khususnya setelah jatuhnya wall street pada tahun 1929, system akuntansi trandisional berdasarkan historical cost system muncul dan memimpin sebagai  fundamental accounting system . Kemudian pada tahun 1960-an beberapa alternative dasar system akuntansi lainnya muncul dan mulai berkembang, yaitu  current cost accounting   dan current selling prices (exit prices) . Current cost accounting  juga dianggap sebagai metode pertama yang mempresentasikan  fair value accounting system . II.   HISTORICAL COST ACCOUNTING A.   Objective of Accounting Berkembangnya perusahaan membuat akuntansi memiliki peran yang sangat signifikan sebagai sumber informasi mengenai perusahaan, dimana pemilik dan pengendali  perusahaan merupakan dua pihak yang berbeda.  Absentee owners  yang tidak berperan dalam operasional perusahaan tidak memiliki pengetahuan mengenai operasional dan kondisi perusahaan. Mereka sangat bergantung kepada laporan akuntansi untuk mendapatkan informasi. Perusahaan yang besar juga harus membuat sebuah laporan mengenai kondisi perusahaan secara jelas kepada pemilik (investor), kreditor dan stakeholder yang berkepentingan lainnya. Disinilah  stewardship function  dari manager memfocuskan perhatian kepada pelaporan akuntansi untuk para stakeholder, dan sebaliknya owner dan kreditor menaruh perhatian utama pada apa yang dilakukan management dengan modal (dana) yang dipercayakan padanya. Akuntabilitas, kemudian menjadi objek yang sangat kritis dari fungsi ini. Historical cost accounting menekankan pada dua objek kritis tersebut, yaitu  stewardship  dan accountability . Tujuan penggunaan historical cost menekankan hubungan “kontraktual” yang konservatis antara perusahaan dan pihak yang menyediakan sumber dana, dan membuat management bertanggungjawab atas penggunaan asset dalam operasi  perusahaan, hasil “profit/output” dari operasional tersebut dan dampaknya terhadap nilai tambah ekuitas. Maka income statement   adalah kunci komunikasi yang tepat dari mekanisme ini. Dalam pandangan historical cost accounting   perubahan nilai asset dan kewajiban  pada dasarnya diabaikan, sampai asset tersebut dijual atau dilepaskan atau dihapuskan. Dalam historical cost theory  informasi mengenai nilai sisa bersih dari perusahaan tidak  begitu penting, namun yang terpenting adalah profit.   3 Berdasarkan akuntansi konvensional ‘net worth’ adlaah pengukuran yang tidak tepat relevan pemilik perusahaan hanya ingin mengetahui hasil investasi mereka pad aperuahaan. Maka fungsi akuntansi yang paling pentng adalah bukanlah menunju kkan ‘net worth’  pemilik melainkan menunjukkan profit. B.   Capital and Profit Dalam historical cost system , pencatatan akuntansi harus menjaga nilai capital ( assets dikurangi kewajiban) memiliki nilai yang sama dengan nilai pada periode awal, dimana semua asset dan kewajiban dinilai sesuai dengan nilai saat pembelian.  Income  menunjukkan hasil dari perusahaan selama periode tertentu, expenses  merupakan sumber daya yang dibelanjakan dan  profit   menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam beroperasi.  Income statement   adalah bagian yang paling penting dalam laporan keuangan, dimana menunjukkan hasil dari kegiatan operasional perusahaan. Sedangkan balance sheet dianggap bukan merupakan bagian yang signifikan. FASB menggunakan istilah ‘revenue - expense view’ dan   ‘asset  - liability view’.  Terdapat dua konsep dasar dalam historical cost revenue-expense viewpoint   yaitu ‘ matching of cost  ’   dan ‘ conservatism ’.   C.   Matching Cost Theory Akuntan harus melacak aliran biaya yang keluar, terutama karena biaya yang melekat  pada pendapatan   ‘cost attach’  . Akuntan mencatat setiap transaksi biaya dan men-trasir-nya kepada pendapatan yang diterima dari biaya tersebut. Akuntan memutuskan biaya yang bisa diakui ‘  expired  ’   untuk kemudian dilekatkan ( matching  ) pada pendapatan di income statement, dan biaya yang belum dapat diakui ‘ unexpired’   akan dilaporkan di balance sheet (unmatched assets). Hal ini merupakan konsep ‘ matching cost against revenue’   yang merupakan konsep penting dalam historical cost accounting. D.   Conservatism Biaya harus segera diakui sesegera mungkin, sedangkan pendapatan hanya dapat diakui jika terdapat keyakinan yang tinggi ( ‘high probability’   )  bahwa pendapatan tersebut akan diterima. Konsep konservatis ini menyebabkan perlakuan yang bias antara pengakuan  biaya dibandingkan dengan pengakuan pendapatan. Konsep konservatis lainnya mengatakan peningkatan nilai asset tidak boleh diakui, tapi penurunan nilai harus diakui  –  the lower of cost or market rule . Konsep konversative menggunakan system akuntansi dengan pendekatan transaksi (transaksi dibuktikan adanya kredit atau cash) dan tidak mengakui sebuah kejadian yang tidak dihasilkan dari adanya transaksi (misalnya peningkatan harga).
Related Search

Previous Document

LAT SOAL.docx

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks