materi genetik

Publish in

Documents

5 views

Please download to get full document.

View again

of 15
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
SISI POSITIF REKAYASA GENETIKA PADA HEWAN A. Latar Belakang Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi yang didefinisikan sebagai teknik in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA ke dalam sel atau organel; atau fusi sel di luar keluarga taksonomi; yang dapat menembus rintangan reproduksi dan rekombinasi alami, dan bukan teknik yang digunakan dalam pemuliaan dan seleksi tradisional. Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau
Transcript
  SISI POSITIF REKAYASA GENETIKA PADA HEWANA.   Latar Belakang Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi yang didefinisikansebagai teknik in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA kedalam sel atau organel; atau fusi sel di luar keluarga taksonomi; yang dapat menembus rintanganreproduksi dan rekombinasi alami, dan bukan teknik yang digunakan dalam pemuliaan danseleksi tradisional. Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi ataumelakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru kedalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapatberasal dari organisme apa saja.Bahan pangan hewani merupakan kebutuhan pokok manusia untuk hidup sehat, kreatif,produktif dan cerdas. Menurut Prof. I.K Han (1999) menyatakan adanya kaitan positif antaratingkat konsumsi protein hewani dengan umur harapan hidup (UHH) dan pendapatan perkapita.Delgado et. al (1999) menduga akan terjadi peningkatan produksi dan konsumsi pangan hewanidimasa depan. Di dalam a rtikel “Peternakan 2020: Revolusi Pangan Masa Depan”, mereka menduga bahwa konsumsi daging penduduk dunia akan meningkat dari 233 juta ton (tahun2000) menjadi 300 juta ton (tahun 2020). Konsumsi susu naik dari 568 juta ton menjadi 700 juta,sedangkan konsumsi telur sekitar 55 juta ton. Hal tersebut disebabkan oleh bertambahnya jumlahpenduduk dunia, meningkatnya kesejahteraan hidup dan meningkatnya kesadaran gizimasyarakat dunia.Akan tetapi, peningkatan kebutuhan pangan hewani, ternyata tidak diikuti olehketersediaan pangan hewani secara murah, merata dan terjangkau. Teknologi budidayapeternakan konvensional dan pertumbuhan populasi ternak yang cenderung lambat merupakansalah satu faktor penyebabnya. Oleh karena itu, aplikasi bioteknologi diharapkan dapatmemainkan peranan penting dalam memacu pertumbuhan populasi ternak dan meningkatkanmutu pangan hewani.Menurut Sudrajat (2003) aplikasi bioteknologi peternakan dilakukan pada tiga bidangutama, yaitu bioteknologi reproduksi (inseminasi buatan, transfer embrio dan rekayasa genetik),bioteknologi pakan ternak dan bioteknologi bidang kesehatan hewan. Bioteknologi peternakandapat digunakan mempercepat pembangunan peternakan melalui peningkatan daya reproduksidan mutu genetik ternak, perbaikan kualitas pakan dan kualitas kesehatan ternak   B.   Pembahasan Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secaraterpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia. Biokimiamempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik denganmentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.Ciri utama bioteknologi:1. Adanya Benda biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan2. Adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnianObyek rekayasa genetika mencakup hampir semua golongan organisme, mulai daribakteri, fungi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi, hingga tumbuh-tumbuhan. Bidangkedokteran dan farmasi paling banyak berinvestasi di bidang yang relatif baru ini. Sementara itubidang lain, seperti ilmu pangan, kedokteran hewan, pertanian (termasuk peternakan danperikanan), serta teknik lingkungan juga telah melibatkan ilmu ini untuk mengembangkan bidangmasing-masing.Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi didifinisikan sebagaiteknik in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA ke dalam selatau organel; atau fusi sel di luar keluarga taksonomi; yang dapat menembus rintanganreproduksi dan rekombinasi alami, dan bukan teknik yang digunakan dalam pemuliaan danseleksi tradisional.Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukanperubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam strukturDNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dariorganisme apa saja.Dampak produk rekayasa genetika bagi kesehatan manusia tidak perlu dikhawatirkansepanjang jenis produk yang dilepas ke masyarakat telah memenuhi Protokol Cartagena danterlebih dulu melalui proses pemeriksaan keamanan pangan dan lingkungan. Hal yang seringdikhawatirkan para ilmuwan bioteknologi adalah keikutan gen marker (biasanya gen tahanantibiotika) terselip ke dalam khromosom organisme penerima, sehingga jika makan produk   tersebut kita juga akan memakan zat tahan antibiotika. Tentang hal ini telah ada teknologi untuk menghilangkan gen tersebut agar tidak ikut terselip ke organisme penerima. Di samping itukonsentrasi zat ini tidak tinggi untuk ukuran manusia. Kekhawatiran juga muncul terhadapadanya gene flow yaitu menyebarnya gen baru yang diselipkan pada organisme penerima kepadaorganisme lain yang sejenis di sekitarnya melalui proses penyerbukan atau kawin silang. BIOTEKNOLOGI REPRODUKSI HEWAN  Bioteknologi reproduksi terus berkembang untuk meningkatkan konsistensi dankeamanan produk dari ternak yang berharga secara genetik dan menyelamatkan spesies langka.Bioteknologi reproduksi juga memudahkan antisipasi kemungkinan industri yang mengarah padaproduk dengan sifat-sifat genetik bernilai ekonomis seperti pertumbuhan jaringan otot, produk rendah lemak, dan ketahanan terhadap penyakit. 1. Inseminasi Buatan dan Seksing Sperma Program peningkatan produksi dan kualitas pada ternak berjalan lambat bila 13 prosesreproduksi berjalan secara alamiah. Melalui rekayasa bioteknologi reproduksi, proses reproduksidapat dimaksimalkan antara lain dengan teknologi IB (inseminasi buatan). Tujuan utama dariteknik IB ialah memaksimalkan potensi pejantan berkualitas unggul. Sperma dari satu pejantanberkualitas unggul dapat digunakan untuk beberapa ratus bahkan ribuan betina, meskipun spermatersebut harus dikirim ke suatu tempat yang jauh.Jenis kelamin anak pada ternak yang diprogram IB dapat ditentukan denganmemanfaatkan teknologi seksing sperma X dan sperma Y. Dewasa ini ada dua teknik yangumum dipakai untuk seksing sperma yaitu separasi albumin yang menghasilkan 75 sampai 80persen sperma Y dan filtrasi sephadex yang menghasilkan 70 hingga 75 persen sperma X.Perubahan proporsi sperma X atau Y akan menyebabkan peluang untuk memperoleh anak dengan jenis kelamin yang diharapkan lebih besar. Seleksi gender pada hewan digunakan untuk beberapa tujuan diantaranya:1. memproduksi lebih banyak anak betina dari induk superior untuk meningkatkanproduksi susu, daging dan kulit.2. menghasilkan lebih banyak anak jantan untuk produksi daging dari betina-betina yangtelah diculling.3. mencegah intersex pada kelahiran kembar (khususnya ternak sapi).  2. Transfer Embrio TE (transfer embrio) merupakan teknologi yang memungkinkan induk betina unggulmemproduksi anak dalam jumlah banyak tanpa harus bunting dan melahirkan. TE dapatmengoptimalkan bukan hanya potensi dari jantan saja tetapi potensi betina berkualitas unggul juga dapat dimanfaatkan secara optimal. Pada proses reproduksi alamiah, kemampuan betinauntuk bunting hanya sekali dalam 1 tahun (9 bulan bunting ditambah persiapan untuk buntingberikutnya) dan hanya mampu menghasilkan 1 atau 2 anak bila terjadi kembar. Menggunakanteknologi TE, betina unggul tidak perlu bunting tetapi hanya berfungsi menghasilkan embrioyang untuk selanjutnya bisa ditransfer (dititipkan) pada induk titipan (resipien) dengan kualitasgenetik rata-rata etapi mempunyai kemampuan untuk bunting. 3. Bayi Tabung Kematian bukan lagi merupakan berakhirnya proses untuk melahirkan keturunan. Melaluiteknik bayi tabung, sel telur yang berada di dalam ovarium betina berkualitas unggul sesaatsetelah mati dapat diproses in vitro di luar tubuh sampai tahap embrional. Selanjutnya embriotersebut ditransfer pada resipien sampai dihasilkan anak.Secara alamiah sapi betina berkualitas unggul dapat menghasilkan sekitar tujuh ekor anak selama hidupnya. Jumlah tersebut dapat berkurang atau menjadi nol bila ada gangguan fungsireproduksi atau kematian karena penyakit. Untuk menyelamatkan keturunan dari betinaberkualitas unggul tersebut, embrio dapat diproduksi dengan cara aspirasi sel telur pada hewantersebut selama masih hidup atau sesaat setelah mati. Dari ovarium yang diperoleh di rumahpotong hewan bisa diperoleh sekitar 20 sampai 30 sel telur untuk setiap ternak betina yangdipotong. Sel telur hasil aspirasi tersebut selanjutnya dimatangkan secara in vitro. Sel telur yangsudah matang diproses lebih lanjut untuk dilakukan proses fertilisasi secara in vitro denganmelakukan inkubasi selama lima jam mempergunakan semen beku dari pejantan berkualitasunggul. Sel telur yang dibuahi dikultur kembali untuk perkembangan lebih lanjut. Pada akhirnyaembrio yang diperoleh akan dipanen dan dipndahkan rahim induk betina dan dibiarkan tumbuhsampai lahir. 4. Kriopreservasi Embrio Kriopreservasi merupakan komponen bioteknologi yang memiliki peranan yang sangatbesar dan menentukan kemajuan teknologi transfer embrio. Hal ini dikaitkan dengan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks