Materi persentasi geologi sejarah neogen.docx

Publish in

Documents

264 views

Please download to get full document.

View again

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Hakekat pemetaan geoiogi Hakekat pernetaan geologi adalah menampilkan segala macarn kondisi geologi yang ada di lapangan (yang bersifat tiga dimensionil) ke dalam peta (yang bersifat dua dimensionil). Gejala geologi yang nampak di lapangan terutama adalah batuan, urutan batuan, struktur batuan serta bangun bentang alam yang dibangun oleh batuan tersebut. Gejala dan proses geologi saat diteliti : Gejala dan proses geologi apa saja yang ada dan terjadi atau masih berlangsung di wilayah tersebu
Transcript
  Hakekat pemetaan geoiogi Hakekat pernetaan geologi adalah menampilkan segala macarn kondisi geologi yang ada di lapangan (yang bersifat tiga dimensionil) ke dalam peta (yang bersifat dua dimensionil). Gejala geologi yang nampak di lapangan terutama adalah batuan, urutan batuan, struktur batuan serta bangun bentang alam yang dibangun oleh batuan tersebut. Gejala dan proses geologi saat diteliti : Gejala dan proses geologi apa saja yang ada dan terjadi atau masih berlangsung di wilayah tersebut pada waktu evaluasi dilakukan. Apakah daerah tersebut masih dalam proses terbentuk, misalnya daerah bantaran sungai, delta, ataukah daerah tersebut telah tererosi sehingga terbentuk lembah-lembah curam, gua di bawah tanah dsb . Apakah ada kegunungapian akfif, kegempaan aktif, banjir musiman. Apakah daerah tersusun oleh batuan yang homogen, heterogen atau kompleks dan apakah di daerah tersebut terdapat rekahan, sesar, lipatan. b. Gejala dan proses geologi di masa lalu : Gejala dan proses geologi apa saja yang pernah ada dan pernah terjadi di wilayah tersebut sepanjang waktu geologi, semenjak waktu pernbentukan batuan yang tertua di daerah tersebut hingga saat evaluasi dilakukan. Misalnya saja apakah daerah tersebut pernah menjadi laut, laut dalam atau dangkal, proses pengendapan apa yang terjadi. Pernahkah terjadi genanglaut atau susutlaut. Berapa kali peristiwa tektonik bekerja di daerah tersebut, apakah tektonik yang pernah ada bersifat regangan atau tekanan atau berulang dan berganti-ganti. Apakah pernah terjadi kegiatan magma atau kegiatan kegunungapian ditempat itu. Apakah pernah terjadi pengangkatan dan erosi, berapa kali dan apa yang terlibat. Kapan terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut. Neogen adalah suatu periode bagian dari era Kenozoikum pada skala waktu geologi yang dimulai sejak23.03 ± 0.05 juta tahun yang lalu, melanjutkan periode Paleogen. Berdasarkan proposal terakhir dariInternational Commission on Stratigraphy, Neogen terdiri dari kala Miosen, Pliosen, Pleistosen, dan Holosendan berlangsung hingga saat ini. Sistem Neogen (formal) dan Sistem Tersier (nonformal) merupakan istilahuntuk batuan yang terbentuk pada periode ini. Neogen berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama periode ini, mamalia dan burungberevolusi dengan pesat; genus Homo juga mulai muncul pada periode ini. Bentuk kehidupan lain relatif tidakberubah. Terjadi beberapa gerakan benua, dengan peristiwa yang paling penting adalah terhubungnya AmerikaUtara dan Selatan pada akhir Pliosen. Iklim mendingin sepanjang periode ini yang memuncak pada glasiasikontinental pada sub-era Kuarter (atau kadang disebut juga periode pada beberapa skala waktu). Pada jamanNeogen konfigurasi bumi sudah mirip dengan sekarang, termasuk IndonesiaCiri-ciri endapannya, diantaranya : 1.berkembangnya terumbu-terumbu karbonat yang masif pada Miosen Atas yang hampir ekivalen secara umurdengan karbonat Parigi akibat pembukaan dan penenggelaman cekungan-cekungan  2.terendapkan sesudah Regresi 3.transgresi marin pada kawasan yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal danperselingan sekuen batugamping 4.kadar abu dan belerang yang rendah NEOGEN Neogen adalah suatu periode bagian dari era Kenozoikum pada skala waktu geologi yang dimulai sejak 23.03 ± 0.05 juta tahun yang lalu, melanjutkan periode Paleogen. Berdasarkan proposal terakhir dari International Commission on Stratigraphy, Neogen terdiri dari kala Miosen, Pliosen, Pleistosen, dan Holosen dan berlangsung hingga saat ini. Sistem Neogen (formal) dan Sistem Tersier (nonformal) merupakan istilah untuk batuan yang terbentuk pada periode ini. Neogen berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama periode ini, mamalia dan burung berevolusi dengan pesat; genus Homo juga mulai muncul pada periode ini. Bentuk kehidupan lain relatif tidak berubah. Terjadi beberapa gerakan benua, dengan peristiwa yang paling penting adalah terhubungnya Amerika Utara dan Selatan pada akhir Pliosen. Iklim mendingin sepanjang periode ini yang memuncak pada glasiasi kontinental pada sub-era Kuarter (atau kadang disebut juga periode pada beberapa skala waktu). PALEOGEN Paleogen adalah periode dalam skala waktu geologi yang merupakan bagian pertama dari era Kenozoikum dan berlangsung selama 42 juta tahun antara 65,5 ± 0,3 hingga 23,03 ± 0,05 juta tahun yang lalu. Periode ini terdiri dari kala Paleosen, Eosen, dan Oligosen, dan dilanjutkan oleh kala Miosen pada periode Neogen. Paleogen merupakan saat pertama berkembangnya mamalia dari jumlah yang sedikit dan bentuk yang sederhana, hingga membengkak menjadi beragam jenis pada akhir kepunahan massal yang mengakhiri periode Kapur (era Mesozoikum) sebelumnya. Beberapa mamalia ini akan berevolusi menjadi bentuk yang lebih besar yang mendominasi daratan, dan ada pula yang berevolusi menjadi mampu hidup di lingkungan lautan, daratan khusus, dan bahkan di udara. Burung juga berkembang pesat pada periode ini menjadi kurang lebih bentuk modern yang dikenal saat ini. Cabang kehidupan lain di bumi bertahan relatif tidak berubah dibandingkan dengan perubahan yang dialami burung dan mamalia pada periode ini. Iklim menjadi lebih dingin sepanjang Paleogen dan batas laut menyurut di Amerika Utara di awal periode ini.  2. Sebutkan ciri-ciri endapan paleogen dan neogen di Indonesia! PALEOGEN Ciri  –  cirri endapan diantaranya : 1. Penyebaran terbatas (oleh graben) 2. Pengendapan bersamaan dengan aktivitas tektonik 3. Ketebalan bervariasi dan banyak lapisan 4. Selalu berkaitan dengan busur vulkanik 5. Hampir semua Autochton 6. Endapan tersusun oleh matriks lempung dan bongkah-bongkah batugamping numulit, batupasir kasar - sangat kasar, serta konglomerat. 7. diendapkan sedimen-sedimen regresif cekungan sedang mengalami pengangkatan dan inversi. 8. Pengendapan sebelum transgresi NEOGEN Ciri-ciri endapannya, diantaranya : 1. berkembangnya terumbu-terumbu karbonat yang masif pada Miosen Atas yang hampir ekivalen secara umur dengan karbonat Parigi akibat pembukaan dan penenggelaman cekungan-cekungan 2. terendapkan sesudah Regresi 3. transgresi marin pada kawasan yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuen batugamping 4. kadar abu dan belerang yang rendah 3. Berikan contoh nama cekungan beserta nama tempatnya! PALEOGEN 1. Cekungan Kutai Atas yang membentang di sepanjang timur tepian benua (continental margin) Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. 2. Cekungan Barito terletak di Kalimantan Selatan berumur Eosen. 3. Cekungan Asam-asam terletak di Kalimantan Timur.  4. Cekungan Pasir terletak di Kalimantan Selatan. 5. Cekungan Melawi dan Ketungau terletak di Kalimantan Barat 6. Cekungan Tarakan terletak di Kalimantan Timur 7. Cekungan Ombilin terletak di Sumatera Barat 8. Cekungan Sumatra Tengah terletak di Riau. NEOGEN 1. Cekungan Sumatera Selatan terletak di Sumatera Selatan. 2. Cekungan Kutai Bawah terletak di Kalimantan Timur 3. Cekungan Bengkulu adalah salah satu cekungan forearc (cekungan yang berposisi di depan  jalur volkanik) di Indonesia yang berumur Miosen tengah terletak di Bengkulu. Cekungan busur belakang di timur Sumatera dan utara Jawa merupakan lapangan-lapangan minyak paling poduktif. Pematangan minyak sangat didukung oleh adanya heat flow dari  proses penurunan cekungan dan pembebanan. Proses itu diperkuat oleh gaya-gaya kompresi telah menjadikan berbagai batuan sedimen berumur Paleogen menjadi perangkap struktur sebagai tempat akumulasi hidrokarbon (Barber, 1985). Secara lebih rinci, perkembangan sistem cekungan dan perangkap minyak bumi yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh tatanan struktur geologi lokal. Sebagai contoh, struktur pull apart basin menentukan perkembangan sistem cekungan Sumatera Utara (Davies, 1984). Perulangan gaya kompresif dan ekstensional dari proses peregangan berarah utara-selatan mempengaruhi pola pembentukan antiklinorium dan cekungan Palembang yang berarah N300oE (Pulunggono, 1986). Demikian pula pola sebaran cekungan Laut Jawa sebelah selatan sangat dipengaruhi oleh  pola struktur berarah timur-barat (Brandsen & Mattew, 1992), sedang pola cekungan di Laut Jawa bagian barat-laut berarah berarah timur-laut  –   baratdaya, sedang pola cekungan di timur-laut berarah barat-laut  –   tenggara. Cekungan Kutai dan Tarakan merupakan cekungan intra kraton (intracratonic basin) di Indonesia. Pembentukan cekungan terjadi selama Neogen ketika terjadi proses penurunan cekungan dan sedimentasi yang bersifat transgresif, dan dilanjutkan bersifat regresif di Miosen Tengah (Barber, 1985). Pola-pola ini menjadiken  pembentukan delta berjalan efektif sebagai pembentuk perangkap minyak bumi maupun  batubara.

Previous Document

Parasitologi

Next Document

Dokter kecil

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks