mx obat antikoles.docx

Publish in

Documents

94 views

Please download to get full document.

View again

of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
 HMG CoA Reductase Inhibitors (Statin) ; lovastatin, pravastatin, simvastatin, fluvastatin, atorvastatin Mekanisme kerja : Statin menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl koenzim A (HMG-CoA) reduktase, mengganggu konversi HMG-CoA ke mevalonate, yang merupakan tahap yang menentukan dalam biosintesis kolesterol de-novo. Pengurangan sintesis LDL dan peningkatan katabolisme LDL melalui mekanisme receptor-dependet. Bile acid sequestrants ; cholestyramine, colestipol, colesevelam Me
Transcript
       HMG CoA  Reductase Inhibitors (Statin) ; lovastatin, pravastatin, simvastatin, fluvastatin, atorvastatin Mekanisme kerja : Statin menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl koenzim A (HMG-CoA) reduktase, mengganggu konversi HMG-CoA ke mevalonate, yang merupakan tahap yang menentukan dalam biosintesis kolesterol de-novo . Pengurangan sintesis LDL dan  peningkatan katabolisme LDL melalui mekanisme receptor-dependet.    Bile acid sequestrants ; cholestyramine, colestipol, colesevelam Mekanisme kerja : mengikat asam empedu di usus melalui pertukaran anion, ikatan ini mengurangi resirkulasi enterohepatic dari asam empedu, yang melepaskan  feedback regulasi dalam konversi kolesterol menjadi asam empedu di hati. Hasil penurunan pada kolesterol hepatocyte akan meningkatkan reseptor LDL, yang nantinya akan menurunkan konsentrasi LDL dalam plasma. Resin Pengikat Asam Empedu Termasuk golongan ini adalah Kolesteramin dan Kolestipol. Mekanisme kerja : obat ini merupakan resin (damar) penukar ion yang bersifat basa, yang mempunyai afinitas tinggi terhadap asam empedu. Asam empedu akan diikat oleh resin ini, membentuk senyawa yang tidak larut dan tak dapat direabsorbsi untuk selanjutnya diekskresi melalui feses. Dengan demikian ekskresi asam empedu yang biasanya sedikit akibat  peredaran darah enterohepatik, dapat ditingkatkan hampir 10 kalinya. Kekurangan asam empedu didapat dari sintesis baru dari kolesterol (yang terdapat dalam LDL), dengan demikian kadar LDL plasma menurun. Penggunaan : obat ini (yang biasa dikombinasi dengan diet atau niasin) adalah obat-obat  pilihan dalam mengobati hiperlipidemia tipe IIa dan IIb. Efek samping : B. Mekanisme terbentuknya Hiperlipidemia  Dalam keadaan normal konsumsi lemak (  fat  ) sekitar 80-120 g/hari. Lemak ini akan dihidrolisis oleh enzim lipase dari pankreas, diserap oleh sel mukosa usus halus dan disekresikan ke dalam saluran limfe mesenterikus dalam bentuk kilomikron. Kemudian  kandungan trigliserida (TG) - kilomikron ini dihidrolisis menjadi asam lemak, gliserol dan kolesterol dengan perantaraan enzim lipoprotein lipase (LPL) yang terdapat pada permukaan endotel kapiler, sehingga menjadi kilomikron remnan. Karena permukaan kilomikron remnan ini mengandung apo B-48 dan apo E yang mempunyai affmitas tinggi dengan reseptor membran hepatosit, maka kilomikron ini akan terikat dengan hepatosit, mengalami internalisasi dan degradasi oleh enzim lisosom dengan melepaskan kandungan kolesterolnya ke dalam hepatosit. VLDL berfungsi mengangkut TG dan sejumlah kolesterol (sintesa de novo) yang dilepaskan oleh hepatosit dan masuk sirkulasi. Kandungan TGnya juga mengalami degradasi oleh LPL dan dilepaskan ke jaringan tepi sehingga VLDL berubah menjadi VLDL remnan ( VLDL) atau IDL. Permukaan IDL ini mengandung apo B-100 dan apo E yang juga beraffinitas tinggi dengan hepatosit. Tetapi hanya sedikit sekali IDL yang mengalami internalisasi, sebagian besar diubah menjadi LDL dan tetap beredar dalam sirkulasi. Dalam keadaan normal VLDL ini beredar dalam darah dengan kadar yang rendah, namun pada kelainan kandungan apeE-nya, kadarnya dapat meningkat dan bersifat aterogenik (tipe III hiperlipoproteinemia). LDL sendiri tetap mengandung banyak kolesterol dan apo B-100 yang beraffmitas tinggi dengan reseptor LDL jaringan hepar dan diluar hepar, dan melepaskan kolesterolnya ke jaring-an tadi. Karena bersihan LDL ini berjalan lambat, maka sebagian besar kolesterol yang beredar terikat dalam LDL ini. Pada keadaan kekurangan reseptor LDL akan timbul kelainan tipe IIa hiper-lipoproteinemia yang bersifat aterogenik; selain itu prekursor HDL dibentuk oleh hepatosit dan menjadi matang selama memasuki sirkulasi dengan menarik kolesterol dan kelengkapan apoprotein (C-2). Apo C-2 inilah yang menyebabkan pecahnya kandungan TG kilomikron dan VLDL dalam hepatosit oleh LPL. Subpopulasi HDL (HDL2) berfungsi mengangkut kolesterol jaringan tepi(terutama dari dinding uteri) kembali ke hepar, sehingga lipoprotein ini berguna untuk mencegah timbulnya PJK. Individu dengan kadar HDL tinggi mempunyai korelasi positif terhindar PJK Ketidakseimbangan antara produksi lipoprotein yang dilepas oleh jaringan tertentu dengan  bersihan lipoprotein itu sendiri dari plasma akan menimbulkan hiperlipoproteinemia dengan manifestasi klinik tertentu . Sifat aterogenik LDL dan VLDL telah banyak dibuktikan. Peninggian kadar salah satu atau keduanya mempunyai korelasi positif menyebabkan aterosklerosis. Kadar LDL meninggi karena adanya defisiensi reseptor LDL pada hepatosit atau membran sel jaringan lainnya, sehingga apo B-100 LDL tidak dapat terikat pada sel jaringan tadi dan tetap bebas  beredar dalam plasma. Pada keadaan normal genesis reseptor LDL ini diatur oleh langsung  kadar kolesterol. Apabila kadar kolesterol meninggi, hal ini akan menghambat transkripsi messenger RNA (m-RNA) yang akan membentuk reseptor LDL, demikian pula sebaliknya keadaan inilah yang disebut dengan hiperlipidemia. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi langsung kadar lipoprotein adalah : 1)Diet : kalori total perhari, jumlah kalori dari lemak, asupan kolesterol. 2)Antropometrik : ratio berat - tinggi badan (obesitas). 3)Kebiasaan merokok, kurang gerak, asupan alkohol. 4)Ras 5)Genetika 6)Seks : kadar estrogen (endogen/eksogen). 7)Penyakit lain : diabetes mellitus, hipotiroidea, uremia, sin- droma nefrotik Defenisi  Hiperlipidemia merupakan abnormalitas kadar kolesterol dalam darah yang terdiri dari peningkatan kadar koleserol total, LDL (  Low Density Lipoprotein ), trigliserida,  penurunan kadar HDL (  High Densiy Lippoprotein ) atau kombinasi dari abnormalitas tersebut. Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi, yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh (Dipiro, 2008) Patofisiologi  Peningkatan kadar LDL dalam darah dapat terjadi akibat kelainan genetik sehingga LDL reseptor tidak dapat mendegradasi jumlah LDL dalam darah. Selain itu dapat terjadi akibat konsumsi makanan berkolesterol dan mengandung asam lemak jenuh yang mengakibatkan pengurangan aktivitas LDL-reseptor, peningkatan kecepatan produksi LDL dan peningkatan kadar LDL dalam darah (Dipiro, 2008).   LDL merupakan kolesterol utama transport lipoprotein yang memiliki apolipoprotein B-100. Secara umum, LDL diperoleh dari katabolisme VLDL dan sintesis seluler. Pada saat seseorang yang normal mengkonsumsi makanan rendah lemak, sebagian besar kolesterol akan disintesis dan digunakan dalam organ extrahepatic dan sebagiannya akan dibawa oleh  LDL ke hati untuk dikatabolisme. LDL dikatabolisme melalui interaksi pada reseptor  permukaan sel yang ditemukan di hati, adrenal, dan sel peripheral (termasuk fibroblast dan sel otot polos). Sel-sel ini mengenali apolipoprotein B-100 pada LDL, kemudian akan didegradasi. Pada orang yang normal, sekitar 70 % dari LDL akan dikatabolisme melalui mekanisme receptor-dependet  , namun hal ini berkaitan dengan ketersediaan dan jenis lemak  jenuh dari sumber makanan. Mengkonsumsi kolesterol dan asam lemak jenuh yang tinggi dapat mengurangi aktivitas reseptor LDL, meningkatkan produksi LDL, dan meningkatkan konsentrasi LDL dalam plasma. Meningkatnya kolesterol intaselular sebagai akibat dari katabolisme LDL menghambat aktivitas 3-hydroxy-3-methylglutaryl koenzim A (HMG-CoA) reduktase, sehingga mengurangi jumlah enzim yang berperan dalam biosintesis kolesterol intraselular. Selain itu dengan meningkatnya kolesterol intraselular termasuk didalamnya adalah berkurangnya sintesis reseptor LDL sehingga terbatasnya pengambilan kolesterol dalam plasma, dan terjadi percepatan aktivitas acylcoenzyme A : cholesterol acyltransferase  (ACAT) yang dapat memfasilatasi penyimpanan kolesterol dalam sel (Dipiro, 2008). MEKANISME DAN OBAT-OBAT ANTIHIPERLIPIDEMIK Obat-obat antihiperlipidemik (hipolipidemika) adalah golongan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar lipida darah yang melebihi ambang batas normal. Lipida darah (lipid  plasma) terdiri dari lemak-lemak netral (trigliserida),   kolesterol (kolesterin)  dan  fosfolipida . Karena lipid tidak larut dalam air, zat tersebut dibawa dalam plasma dari jaringan ke jaringan dengan cara terikat pada protein. Lipid yang terikat dengan protein plasma ini disebut lipoprotein . Lipoprotein dikelompokan menjadi 4. 1.   Khilomikron 2.   Lipoprotein kerapatan (densitas) sangat rendah (VLDL = Very Low Density  Lipoprotein ), disebut juga pre-  -lipoprotein. 3.   Lipoprotein kerapatan rendah (LDL =  Low Density Lipoprotein ), disebut juga  -lipoprotein. 4.   Lipoprotein kerapatan tinggi (HDL =  Hight Density Lipoprotein ), disebut juga  -lipoprotein. HDL memiliki prosentase protein lebih banyak dan prosentase lipid lebih sedikit. Fungsinya adalah untuk menghilangkan kolesterol yang tertimbun dari aliran darah dan membawanya ke hati. Karena itu HDL dikatakan mempunyai kerja melindungi terhadap aterosklerosis  (pengerasan, hilangnya elastisitas serta penyempitan lumen pembuluh arteri), sehingga HDL disebut kolesterol “baik”. Ketiga lipoprotein yang lain (Khilomikron, VLDL dan LDL) terutama terdiri dari kolesterol dan trigliserida dan membantu terjadinya ateroskelosis. Ketiganya biasa disebut juga kolesterol “jahat”.  Tabel berikut menyajikan klasifikasi lipoprotein dan komposisinya.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks