Orang yang punya kebiasaan sering selfie akan berdampak pada gangguan psikologisnya.docx

Publish in

Documents

28 views

Please download to get full document.

View again

of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Orang yang punya kebiasaan sering selfie akan berdampak pada gangguan psikologisnya. Mereka akan punya obsesi berlebih disbanding manusia lain. Semakin sering mekakuan selfie, maka semakin besar pula obsesi kamu untuk selalu tampil sempurna dan mengesankan di depan orang lain. Seorang psikolog bernama Jill Weber mengungkapkan bahwa di sisi lain selfie membuat harga diri kamu mulai terikat untuk menjadi komentar tiap orang dan “Like” yang kamu dapatkan ketika mem-posting foto selfie kamu. Ini ya
Transcript
  Orang yang punya kebiasaan sering selfie akan berdampak pada gangguan psikologisnya. Mereka akan punya obsesi berlebih disbanding manusia lain. Semakin sering mekakuan selfie, maka semakin besar pula obsesi kamu untuk selalu tampil sempurna dan mengesankan di depan orang lain. Seorang psikolog bernama Jill Weber mengungkapkan bahwa di sisi lain selfie membuat harga diri kamu mulai terikat untuk menjadi komentar tiap orang dan   “Like”  yang kamu dapatkan ketika mem-posting foto selfie kamu. Ini yang mengakibatkan kamu ingin ta Berfoto Selfie Berbahaya Bagi Kesehatan Mental - Selfie, kata ini semakin populer saat ini. Tidak sedikit juga para artis, pejabat dokter dan semua berbagai lapisan masyarakat senang dengan yang namanya foto selfie . Tetapi tahukah anda, jika hal ini diteruskan dan menjadi kebiasaan ternyata bisa mengakibatkan gangguan kesehatan mental. Selfie adalah memfoto diri sendiri dan kemudian untuk diunggah dan dipajang pada akun sosial media baik itu facebook ataupun twitter. Sebelumnya  juga saya sudah membahas mengenai Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Mental    Disadur dari BBC, ternyata jika kita sering melakukan selfie dan melakukan hal ini berulang-ulang dalam waktu yang lama kemudian bisa dipastikan kita juga akan sering browsing dan melihat foto selfie orang lain bisa membuat dirinya merasa tidak aman dan nyaman. Kenapa hal ini terjadi ? Perasaan tidak aman terhadap tubuhnya sendiri ini karena terlalu sering diekspos di media sosial membuat kesehatan mental  terganggu. Sering Foto Selfie Bisa Ganggu Kesehatan Mental Dari hasil penelitian oleh University of Strathclyde, Ohio University dan University of Iowa disebutkan bahwa rata-rata wanita yang suka berfoto selfie dang diunggah ke media sosial, dirinya merasa dipandang negatif. Survei yang dilakukan dari 881 responden mahasiswi Amerika Serikat dan tanya  jawab mengenai seberapa seringnya menggunakan media sosial, jadwal pola makan, dan juga  olahraga. Mengenai ada atau tidaknya antara hubungan sering menggungah foto selfie dan gangguan pola makan ternyata tidak temukan hubungannya. Namun yang ditemukan justru adanya foto selfie berhubungan erat dengan masalah kesehatan mental yaitu suka membandingkan negatif citra tubuh seseorang. Ketika mereka lebih sering habiskan waktu buat melihat foto teman di media sosial, biasanya dia akan bandingkan juga dengan tubuh sendiri. Dan ini bisa menjadikan mereka berasa berpikir negatif pada penampilan diri sendiri. Ketika citra tubuh yang merupakan identitas diri seseorang terutama masalah fisik seperti kecantikan, berat badan, tubuh yang ideal dan lain sebagainya dan membandingkannya dengan foto teman kita di sosial media hal ini akan mengakibatkan mental    seseorang tersebut merasa iri hati, minder, dan tidak percaya diri. Terutama bagi yang masih muda belia, merekan akan membandingkan foto mereka dengan foto temannya lalu ketika kondisi foto diri sendiri ini kurang baik dan membandingkannya dengan teman lain, dia akan merasa sangat bersalah dengan kondisi tubuhnya ini. Nah ketika kondisi kejiwaan ini terjadi maka akibat yang ditimbulkan a dalah tejadi  gangguan mental akibat foto selfie .  Maraknya jejaring sosial yang ditunjang dengan   kehadiran ponsel cerdas memunculkan sejumlah kegemaran baru bagi banyak kalangan, sebut saja istilah selfie. Mengunggah foto bersama rekan atau foto diri sendiri setiap jam atau bahkan setiap saat kini semakin marak. Kebiasaan ini memang terbilang cukup wajar karena mengabadikan sebuah momen-momen bersejarah. Bahkan berselfie ria bukanlah sebuah tindak kejahatan, namun nyatanya dari sudut pandang kesehatan selfie ternyata bisa membawa gangguan yang cukup berbahaya. Mungkin saja di lingkungan Anda, Anda memiliki satu atau dua orang rekan yang hobi berselfie ria, atau mungkin Anda sendiri. Tapi faktanya dalam dunia kesehatan kegemaran baru yang kini marak di  banyak kalangan dunia bisa menimbulkan gangguan. Bahaya selfie bagi kesehatan memang tidak  Nampak secara signifikan, karena tidak ada gangguan yang Nampak. Tapi nyatanya selfie sangat  punya potensi yang berbahaya pada gangguan mental, benarkah? Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh sejumlah pakar psikologis menyatakan jika, gemar melakukan selfie memang Nampak wajar dan tidak berbahaya. Namun dari hasil penelitian orang-orang yang gemar memotret dirinya sendiri dan mengunggah fotonya di akun jejaring sosial harus mengkhawatirkan gangguan mental yang berbahaya. Bahkan faktanya gangguan mental tersebut bisa menyebabkan mereka berada dalam kondisi berbahaya. Bukan berarti mendapat ancaman dari orang lain tapi mereka memiliki potensi besar untuk melakukan bunuh diri. Bahaya tersebut dipicu dengan  rasa ketidakpuasan atas penampilannya, karena faktanya orang-orang yang sangat hobi berselfie ria itu cenderung memiliki obsesi yang sangat besar akan kesempurnaan penampilannya. Obsesi inilah yang menimbulkan bahaya jika terus dilakukan dengan intens dan dalam jangka waktu yang lama. Tidak hanya kecanduan, bahaya yang muncul dari obsesi tersebut adalah rasa percaya diri yang terbangun dengan kepalsuan. Bahaya ini pun diperkuat dengan pernyataan dr. David Veal yang menyebut jika obsesi berlebihan tersebut merupakan sebuah gangguan yang sangat serius dari kesehatan mental seseorang yang punya potensi bunuh diri yang sangat tinggi. Salah satu kasus yang  pernah ia tangani adalah seorang remaja asal Inggris yang di diagnosa mengalami gangguan obsesif kompulsif. Gangguan kesehatan mental yang dialaminya merupakan konsisi yang sangat sangat kronis. 367 SHARES   Bagikan ke FacebookBagikan ke Twitter      * * * * * Update Terbaru:  Anda kesulitan memikat wanita? Atau Anda kesulitan memegang kendali sebagai  pria dalam hubungan percintaan Anda?  Ketahui kelemahan psikologis wanita yang bisa membuat mereka melakukan APAP   
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks