Pemberdayaan.docx

Publish in

Documents

54 views

Please download to get full document.

View again

of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
1. Peningkatan mutu dan kuantitas pendidikan formal dan non formal Peningkatan pendidikan merupakan suatu usaha untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan masyarakat sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan. Pendidikan 4 tidak selalu harus bernuansa formal, tetapi dapat juga dituangkan sebagai pendekatan pendidikan non formal. Misalnya melalui pelatihan , praktek lapangan, magang, studi banding, dll) 2. Peningkatan mutu dan frekuensi penyuluhan Penyuluhan adalah salah satu dari cont
Transcript
  1. Peningkatan mutu dan kuantitas pendidikan formal dan non formal Peningkatan pendidikan merupakan suatu usaha untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan masyarakat sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan. Pendidikan 4 tidak selalu harus bernuansa formal, tetapi dapat juga dituangkan sebagai pendekatan pendidikan non formal. Misalnya melalui pelatihan , praktek lapangan, magang, studi banding, dll) 2. Peningkatan mutu dan frekuensi penyuluhan Penyuluhan adalah salah satu dari contoh pendidikan non formal yang pembahasan materinya sangat fleksibel (disesuaikan dengan kebutuhan sasaran), penyuluhan diterapkan dengan sistem pendidikan orang dewasa dengan sasarannya adalah orang-orang yang sudah mempunyai banyak pengalaman di bidangnya . 3. Kegiatan Pendampingan Untuk membantu masyarakat menemukan potensi diri untuk menanggulangi masalah yang dihadapi. Pendampingan masyarakat konsepnya adalah menjembatani masyarakat untuk lebih akses terhadap berbagai kebutuhan baik yang bersifat materil maupin non materil. Tenaga Pendamping berperan sebagai fasilitator untuk menstimuli pensolusian masalah dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat. Tenaga Pendamping juga memfasilitasi untuk mendekatkan masyarakat kepada berbagai akses misalnya akses informasi, akses pemodalan, hukum, undang-undang dan berbagai fasilitas yang memang diperuntukkan guna pengembangan usaha produktif masyarakat. 4. Penyebaran informasi Kurangnya akses informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat disebabkan oleh 2 (dua) permasalahan pokok. Pertama karena informasi yang masih bersifat eksklusif (dengan sengaja informasi tidak tersebar kepada umum, kecuali dengan korbanan tertentu misalnya informasi yang ada di internet, informasi yang ada di PDBI (Pusat Data Bisnis Indonesia), informasi yang ada di berbagai lembaga pemerintah yang tidak disebarluaskan. Tidak aksesnya masyarakat terhadap informasi jenis ini perlu dibantu oleh pemerintah dengan lebih mensosialisasikan informasi “mahal” tersebut  kepada masyarakat misalnya melalui brosur, terbitan berkala, radio dan televisi. Informasi dimaksud contohnya berkaitan dengan produk unggulan, sumber-sumber bahan baku, dan informasi pemasaran. Kedua adalah kelemahan masyarakat sendiri 5 dalam mengakses informasi yang sebenarnya sudah tersedia di lingkungan mereka. Hal ini dapat disebabkan oleh motivasi masyarakat yang rendah untuk mengakses informasi tersebut atau keterbatasan masyarakat karena buta huruf. Dalam kasus kedua ini pemberdayaan dapat diupayakan dengan kampanye pentingnya informasi bagi masyarakat. 5. Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Kelembagaan masyarakat desa yang selama ini dijadikan sarana pemberdayaan petani adalah koperasi/KUD dan kelompoktani (Poktan). Akan tetapi, upaya pemberdayaan terhadap dua lembaga ini tak pernah tuntas dilakukan. Karena itu, menjadi wajar jika pemberdayaan petani juga berlangsung setengah hati. Padahal, secara stastistik petani atau penduduk desa merupakan kelompok masyarakat terbesar. Di lain pihak kita juga sadar bahwa selama ini pemerintah menggantungkan harapan pemenuhan ketersediaan pangan nasional di tangan dan di pundak para petani tersebut. Harapan ini menjadi termunculkan ketika badai krisis ekonomi yang mempurukkan konglomerat agung ternyata masih dapat diatasi oleh petani. Bukankah hanya pertanian yang masih memiliki reit pertumbuhan positif (walau relatih kecil) dibandingkan sektor ekonomi lain yang negatif dan nyaris mati. a. Penumbuhan kelompok produksi masyarakat Pembentukan kelompok dimaksudkan untuk menggabungkan potensi ekonomi dan berbagai sumberdaya masyarakat yang akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai fasilitas untuk pengembangan kegiatan produktif masyarakat. Pembentukan kelompok juga ditujukan untuk meningkatkan “ b a r g a i n i n g p o s i t i o n ” dalam berbagai kepentingan misalnya untuk efisiensi produksi dan meningkatkan daya pemasaran produk. b. Pemberdayaan Koperasi Pemberdayaan kelembagaan koperasi dapat dilakukan dengan mengembangkan  dan menguatkan koperasi-koperasi yang sudah ada atau menumbuhkan yang belum ada tetapi potensial untuk dimunculkan (contohnya; pengembangan kelompoktani menjadi koperasitani) 2. Menumbuhkan Koperasi Penumbuhan koperasi dapat dilakukan dengan memperhatikan kelompok kelompok yang telah eksis di masyarakat, contoh konkritnya adalah kelompoktani (termasuk kelompok wanitatani) yang kini telah difasilitasi menjadi koperasitani (KOPTAN). Akan tetapi realisasinya acap masih tersendat dengan BIROKRASI, Contohnya, izin pendirian yang masih lama, walaupun sudah ada peraturan tentang hal ini. Jelas ada oknum, tetapi hal ini harus disadari dan direformasi untuk kemajuan koperasi sebagai landasan ekonomi rakyat di Indonesia. 6. Penggalangan kemitraan dengan pihak luar Pemberdayaan masyarakat melalui upaya kemitraan dapat berlangsung dengan mempertemukan kesesuaian usaha antara pengusaha besar dengan usaha-usaha yang berkembang di masyarakat. Bidang usaha yang dapat dikembangkan melalui kemitraan meliputi bermacam pola kerjasama, misalnya penyediaan bahan baku, bahan setengah jadi, atau bahan jadi yang dipasarkan secara masal oleh Bapak angkat. Penggalangan kemitraan juga sangat membutuhkan kehadiran Tenaga Pendamping, karena antara pengusaha besar (bapak angkat) dengan pengusaha kecil (masyarakat) terdapat berbagai ketimpangan misalnya pengetahuan, permodalan, skill, manajemen, dll. Tenaga Pendamping dibutuhkan untuk menjembatani berbagai perbedaaan antara kedua pemitra tersebut. 7 Pemberdayaan kelembagaan asli masyarakat yang terbukti masih eksis 8. Memperbanyak temuan-temuan teknologi tepat guna dalam berbagai aspek 9. Penyediaan dan perbaikan sarana dan prasarana penunjang kehidupan masyarakat sesuai peranan yang ada dimasyarakat tersebut., misalnya perbaikan saluran irigasi untuk petani, bimbingan teknologi baru untuk para pengrajin  makanan tradisional dan sebagainya. Kebijakan Pembangunan Daerah Tertinggal Pembinaan terhadap kelembagaan ekonomi masyarakat di daerah tertinggal, seperti koperasi, usaha kecil dan menengah serta usaha mikro lainnya, harus dikembangkan guna terwujudnya struktur perekonomian yang kuat dengan didukung oleh ekonomi rakyat yang tangguh. Untuk mendukung mengembangkan perekonomian daerah yang berbasis kerakyatan, dibutuhkan dukungan kebijakan dalam bentuk: 1) memberikan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, serta perubahan struktur masyarakat dengan pengembangan perencanaan pembangunan yang komprehensif/partisipatif, demokratis, aspiratif dan transparan; 2) melakukan restrukturisasi dan redistribusi kepemilikan asset produktif kepada masyarakat pedesaan dengan memakai standar skala ekonomi keluarga sejahtera (3 ha/KK); 3) melakukan optimalisasi peran dan fungsi seluruh perusahaan agribisnis dan forestry (dengan Peraturan Daerah) sebagai investor di pedesaan untuk melakukan reinvestasi melalui kemitraan pola perusahaan patungan bersama pemerintah dan masyarakat pedesaan dalam membangun sistem perekonomian pedesaan; 4) mengembangkan usaha kecil, menengah, koperasi dan usaha mikro lainnya dengan cara peningkatan dan pengembangan keterkaitan dan kemitraan usaha yang saling menguntungkan dan saling membutuhkan: 5) mengembangkan bidang-bidang yang mempunyai keterkaitan dengan pengembangan bidang-bidang lainnya yaitu bidang industri, pertanian dalam arti luas, bidang transportasi, perdagangan, pariwisata serta bidang kelautan yang cukup strategis sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki daerah; 6) meningkatkan upaya pembangunan infrastruktur terutama perhubungan darat, laut dan udara untuk meningkatkan aksesibilitas dan kelancaran lalu lintas orang dan barang; 7) mendorong upaya peningkatan nilai tambah (value added) sebagai produk pertanian yang dihasilkan oleh petani di pedesaan melalui sistem agribisnis dan agroindustri yang menekankan pada upaya pengembangan berbagai industri turunan; 8) memberdayakan lembaga dan organisasi ekonomi masyarakat di pedesaan sebagai wadah pengembangan kegiatan usaha produktif dan memberdayakan masyarakat miskin serta mendorong berkembangnya lembaga-lembaga keuangan mikro dalam rangka mendekatkan masyarakat pada akses permodalan guna mengembangkan ekonomi kerakyatan. SIMPULAN (1) Dalam memacu pertumbuhan ekonomi, kebijaksanaan ekonomi harus menganut paradigma baru dimana pemberdayaan ekonomi rakyat harus menjadi perhatian utama. Karena sebagian besar rakyat hidup pada sektor pertanian dan sektor ini masih memberikan kontribusi yang besar pada perekonomian negara, maka pemberdayaan ekonomi rakyat juga berarti membangun ekonomi pertanian dengan lebih baik. (2) Pengembangan sektor pertanian ke depan harus diarahkan kepada sistem agribisnis, karena pendekatan ini akan dapat meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Pada hakekatnya dapat meningkatkan pendapatan bagi pelakupelaku agribisnis di daerah. Sektor pertanian (agribisnis) sebagai sektor ekonomi rakyat di pedesaan memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan lebih lanjut, baik untuk memperkuat ekonomi rakyat, maupun sebagai andalan Indonesia dalam perdagangan bebas. (3) Sektor pertanian di kabupaten Kepulauan Meranti mempunyai peluang untuk dikembangkan di masa datang, antara lain: (a) Penduduk yang semakin bertambah sehingga kebutuhan pangan juga bertambah; (b) Meningkatnya pendapatan masyarakat akan meningkatkan kebutuhan pangan berkualitas dan beragam (diversifikasi); dan (c) Perkembangan agribisnis juga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah, meningkatkan pendapatan petani yang pada akhirnya diharapkan akan mengurangi ketimpangan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks